![]() |
| Foto: Ilustrasi (Sumber: Akun Facebook Dani Pedrosa) |
Indikatorntb.com - Kehilangan Kifen (18) tahun remaja asal Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, merupakan peristiwa kehilangan biasa yang sempat viral dan menyita perhatian publik.
Awalnya publik sangat peduli dan terharu dengan peristiwan kehilangan tersebut, hingga dinding media sosial dipenuhi oleh foto Kifen. Do'a dan dukungan berdatangan dari berbagai arah, publik berharap agar Kifen segera ditemukan dan kembali dalam pelukan keluarga dalam keadaan selamat.
Namun seiring berjalannya waktu, setelah dilakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari pencarian manual oleh ratusan relawan dari berbagai pihak, Basarnas, TimSAR, sampai dengan diturunkannya Tim Drone Thermal, bahkan tidak ketinggalan ramalan dan petunjuk dari orang pintar turut mewarnai proses pencarian. Akan tetapi hasilnya tetap nihil, Kifen tidak berhasil ditemukan.
Hingga akhirnya, peristiwa kehilangan Kifen justru menjadi polemik yang berkepanjangan yang menimbulkan pro dan kontra di publik, kejanggalan dan keanehan mulai dirasakan, asumsi liar bermunculan, kecurigaan, dugaan, bahkan fitnah dan tuduhan kian merajalela. selain itu, tidak sedikit publik yang mengatakan bahwa, kehilangan Kifen adalah Skenario yang dilakukan oleh aktor intelektual.
Publik dibuat penasaran, ragu, resah dan gelisa, kecewa bahkan marah. Hingga dinding media sosial yang tadinya dipenuhi dengan doa dan dukungan, sekejap berubah menjadi caci maki, hina'an, penuh dengan ujaran kebencian, fitnah, berita hoax bahkan tudingan, bahwa peristiwa Kifen bukan peristiwa kehilangan, melainkan peristiwa pembunuhan berencana.
Publik kemudian mendesak pihak kepolisian untuk mengambil alih kasus tersebut, tidak tanggung-tanggung, Kapolres Bima Kota akhirnya membentuk Tim Gabungan Khusus (Gaskus) untuk menyelediki adanya dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Kifen.
Saksi-saksi dipanggil dan diamankan untuk dimintai keterangan, barang bukti berupa dua pucuk senjata api laras panjang disita, handphone korban dan para saksi juga ikut disita. Kecuali aktor intelektual yang diduga telah membuat skenario kehilangan Kifen yang belum diperiksa oleh penyidik.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Tim Gabungan Khusus Polres Bima Kota mendapati informasi dan petunjuj dari saksi-saksi, bahwa mayat Kifen dikubur di sekitar puncak Gunung Sangiang Api. Tidak menunggu lama, Tim Inafis dengan membawa serta saksi Meri menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi mayat Kifen. Namun, setelah tiga hari melakukan pencarian dan bermalam di Gunung Sangiang api, Tim Inafis akhirnya pulang dengan tangan kosong alias tidak menemukan mayat.
Beredar kabar, bahwa sebenarnya saksi Meri tidak tahu soal mayat yang dikubur, rupanya Meri terpaksa membuat pengakuan bohong karena tidak kuat menahan sakit ketika diperiksa oleh pihak kepolisian. Entah apa yang terjadi hanya Meri dan Polisi yang tahu.
Melihat tim Inafis pulang tanpa mayat, pihak kepolisian kemudian melakukan pendalaman dan pemeriksaan secara intensif terhadap saksi kunci, yaitu Aldin. Dari hasil pemeriksaan itu, katanya Aldin telah membuat pengakuan bahwa dialah yang telah membunuh Kifen dengan cara menembak Kifen tepat di kepala dan dadanya, lalu mayat Kifen dibuang ke Jurang.
Tim Gabungan dari Polres Bima Kota akhirnya kembali turun ke Lokasi dengan membawa dua orang saksi yaitu Jamrud bapaknya Kifen dan Kafun kaka kandungnya Kifen sebagai penunjuk arah. Namun, hasilnya tetap sama, mayat tidak ditemukan.
Publik semakin bingung dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. Publik sangat kecewa dengan kinerja pihak kepolisian. Dalam konferensi persnya Polres Bima Kota mengatakan, bahwa kasus kehilangan Kifen masih menjadi misteri. Sungguh diluar nalar dan harapan publik.
Terhitung sejak Minggu 14 Desember 2025 hingga hari ini, belum ada kejelasan terkait proses hukum atas peristiwa kehilngan Kifen. Meskipun semua saksi sudah diperiksa dan barang bukti sudah diperiksa. Hasilnyamasih nihil alias masih menjadi misteri yang penuh dengan tanda tangan.
Tim/IN
