| Foto: Terduga pelaku penganiayaan/pembunuhan tewas saat dihakimi massa |
Indikatorntb.com - Diduga sebagai korban penganiayaan, seorang siswa SMP tewas di tempat kejadian akibat dibacok oleh seorang pria paruh baya, Rabu (06/10/21).
Dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pria paruh baya bernama Sukardin (51) tahun terjadi sekitar pukul 12.15 WITA di sebuah warung di depan Rumah Sakit Sondosia, Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
Terlihat dalam sebuah video siaran langsung berdurasi 17.25 menit (tujuh belas menit dua puluh lima detik) yang diunggah oleh akun Facebook @Mentari Laluna, Korban mengalami luka bacok di bagian leher dan ke empat jari tangan kanan terlihat putuh.
Dalam video itu terlihat tersebut, korban dikerumuni oleh masyarakat sekitar lokasi beberapa diantaranya berusaha memberikan pertolongan namun terlambat.
Selain itu, dalam video tersebut, terdengar dalam percakapan pemilik akun yang mengatakan bahwa masih ada korban lain yaitu siswa SMA yang sudah dilarikan ke Rumah Sakit dalam keadaan kritis. Kabarnya ada dua orang.
Belum diketahui apa motif penganiayaan atau pembunuhan terhadap siswa SMP dan SMA tersebut.
Namun, seperti pemberitaan sebelumnya, pelaku penganiayaan atau pembunuhan juga tewas dihakimi massa di tempat yang sama, yaitu di depan halaman Rumah Sakit Sondosia.
Kapolsek Kecamatan Bolo, AKP Hanafi JR membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya bersama personil Polsek Bolo masih di lokasi untuk mengamankan situasi dan kondisi.
"Saya masih dirumah sakit, saya bukannya tidak mau melayani media. Tapi ini masih di rumah sakit, maaf ya," katanya kepada media ini melalui sambungan telpon.
Bahkan, kata Hanafi, salah satu anggotanya juga mengalami luka saat mengamankan lokasi kejadian. Diduga yang melukai personil kepolisian tersebut adalah terduga pelaku penganiayaan atau pembunuhan terhadap siswa SMP dan SMA.
"Anggota saya juga kena," terangnya.
Hingga berita ini ditulis, media ini masih melakukan upaya pendalaman informasi terkait peristiwa naas tersebut.
Furkan/IN