Notification

×

Iklan

Iklan

Menderita Tumor Maxilla dan Colly, Syahril Butuh Uluran Tangan Untuk Operasi

Rabu, 17 Juli 2019 | 11.24.00 WIB
Foto: Kondisi Wajah Syahril usai operasi, akibatnya pipinya bolong hingga terlihat bagian dalam mulutnya.
Indikatorntb.com - Kondisi Syahril (35) tahun warga asal Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima sangat meprihatinkan. Tumor ganas Maxilla dan tumor Colly yang ia derita sangat parah, hingga pipinya bolong menembus gusi dan lehernya luka-luka. Syahril butuh uluran tangan dari kita untuk biaya operasi, Rabu (17/07/19).

Sejak tanggal 22 Juni 2019 lalu hingga saat ini, Syahril masih terbaring lemah tak berdaya di RSUP NTB setelah melewati 4 kali operasi pengangkatan tumor menggunakan BPJS. Syahril masih harus melakukan operasi sedikitnya 3 kali lagi, yaitu operasi plastik.

"Pasien yang sudah di rawat sejak beberapa bulan yang lalu ini, sering mendapatkan kesulitan. Baik itu bantuan untuk pembiayaan obat2an yang mahal, dan perhatian dari keluarga terdekat," Kata Leni salah satu tetangga pak Syahril.

Syahril bapak dua anak ini hanya ditemani oleh sang ibu dan tetangganya yang baik hati. Tidak ada orang lain lagi selain dua orang itu yang setia menjaga dan merawatnya.

Meski menggunakan BPJS, Syahril bersama keluarga masih membutuhkan uang untuk keperluan hidup selama berada di rumah sakit. Karena penggunaan BPJS sangat terbatas, tidak bisa menjangkau biaya perawatan dan membeli obat-obatan yang sangat mahal.

"Sampai saat ini, kami sangat kekuarangan selama merawat pak syahril, walaupun kita gunakan kartu BPJS, tapi itu terbatas, mengingat perawata dan obat-obatan yang cukup mahal dan itu kita beli diluar," Tutur Leni.

Kesulitan yang dialami oleh pak Syahril dan pihak keluarga untuk sembuh dari penyakit cukup melelahkan, bahkan pihak keluarga hampir putus asa, karena tidak sanggup lagi membeli obat yang sangat mahal ditambah biaya hidup selama berada di Kota Mataram.

"Hari ini kami ingin mencari uang untuk pulang, karena di tangan kami hanya ada 100 ribu, sedangakan biaya perawat dan kehidupan disini cukup membutuhkan biaya lebih," Tutur Aminah Ibu kandung Syahril kepada media ini.

Di tengah kesulitan dan kesedihan yang di alami oleh Syahril dan pihak keluarga, sedikit rezeki dari Allah Swt pun datang melalui 4 mahasiswa UNRAM dan UIN Mataram asal Bima. Namun begitu, bantuan itu belum cukup untuk meringankan beban Syahril dan pihak keluarga.

"Tetapi lewat kalian, anak-anaku yang baik. Allah SWT memberikan rezikinya kepada kami untuk terus semangat merawat anak kami syahril," Ungkap sang ibu Aminah kepada Faujan salah satu mahasiswa UNRAM asal Desa Sangiang, Kecamatan Wera Kabupaten Bima mewakili 3 orang temannya saat menyerahkan bantuan uang hasil penggalangan dana yang mereka lakukan.

Foto: Faujan (baju coklat) bersama teman-temannya mengunjungi Syahril sekaligus memberikan bantuan uang hasil penggalangan dana. Selain memberikan uang, Faujan juga memberikan motivasi agar pihak keluarga tetap semangat merawat pak Syahril tanpa berputus asa.
Selain kesulitan biaya pengobatan dan biaya hidup, pak Syahril juga di uji dengan sikap dan tindakan sang istrinya yang pulang tanpa kabar. Entah apa alasan sang istri pergi meninggalkan Syahril. Namun, kenyataan itu harus ia terima. Beruntung pak Syahril masih memiliki tetangga yang baik hati dan ikhlas menemani Syahril dan ibunya selama berada di rumah sakit. Padahal tidak punya hubungan darah sedikit pun dengan Syahril.

Bagi para dermawan yang ingin membantu meringankan beban pak Syahril dan keluarga, silahkan menghubungi kontak ini: 085338128767 (Faujan). Semoga sebagian rezeki bapak/ibuendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Faujan/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update