Notification

×

Iklan

Iklan

Program Studi S2 PPKn UNY Sukses Menggelar Konferensi Nasional dan Deklarasi IKA S2 PPKn

Rabu, 25 November 2020 | 00.23.00 WIB
Foto: Pamflet Kegitan


Indikatorntb.com - Menggunakan aplikasi Zoom, Program Studi S2 Pendidikan Pancasila dan  Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta sukses menggelar Konferensi Nasional Kewarganegaraan yang ke V dan deklarasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) S2 PPKn.


Hadir sebagai narasumber, tokoh kebangsaan Yudi Latif, P.hd, selaku kepala BPIP 2017-2018, Freddy Kirana Kalidjernih, P.hd, peneliti Interdisipliner Bidang Humaniora,  Prof. Dr. Sapriya, M.Ed, selaku Guru Besar Universitas Indonesia dan Sekaligus Sekjen AP3KnI dan Dr. Eni Kusdarini, M.Hum, dosen dan praktisi Universitas Negeri Yogyakarta. 


Koodinator panitia pelaksana konverensi Nasional Kewarganegaraan yang ke V , Rianda Usmi, S.Pd mengatakan, kegiatan tersebut, diikuti oleh 450 peserta dan di ikuti oleh 42 pemakalah dari berbagai kalangan seperti, akademisi, guru, dosen, praktisi, dan mahasiswa.


"Alhamdulilah sebanyak 450 peserta yang mengikuti kegiatan ini, dan 42 pemakalah. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensuport demi terlaksananya kegiatan ini," ujar Rianda.


Sementara itu, Dr. Mukhamad Murdiono, M.Pd, selaku koordinator S2 Program Studi Pendidkan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta menyatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam menguatkan eksistensi ilmiah serta Pendidikan Kewarganegaraan dapat menyelesaikan masalah global dan lokal di negara Indonesia.


"Tujuan dari kegiatan ini untuk mendesiminasikan hasil-hasil kajian kewarganegaraan sehingga menghasilkan satu kompilasi pemikiran dengan melakukan kolaborasi dengan para pegiat rumpun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di seluruh Indonesia," paparnya.


Fredik Kalijenrih ,P.hd selaku narasumber menyatakan strategi PPKn dalam pengembangan keilmuanya harus bersifat futuristik. Banyaknya isu-isu yang berkembang di era sekarang ini, seharusnya PPKn mampu mewujudkan masyarakat yang bermartabat serta mewujudkan masyarakat global tanpa harus melupakan lokalitas Indonesia.


"Berbagai macam tantangan untuk pendidikan kewarganegaraan akhir- akhir ini dengan sebagai kompleksitas masalah maka penguatan pendidikan karakter melalui pendidikan kewarganegaraan sangat di butuhkan," jelasnya.


Selanjutnya, Prof. Sapriya, M.Ed menjelaskan bahwa tantangan dan refleksi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia memerlukan kurikulum PPKn yang bersifat statis dengan memperhatikan nilai-nilai yang terdapat di dalam Pancasila.


"Krisis karakter nasional di negara kita sekarang ini berkaitan dengan moral dan kepemimpinan sehingga pemahaman terhadap 4 pilar berbangsa dan bernegara," terangnya.


Kemudian, Epin Saifudin selaku TIM Pengembang MKU direktorat pembelajaran dan kemahasiswan direktorat jenderal pendidikan tinggi ,kementrian pendidikan dan kebudayaan dalam pemaparan materinya menyatakan, dalam mewujudkan tatanan warga negara global maka penguatan Tri pusat pendidikan sangat di perlukan.


"Tri pusat pendidikan sangat diperlukan untuk memahami karakter siswa yang hidup di era milenial generasi Z, oleh karena itu kampus sejatinya harus dijadikan sebagai laboratorium kemanusiaan dalam memanusiakan pancasila," ungkapnya. 


Kegiatan yang dilaksanakan dengan dua sesi yakni pada hari Sabtu 21 November sampai dengan hari minggu 22 November 2020 tersebut, memilih Danang Prasetyo, M.Pd, selaku ketua IKA PPKN Fis UNY periode 2020-2023.


Pewarta : Taufiqurrahman

×
Berita Terbaru Update