Notification

×

Iklan

Iklan

Demo Mahasiswa Sampaikan Tuntutan Petani di Bima Berujung Ricuh

Rabu, 03 Februari 2021 | 14.09.00 WIB

 

Foto: Polisi dan Mahasiswa saling dorong

Indikatorntb.com - Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bima saat menggelar aksi demonstrasi di perempatan Lampu Merah tepatnya Jl. Soekarno Hatta dibubarkan secara paksa oleh pihak Kepolisian, Rabu (03/02/21).


Kericuhan bermula ketika massa aksi ingin memblokir jalan, langkah itu diambil oleh massa aksi lantaran mereka kecewa dengan sikap Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima yang tidak mau menanggapi tutuntan massa aksi.


"Iya tadi sempat dorong-dorong dan dikerjakan," kata Indra, salah satu massa aksi kepada media ini.


Polisi yang melakukan pengamanan langsung membubarkan massa aksi yang ingin melakukan pemblokiran jalan. Akibatnya, sempat terjadi aksi saling dorong bahkan kejar-kejaran antara aparat kepolisian dan massa aksi.


"Kami sebenarnya sudah diperingatkan oleh Polisi untuk tidak memboikot jalan, tapi kami tetap melakukannya karena kami kecewa tuntutan kami tidak ditanggapi," terang Indra.



Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bima dilatarbelakangi oleh persoalan yang sedang dihadapi oleh Petani di Kabupaten Bima, diantaranya mahalnya harga bibit jagung, harga pupuk melebihi HET, adanya pemotongan harga jagung akibat Revaksin, tidak adanya proteksi harga, Bulog tidak menyerap semua komoditas petani dan petani merasa dirugikan karena kurangnya pengawasan dari pemerintah.


Awalnya Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bima memulai titik aksi demonstrasi di depan kampus STISIP Mbojo Bima menuju kantor DPRD Kabupaten Bima, setelah itu massa aksi berjalan menuju kantor Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima untuk menyampaikan tuntutan.


Berdasarkan pernyataan sikap massa aksi, terdapat 13 pon tuntutan yang ingin disampaikan, yaitu:

1. Cabut ijin usaha pengecer nakal

2. Segera berikan sanksi pada KP3

3. Evaluasi disteibutor dan pengecer nakal yang menjual pupuk diatas harga HET

4. Mendesak pemerintah untuk membuat Perda tentang standarisasi harga pertanian

5. Berikan pendidikan bagi petani

6. Pertegas sistim pengawasan distribusi

7. Segera perbarui dan falidasi data RDKK 2021

8. Segera bangun BUMD pada sektor pertanian

9. Perjelas keberadaan PD Wawo

10. Mendesak Pemda mengevaluasi kebutuhan tahunan petani

11. Perjelas keberadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi

12. Tetapkan standarisasi harga obat-obatan pertanian/Peptisida

13. Subsidi pupuk berkualitas untuk petani


Setelah sempat bersitegang dengan aparat kepolisian, massa aksi kemudian membubarkan diri.


David/Indikator







×
Berita Terbaru Update