Notification

×

Iklan

Iklan

Sebab Meninggalnya Kepala Dusun Tewo Masih Menjanggal, Bukan Karena Bom Ikan?

Jumat, 12 Februari 2021 | 16.37.00 WIB

 

Foto: Proses Evakuasi jasad Burhan, Kepala Dusun Tewo, Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima menggunakan perahu salah satu masyarakat setempat.

Indikatorntb.com - Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas menerima kepergian Burhan dengan menandatangani surat pernyataan menolak untuk di Autopsi, namun peristiwa tewasnya Kepala Dusun Tewo, Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima itu masih menyisahkan sejumlah pertanyaan bagi publik, Jum'at (12/02/21).


Pasalnya, Burhan berangkat memancing dalam keadaan sehat menggunakan sampannya.


Burhan ditemukan tewas di perairan So Tewo oleh seorang pemuda bernama Aldo dari dasar laut di kedalam sekitar 10 meter dalam keadaan terbujur kaku menggunakan Boxer hitam. Mata kirinya mengalami pendarahan dan mulutnya mengeluarkan air berbusa.


Hingga saat ini, publik masih bertanya-tanya tentang sebab tenggelamnya Burhan yang mengakibatnya dirinya tewas pada hari Kamis (11/02) pagi kemarin. Mengingat kejadian mengenaskan itu bertepatan dengan adanya aktivitas Bom ikan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal.


Menurut keterangan sejumlah saksi, Burhan sempat ikut menyelam ikan mati karena di Bom. Namun, tidak ada yang melihat kapan, dimana dan bagaimana Burhan tenggelam. Yang ditemukan hanya sampan yang berisi Handphone, Celana dan Baju, peralatan mancing bahkan gigi palsu yang diduga milik Burhan.


"Saya sempat melihatnya saat menyelam ikan, tapi saya tidak tahu siapa pelaku Bom ikan itu," kata Rifi kepada media ini, Kamis (11/02/21) kemarin.


Sedikitnya 7 orang saksi dikumpulkan untuk dimintai keterangan, dengan harapan mereka bisa memberikan informasi yang benar dan akurat tentang lokasi terakhir Burhan bersama sampannya atau siapa yang melakukan aktivitas Bom ikan pada saat itu. Semua saksi tidak ada yang tahu.


"Tidak ada yang tahu persis, mereka hanya bilang sempat melihat Almarhum menyelam ikan hasil Bom ikan. Entah karena banar-benar tidak tahu atau ada sesuatu yang ditutup-tutupi para saksi, semua masih menjadi tanda tanya," kata Azhar salah satu keluarga Burhan kepada media ini.



Lebih lanjut, Azhar mengatakan bahwa keterangan yang diberikan oleh beberapa saksi terkesan ada yang ditutup-tutupi. Semacam ada potongan informasi yang disembunyikan. Sehingga kronologi peristiwa tewasnya Burhan menjadi tidak utuh untuk di dengar.


"Dalam hal ini, apa yang harus ditakutkan?," cetusnya.


"Menjadi wajar ketika kita berasumsi, bahwa saksi-saksi menyembunyikan identitas para pelaku bom ikan karena takut atau bahkan sengaja," lanjutnya.


Dalam hal ini, Azhar berharap kepada aparatur kepolisian Polsek Wera untuk menindaklanjuti kasus pengeboman ikan itu. Berharap semua saksi di panggil dan diperiksa. Agar pelaku Bom ikan segera diketahui.


"Harus ditindaklanjuti, panggil saja saksi-saksi," harapnya.


Pihak keluarga, hanya ingin tahu sebab meninggalnya Burhan. Meski tidak dengan cara di visum atau di Autopsi, setidaknya hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian tentang pelaku pengeboman ikan bisa memberikan titik terang tentang peristiwa tewasnya Burhan. Apakah betul-betul karena sakit atau karena aktivitas bom ikan.


Furkan/IN

×
Berita Terbaru Update