Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua Bumi Wera Geram, Penyaluran Sembako KPM BPNT di Pangkas Mafia Pangan

Jumat, 05 Februari 2021 | 19.16.00 WIB



Foto: Komoditas Beras 5 Kg dan Telur 1 Rak yang diterima oleh dalah satu peserta KPM BPNT di Desa Wora, Kec. Wera, Kab. Bima.

Indikatorntb.com - Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako terus menuai persoalan. di desa Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, oknum mafia pangan penyalur BPNT disinyalir memangkas hak-hak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan mengurangi komoditas bantuan, Jum'at (05/02/21).


Hal itu diketahui setelah adanya, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako di Desa Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima yang mengeluhkan pelaksanaan penyaluran bantuan. 


Ia mengaku telah menerima bantuan itu, namun tidak seperti biasanya. Kali ini ia hanya bisa menukarkan manfaat bantuan sebesar 200 ribu rupiah hanya dengan 5 Kg beras dan 1 Rak telur saja.


Jika diuangkan, kemungkinan harga tukar 5 kg beras dan 1 rak telur tidak mencapai angka 200 ribu rupiah.


"Hanya beras 5 Kg dan telur 1 Rak," kata salah satu KPM BPNT yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini.


Mendapati peristiwa itu, salah satu pemdua desa Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Wawan Risman mengutuk keras tindakan yang dianggapnya tidaklah manusiawi. Ia mengaku jengkel dengan tindakan itu.


"Ternyata selama ini mereka hanya membagikan pada KPM beras dan telur, saya jengkel setelah tahu pasti cara bermain mereka selama ini. Dan orangnya itu saja yang jadi biangnya," Kata Ketua Barisan Muda Umi Dinda (BUMI) Kecamatan Wera kepada Media ini.


Padahal menurutnya, harusnya KPM BPNT selain menerima beras dan telur juga menerima buah-buahan berupa Apel Fuji.


"Terkadang juga nggak ada buahnya. Padahal biasanya, per KPM itu Buah 1 Kg, Apel Fuji kadang Kurma, Telur 1 Rak, dan beras 5 Kg," terang Wawan.


Foto: Wawan Risman Ketua BUMI Kecamatan Wera


Menindaklanjuti laporan masyarakat KPM BPNT setempat, Wawan bersama pemuda lainnya akan meminta pertanggungjawaban Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Wera, Distributor atau penyalur bantuan, dinas terkait dan pemerintah setempat .


"Kami akan minta pertanggungjawaban mereka, masalah ini harus tuntas. Tidak boleh tidak," tegasnya.


"Kasiha hak-hak masyarakat miskin dipangkas seperti, kurang ajar," lanjutnya dengan penuh kekesalan.


Sementara itu, dihubungi terpisah melalui pesan WhatsApp Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Wera, Jokomalis belum bisa memberikan keterangan terkait persoalan itu lantaran dirinya sedang sibuk.


"Maaf lagi sibuk," katanya melalui pesan WhatsApp yang disertai emoticon permintaan maaf.


Dilain pihak, hingga berita ini di publikasikan, media ini masih berusaha melakukan konfirmasi kepada distributor atau penyalur bantuan.


Furkan/Indikator

×
Berita Terbaru Update