Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Lombok Untuk Negeri

Rabu, 17 Juli 2019 | 06.32.00 WIB
Foto: Gendang Belek (ist).
Berbicara tentang budaya Indonesia tentu tidak akan ada habis habisnya. Karena Indonesia merupakan Negara kepulauan yang dimana setiap pulau tersebut, memiliki kebudayaan masing-masing. Menurut Edward Burnett Tylor, arti budaya adalah kompleksitas yang menyeluruh dari ilmu pengetahuan, kesenian, kepercayaan, moral, hukum, adat istiadat, dan lain sebagainya, yang didapatkan oleh individu sebagai anggota masyarakat. Dan merupakan sebuah keniscayan bagi Indonesia yang merupakan sebuah Negara kepulauan.

Di mana setiap pulau di Indonesia ini memiliki budaya yang berbeda beda antara satu pulau dengan pulau lainnya. Dan tentu di setiap pulau bahkan daerah memiliki keunikan tersendiri. pada daerah Lombok suku sasak misalnya.

Di pulau Lombok tidak hanya memiliki alam yang indah. Kelengkapan alam yang di milikinya baik dari gunung yang terus di kunjugi para pelancong, lautan dengan terumbu karangnya yg menwan setiap wisatawan lokan maupun manca negara dan daratan yang eksotis dan nyaman untuk di pandang oleh mata.

Sebagaian orang yang pernah bekujung ke daerah ini mengatakan bahwa "Lombok merupakan percikan surga yang jatuh ke dunia ini"

Namun Lombok bukan hanya sebatas cerita alam dan bersua foto dan ber selfye ria saja. Tapi di sisi lain. Berbagai macam kesenian dan budaya dapat di temukan di tempat ini. Gendang Beleq merupakan salah satu budaya khas yang yang di miliki oleh masyarakat suku sasak pulau Lombok. Dan menjadi salah satu dari sekian banyak budaya yang di sumbangkan untuk negri ini. Yang biasa di mainkan pada moment moment tertenu seperi perayaan pernikahan adat, sunatan dan beberapa acara momentual lainya.

Melihat dari kasarnya Gendang Belek adalah alat musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok. Asal kata Gendang berasal dari bunyi gendang itu sendiri, yaitu bunyi deng atau dung. Beleq berasal dari bahasa Sasak yang berarti besar.

Gendang Beleq biasa di mainkan bersamaan dengan alat musik lainnya seperti gong, terumpang, pencek, oncer, dan serulin. Dengan suara yan ramai dan berirama, guna menghibur para penonton yang sedang menyaksikan.

Para pemain yang biasa di sebut sekaha memakai pakaian khas suku sasak dan sapu (ikatan yang dikepala) ketika memainkannya. Guna menunjukan salah satu bentuk kekompakan para pemain.

Penulis: Haziz Hidayat, mahasiswa Malang asal Lombok NTB
×
Berita Terbaru Update