Notification

×

Iklan

Iklan

Sempat Menghilang, Koko Klaim FB-nya Dihack dan Siap di Panggil Polisi

Sabtu, 13 Juli 2019 | 23.20.00 WIB
Screenshot Akun FB Rahmad Koko
Indikatorindonesia.com- Sempat menghilang, kini akun facebook terlapor Rahmad Koko owner Kokofredy computerized batam terpantau aktif kembali dan sempat melakukan komunikasi dengan salah satu anggota group whatsapp Korban Koko, Jum'at (12/7/19).

"Iya aktif lagi akun fbnya si koko" ungkap salah satu anggota group WA Korban Koko.

Berdasarkan hasil screenshot percakapan via fb masengger dengan salah satu korban yang dibagikan di WAG, Koko mengakatn bahwa dirinya  masih memiliki itikad baik untuk menyelesaikan tanggung jawabnya, dirinya juga mengaku tertekan dengan keadaan yang dialami saat ini, bahkan mendapat ancaman, akun FB-nya dihack, dan atas persoalan tersebut, dirinya mengatakan sudah siap jika dipanggil polisi.

Beberapa anggota WAG Korban Koko ikut menanggapi screenshot percakapan tersebut, diantara soal akun FB-nya yang diklaim dihack.

"Yang dikatakan hack itu saya rasa tidak benar, dia hanya mengelabuhi orang-orang yang diblok semua, biar percaya lagi kasih dia waktu jualan, sampai kapan?" kata Agung mengomentari screenshot klaim koko soal akun FB dihack.

Para korban Koko fredy nampaknya sudah hilang kepercayaan kepada koko, pasalnya bukan sekali saja para korban dijanjikan akan diselesaikan, seolah berlindung dengan kata itikad baik, namun kenyataannya wan prestasi.

"Itikad baik opo?? janji palsu" kata salah satu anggota group komentari soal adanya itikad baik dari Koko.

Seperti diketahui, korban koko fredy batam terkait jual beli laptop dan handphone bekas terus bermunculan. Tak tanggung-tanggung, hasil rekap group whatsapp mengungkapkan total nilai kerugian yang diderita korban sudah mencapai setelah miliar lebih, sementara Koko sebagai terlapor masih belum memberikan klarifikasi soal hasil rekap kerugian tersebut.

Terkait soal tersebut, beberapa korban sudah ada yang menempuh jalur hukum dengan melaporkan koko kepada instansi penegak hukum namun sampai berita ini ditulis, masih belum ada perkembangan yang signifikan. (*dik)
×
Berita Terbaru Update