Notification

×

Iklan

Iklan

Sejumlah Pemuda Sambangi PLN Cabang Bima, Ini Hasilnya

Senin, 21 Januari 2019 | 22.23.00 WIB
Koordinator Komunitas Babuju, Jurhaidin/Rangga Babuju (baju putih rambut panjang) bersama anggota Komunitas Babuju saat audiensi bersama Kacab PLN Bima dan Jajarannya
Editor : Subhan Al-Karim

Indikatorntb.com – Dua pekan ini masyarakat Bima dan Dompu mengeluh atas pemadaman listrik diluar jadwal, hingga muncul kata makian yang ditujukan kepada pihak PLN Bima.

Hingga kini hampir setiap wilayah area cakupan PLN Bima, diketahui, usaha kecil menengah masyarakat yang menggunakan tenaga listrik mengalami penurunan produksi dan berimbas pada pendapatan.

Sebab itu, sejumlah pemuda dari Komunitas Babuju kunjungi PLN Cabang Bima dalam rangka audiensi, Senin (21/01/19), untuk mendapatkan kejelasan informasi sering terjadi pemadaman listrik tersebut.

Koordinator Komunitas Babuju, Julhaidin yang didampingi sejumlah anggota Komunitas Babuju diterima langsung oleh Kacab PLN Bima, Doni, Manager Pelanggan dan Perumahan Wiwit, Oky Manager Perencanaan dan Manager Administrasi, Agung.

Soal devisit daya listrik dari beban daya puncak penggunaan listrik di Bima dan Dompu, Kacab PLN Bima menjelaskan bahwa, transmisi dan pembangkit untuk listrik Bima yang ada di Niu dan Karara, kemampuan hanya 32 Megawatt, sementara daya puncak pada malam hari mencapai 45 MW, subuh 35 MW dan siang 32 MW.

“Itu setelah semua mesin yang ada dioperasikan. Tetapi dengan konsekwensi cadangan tenaga listrik kita kosong, sehingga terjadi block akibatnya ada pemadaman yang tidak teratur" Tutur Doni, Kacab PLN Bima.

Selain itu, Bima Dompu juga belum memiliki dapur listrik, yang sekarang masih menggunakan dapur listrik di UPK Tambora, Plampang Sumbawa.

“Dapur listrik kita masih menunggu uji layak mesin di PLTMG Bonto yang memiliki daya 50 MW," Tutur Doni di Aula Pertemuan kantor PLN Cabang Bima.

Manager perencanaan, Oky juga memaparkan bahwa mesin pembangkit listrik untuk Bima dan Dompu hanya 20% saja milik PLN, 80% adalah mesin Sewa.

"Kami berharap juga, bahwa 3 unit pembangkit di PLTMG Bonto sesegera mungkin beroperasi normal setelah uji beban dan uji karakter Mesin," Harap Oky.

Sementara itu, Koordinator Babuju dalam audiensi itu menjelaskan kondisi sosial dan keluh kesah sosial akibat pemadaman yang terjadi. Julhaidin, sebagai konsumen listrik tidak mempermasalahkan pemadaman yang terjadwal selama ini.

Menurut Julhaidin, yang meresahkan masyarakat adalah pemadaman yang tak terjadwal yang rata-rata 2-3 kali terjadi dalam sehari dengan waktu 1-6 jam variatif.

“Akibatnya, banyak perabotan rumah tangga kami rusak karena tidak sempat kami matikan terlebih dahulu karena tidak ada jadwal jelasnya," ungkap lelaki yang biasa di sapa Rangga Babuju itu.

Lebih lanjut, Rangga mempertanyakan komitmen PLN Bima terkait janji tidak adanya pemadaman lagi sejak Oktober tahun lalu, hingga kembali PLN Bima menjanjikan hal yang sama pada Desember lalu. Menurut Rangga, hal tersebut justru menurunkan kepercayaan publik yang akan berakibat fatal.

“Apalagi kita sudah masuk tahun politik mulai dari pilcaleg hingga pilpres April 2019. Akan ada saja yang 'menggoreng' soal ini yang mengakibatkan PLN jadi objek politik," Tegas lelaki berambut gondrong ini.

Tak hanya menyampaikan itu, Julhaidin/Rangga bersama anggota Komunitas Babuju memastikan semua ini bukan sekedar janji dan pengalihan ke soal lain. Julhaidin meminta untuk bisa diantarkan ke PLTMG Bonto untuk memastikan kondisi mesin dan progress uji coba mesin yang dimaksud.

“Kacab PLN Bima dan unsur pimpinan mengabulkan dan turut mengantar menuju PLTMG Bonto’” Kata Julhaidin melalui keterangan tertulis yang terima media indikatorntb.com.
×
Berita Terbaru Update