Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Bima Kota Dinilai Lamban Tangani Kasus Kifen, Masyarakat dan Keluarga Akan Turun Aksi

Minggu, 01 Februari 2026 | 20.32.00 WIB

 

Foto: Adiman Musafir (kaos biru) selaku Korlap saat menyerahkan surat pemberitahuan aksi di Polres Bima Kota. 

Indikatorntb.com - Ketidakjelasan penanganan kasus hilangnya Kifen kembali memantik kegelisahan publik. Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Pemuda, Mahasiswa, dan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (PMMP) bersama keluarga Kifen akan menggelar aksi demonstrasi di depan Polres Bima Kota dan DPRD Kabupaten Bima, Sabtu (31/01/26).

Aksi yang akan digelar pada Senin 02 Februari 2026 mendatang merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang kian menumpuk. Sebab, Hingga kini proses hukum terkait misteri hilangnya Kifen dinilai belum menunjukkan titik terang. Sementara itu, di ruang publik, spekulasi dan informasi simpang siur terus berkembang, sebagian di antaranya menyerang korban dan keluarganya.

"Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, Polres Bima Kota harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi terhadap Kifen dan keluarganya," Ujar Adiman selaku Korlap aksi kepada media ini.

Lebih lanjut Adiman menilai penyelidikan kasus tersebut tidak transparan bahkan terkesan ditutup-tutupi oleh penyidik. Hal itu ditandai dengan minimnya informasi tentang perkembangan dan capaian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Sehingga tidak heran, jika masyarakat meragukan keseriusan Polres Bima Kota dalam mengungkap kasus hilangnya Kifen.

"Sehingga menjadi wajar bahkan patut dicurigai bahwa Polres Bima Kota tidak serius dan tidak punya keberanian untuk mengungkap kasus hilangnya Kifen," paparnya.

Aksi yang akan diikuti oleh sekitar 500 orang itu akan dimulai pukul 09.00 WITA, dengan titik kumpul di depan Kampus Nggusuwaru (UNSWA). Massa membawa spanduk, pamflet, serta perangkat pengeras suara sebagai medium penyampaian aspirasi.

Bagi keluarga Kifen, aksi ini bukan semata soal protes, melainkan upaya mempertahankan harapan. Mereka menuntut kejelasan: apa yang sebenarnya terjadi, sejauh mana proses hukum berjalan, dan siapa yang bertanggung jawab mengungkap kebenaran.

"Keluarga Kifen sudah sangat menderita atas kehilangan anaknya, bahkan dicaci maki, difitnah, dituduh, diserang dengan berbagai asumsi liar. Semua itu terjadi karena Polres Bima Kota," ujar Furkan salah satu keluarga Kifen kepada media ini.

Menurut Furkan, Di tengah derasnya kritik publik terhadap kinerja penegakan hukum di berbagai daerah, kasus Kifen kini menjadi cermin. Bukan hanya tentang satu orang yang hilang, melainkan tentang keberanian negara menjawab rasa keadilan warganya secara jujur, terbuka, dan bertanggung jawab.

"Aksi ini menjadi pesan terbuka: diam terlalu lama bukan lagi pilihan," Tegas Furkan.

Menurut informasi yang diterima oleh media ini, Selain menggelar aksi demonstrasi masyarakat bersama keluarga Kifen juga akan mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi I DPRD Kabuapaten Bima.

TIM/IN

×
Berita Terbaru Update