Notification

×

Iklan

Iklan

Wajah Langgudu Seksi Dalam Pembahasan Politik

Kamis, 02 Juli 2020 | 12.23.00 WIB
Foto: Penulis
Dimulai tanggal 29 Juni 2020 sampai hari ini, masih terjadi demostrasi yang melibatkan beberapa Desa yang ada di Kec, Langgudu. Tuntutannya satu, "Perbaiki Infrastruktur (Pengaspalan jalan) yang ada di Kec, Langgudu bagian Selatan".

Dan sudah beberapa hari ini, Media sosial diramaikan dengan pembahasan demostrasi yang melakukan aksi didepan kantor Bupati Bima. Pro dan kontra selalu mewaranai pembahasan para penggiat medsos.

Dalam Periode ini, Kabupaten Bima dipimpin oleh putra asli Langgudu sebagai Wakil Bupati Bima.

Seharusnya Kec, Langgudu diprioritaskan dalam segala aspek termasuk menyediakan fasilitas yang layak untuk masyarakat yang ada di Langgudu. Karena memang Kec, Langgudu sebagai Basis utama pak Dahlan sebagai wakil Bupati Bima.

Sebagai utusan masyarakat Kec, Langgudu, H. Dahlan sudah lupa dengan rumahnya, lupa dengan orang tuanya. lupa dengan keluarganya, lupa dengan saudaranya. Jika pembangunan infrastruktur yang menjadi tolak ukur dalam perjalananya menjadi wakil Bupati Bima.

Para lawan-lawan politik H. Dahlan mulai mengambil kesempatan dalam demonstrasi ini. Suka tidak suka, mau tidak mau. Hemat penulis, yang menunggangi secara politik dalam tuntutan itu pasti ada. Karena ini adalah moment politik. Ditambah lagi, Langgudu adalah rumah H. Dahlan. Ini adalah moment yang paling tepat untuk menyerang H. Dahlan.

Penulis memandang fenomena ini sebagai hal yang sangat biasa dalam demokrasi. Masyarakat memiliki hak penuh untuk mengkritik pemimpinya, dan pemerintah juga memiliki kewajiban untuk menghadirkan fasilitas yang layak. Hanya saja, karena ada unsur politik (momen) didalamnya, semuanya jadi tidak karuan, hilang kendali dan para tim-tim mulai panik.

Biarkan kita berbeda pandangan, selama untuk kemaslahatan bersama. Dinamika itu perlu dalam berdemokrasi, kata-kata kotor dalam penyampaian itu yang tidak boleh. Sebab, masih ada kata yang lebih baik untuk didengar dan disampaikan. Jangan sampai moment terbaik ini menjadi musibah hanya karena kesalahpahan yang bersumber dari medsos.

Penulis: Syahrul Ramadhan Al Faruq
×
Berita Terbaru Update