| Foto: Personil Polsek Bolo terlihat memegangi lengan kananya yang terluka |
Indikatorntb.com - Salah satu personil Polsek Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima terluka saat amankan pelaku pembunuhan dari amukan massa, Rabu (06/10/21).
Bripka Suhendra (36) tahun, kepala bagian belakang terkena lemparan batu dan luka di lengan kanan akibat terkena peluru.
Akun Facebook @Aniz All Jaya DouNdai mengunggah video berdurasi 2:54 menit (dua menit lima puluh empat detik). Dalam video tersebut memperlihatkan proses penangkapan dan pengamanan pelaku pembunuhan dari amukan massa.
Saat itu, terlihat ratusan massa ingin menghakimi pelaku pembunuhan yang sedang memegang parang di tangannya. Sekilas terlihat, pelaku pembunuhan sudah terkepung dengan luka tusuk diperutnya, bahkan isi perutnya sudah keluar.
Puluhan personil kepolisian Polsek Bolo berusaha menenangkan masa dengan cara mengamankan pelaku. Sebelum terluka di bagian lengan kanan. Personil Polsek Bolo berhasil mengambil parang ditangan pelaku dengan cara membujuk si pelaku.
Rupanya keberhasilan salah satu Bripka Suhendra personil Polsek Bolo yang mengambil parang ditangan pelaku dimanfaatkan oleh massa untuk mulai menyerang dan menghakimi pelaku.
Melihat reaksi massa tersebut, Bripka Suhendra yang tadinya berhasil mengambil parang dari tangan pelaku berusaha mengamankan pelaku dari amukan massa, saat itulah ia terluka.
Dalam video tersebut, Bripka Suhendra yang tadinya mengamankan pelaku terlihat berjalan ke arah kamera dengan memegangi lengannya yang terluka. Dengan kondisi seperti itu, dirinya masih mampu mengamankan parang milik korban menggunakan tangannya yang terluka itu.
Beberapa personil lainnya mendampingi anggotanya yang terluka untuk mendapatkan perawatan medis.
"Kalembo ade pak, (Yang tabah pak," kira-kira demikian kata salah satu masyarakat saat melihat personil Polsek Bolo yang terluka.
Kapolsek Kecamatan Bolo, AKP Hanafi JR membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya bersama personil Polsek Bolo saat itu berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan kondisi. Katanya, salah satu anggotanya juga mengalami luka saat mengamankan pelaku pembunuhan.
"Anggota saya juga kena," terangnya
Menurut informasi yang dihimpun oleh media ini, pelaku pembunuhan dan penganiayaan terhadap 3 orang siswa tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.
Furkan/IN