Notification

×

Iklan

Iklan

Kronologi Tenggelamnya Kepala Dusun Tewo, Ditemukan Tewas Setelah Tragedi Bom Ikan

Jumat, 12 Februari 2021 | 12.11.00 WIB
Foto: Proses Evakuasi Jenazah korban menggunakan perahu tradisional milik masyarakat setempat.


Indikatorntb.com - Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada hari Kamis pagi tanggal 11 Februari 2021. Sekitar pukul 09.12 wita pihak keluarga menerima kabar, bahwa Burhan (41) kepala dusun Tewo, desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima hilang setelah Hidi salah satu kerabat sesama nelayan menemukan sampannya tanpa Burhan, Jum'at (12/02/21).


Hidi yang juga warga dusun Tewo, menemukan sampan korban sesaat setelah targedi Bom ikan. Sampan yang berisi ikan, kacamata selam, Handphone, baju, celana dan gigi palsu yang diduga milik Burhan ditemukan terbawa oleh arus disekitar perairan laut So Tewo. 


Mendapati sampan tanpa pemiliknya, Hidi kemudian berinisiatif membawa sampan milik Burhan menuju ke pesisir pantai desa Sangiang. Setelah sebelumnya sempat menghubungi anak Burhan menggunakan Handphone milik burhan yang tertinggal bersama sampan. Disitulah awal mula dimulainya pencarian. 


"Saya melihat sampan dari jauh, nggak ada orang, saya panggil-panggil sampai berteriak. Saya kemudian membawa sampan untuk memberikan kabar kepada orang di kampung," katanya setelah tim indikatorntb menterjemahkan keterangan Hidi yang menggunakan bahasa daerah Bima kedalam bahasa Indinesia, Kamis (11/02).


Menurut keterangan saksi lain, korban berangkat memancing ikan di sekitar So Tewo. Pada saat yang sama, sekelompok masyarakat yang tidak diketahui identitasnya melakukam aktivitas pengeboman (Bom Ikan) disekitar So Tewo. Mendengar itu, Saksi sempat melihat Burhan ikut menyelam ikan-ikan yang mati karena di Bom.



"Tidak hanya saya yang melihat, tapi semua orang," kata Rifi salah satu masyarakat yang ikut menyelam ikan hasil pengeboman itu kepada media ini, Kamis (11/02).


Mendengar kabar itu, kepanikan dan ketakutan disertai isak tangis keluarga terdengar riuh dipesisir pantai dusun Tewo. Sekitar pukul 09.25 wita pencarian mulai dilakukan. Keluarga, masyarakat setempat, pemerintah desa Sangiang, Babinsa dan anggota Polsek Wera terus melakukan upaya pencarian dengan cara menyelam menggunakan kompresor serta menyusuri lokasi disepanjang perairan So Tewo.


Hingga adzan Dzuhur berkumandang, Burhan belum juga ditemukan. Tim Basarnas Kabupaten Bima tiba di lokasi beberapa jam kemudian (setelah dzuhur) tanpa perlengkapan menyelam. 


Sembari menunggu perlengkapan menyelam menyusul menggunakan Mobil dari Kota Bima menuju lokasi, tim Basarnas membantu pencarian dengan mengelilingi lokasi pencarian.


Dibantu oleh do'a seluruh keluarga dan masyarakat serta usaha dan kerja keras semua pihak yang terlibat di dalam pencarian, akhirnya sekitar pukul 15.30 wita, mayat Burhan ditemukan di sekitar So Tewo oleh Aldo salah satu masyarakat yang berpartisipasi dalam pencarian. 


Burhan ditemukan hanya mengenakan celana Boxer warna hitam dalam keadaan terbujur kaku, terlihat mata sebelah kiri mengalami pendarahan dan mulutnya mengeluarkan air berbusa.


Proses evakuasi berlangsung dramatis, setelah jasad dikantongi dengan kantong jenazah oleh tim Basarnas, kemudian jasad dievakuasi dengan perahu milik masyarakat setempat menuju pesisir pantai. 


Jasad Burhan kemudian dikebumikan pada hari itu juga setelah ba'ad Isya, sekitar pukul 21.00 wita. 


Pihak keluarga mengaku ikhlas menerima kematian Burhan, hingga akhirnya menolak untuk di Autopsi dengan membuat surat pernyataan.


Tidak ada yang tahu tentang sebab meninggalnya Burhan. Bahkan ada yang berfikir jauh, bahwa sebab meninggalnya Burhan karena terkena Bom Ikan. Ada juga yang menduga bahwa Burhan meninggal karena sakit dadanya kambuh lalu jatuh ke laut saat mendayung sampan. 


Furkan/IN

×
Berita Terbaru Update