Notification

×

Iklan

Iklan

Gara-Gara Share Blusukan Syafaad, Calon Anggota KPPS Desa Sangiang Diberhentikan

Kamis, 12 November 2020 | 21.45.00 WIB

 

Foto: Anggota PPS Desa Sangiang

Indikatorntb.com - Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sangiang menggelar rapat pleno tentang klarifikasi dan tanggapan masyarakat tentang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diduga melakukan pelanggaran pemilu. Kamis, (12/11/20).


"Kami sudah melakukan rapat pleno tentang klarifikasi dan tanggapan masyarakat." Kata Ihdar Kusuma Warda selaku ketua PPS Desa Sangiang kepada media ini.


Rapat pleno tersebut, katanya digelar setelah PPS Desa Sangiang menerima rekomendasi dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Wera, melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tentang dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh salah satu calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).


"Tadi pagi kita menerima rekomendasi dari Panwascam berdasarkan laporan masyarakat." Beber Ihdar.


Hasilnya, PPS Desa Sangiang terpaksa melakukan pergantian sebelum penetapan anggota KPPS yang terbukti melakukan pelanggaran pemilu terhadap salah satu calon yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi oleh PPS desa Sangiang.


"Iya, di PAW, nanti kita sampaikan ke KPU melalui PPK." Ungkap Ihdar.


Lebih lanjut, Ihdar menjelaskan tentang kronologis pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh anggota KPPS. Ia mengatakan bahwa, salah satu anggota KPPS desa Sangiang terbukti melanggar netralitas sebagai calon penyelenggara pemilu. 


Kata Ihdar, bentuk pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh salah satu calon anggota KPPS yaitu, membagikan postingan warganet di Facebook tentang blusukan/kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima nomor urut 2, Drs. H. Syafruddin, M.Pd. dan Ady Mahyudi, S.E. (Syafaad).


"Pelanggarannya, membagikan postingan orang lain tentang blusukan Syafaad di media sosial Facebook," terangnya.


Hal itu menurutnya melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, salah satunya ketentuan PKPU Nomor 36, tahun 2018 tentang perubahan atas PKPU Nomor 3, tahun 2018 tentang pembentukan dan tata kerja panitia pemilihan kecamatan, panitia pemungutan suara dan kelompok penyelenggaran pemungutan suara dalam penyelenggaraan pemilihan umum.


"Banyak peraturan yang mengatur tentang netralitas penyelenggara pemilu." Beber Ihdar.


Ihdar juga menjelaskan bahwa orang yang di PAW oleh PPS desa Sangiang masih berstatus sebagai calon anggota KPPS, mengingat KPU Kabupaten Bima belum mengelurakan Surat Keputusan tentang pengangkatan anggota KPPS.


"Berdasarkan keputusan PPS Desa Sangiang, statusnya masih calon anggota KPPS, karena belum ditetapkan dengan Surat Keputusan dari KPU Kabupaten." Tutupnya.


Sebelumnya, PPS Desa Sangiang sudah melakukan tahapan seleksi calon anggota KPPS Desa Sangiang, berdasarkan data PPS Desa Sangiang, tercatat 64 peserta yang mendaftar, 60 peserta mengikuti test wawancara, setelah tahap pendaftaran dan wawancara, kemudian 56 peserta ditetapkan sebagai calon anggota KPPS Desa Sangiang.


Furkan/Indikatorntb






×
Berita Terbaru Update