Notification

×

Iklan

Iklan

Pengadaan Website Desa Sangiang Senilai 10.8 Juta Dipertanyakan

Kamis, 04 Juli 2019 | 07.42.00 WIB
Screenshot Home Website Desa Sangiang
Kab. Bima - Pada tahun 2017, Pemerintah Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, NTB, sudah mengucurkan anggaran Rp. 10.8 Juta untuk pengadaan Website Desa. Namun, menurut pengakuan fasilitator, biaya pembuatan website hanya 3,5 juta rupiah, Rabu (03/07/19).

Sekertaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sangiang, M. Saleh membenarkan bahwa, kucuran dana tersebut merupakan anggaran khusus untuk pengadaan Website Desa pada tahun 2017.

"Iya, Pemdes Sangiang sudah mengucurkan anggaran untuk pembuatan Website," Ungkapnya kepada Indikator NTB News.

M. Saleh menjelaskan bahwa pembuatan website desa tersebut, telah diserahkan kepada Ayang Saifullah sebagai fasilitator pembuatan website. Sejumlah uang telah diserahkan oleh pemdes Sangiang kepada Ayang Saifullah.

Saat dihubungi oleh media ini, Ayang Saifullah pun membenarkan bahwa dirinya memang dipercaya sebagai fasilitator pembuatan website desa, dan menerima uang dari pemerintah desa Sangiang sebanyak 5 juta rupiah.

"Saat itu saya terima Rp. 3,5 juta. Trus saya minta ongkos ke Lombok dan di kasi 1,5 juta," Ungkap Ayang kepada Indikator NTB.

Lebih lanjut, Ayang menegaskan bahwa dirinya hanya ingin membantu pemdes Sangiang, kebetulan ia punya teman yang bisa mendesain website di Mataram.

"Jadi posisi kami menfasilitasi saja," Pungkasnya.

Sementara itu, Furkan salah satu pemuda asal desa Sangiang mempertanyakan sisa anggaran dari total 10,8 juta tersebut. Menurutnya, anggaran pembuatan website juga kemahalan. Namun, tidak bisa ia pungkiri, bahwa harga website juga berbeda-beda.

"Lalu sisa uangnya kemana? Kan cuman habis 5 juta. Biaya pembuatan 3,5 juta, ongkos 1,5 juta. Sisanya 5,8 jt kemana?," Terangnya.

"Untuk website model seperti itu juga kemahalan, saya punya beberapa teman yang kerjaannya mendesain web. Menurutnya itu sangat mahal. Tapi ya berbeda-beda," tutupnya.

Untuk diketahui, bahwa website desa Sangiang sudah ada sejak lama, namun jarang dioperasikan karena pemerintah desa tidak paham cara mengoperasikan websote tersebut. Selain itu, menurut informasi yang dihimpun oleh media ini, anggaran pengelolaan dan pengembangan website di tahun 2018 juga ditambah senilai 15 jt rupiah.

Subhan/Indikatorntb


×
Berita Terbaru Update