Notification

×

Iklan

Iklan

Dipolisikan Kadesnya Sendiri, Pemuda ini Angkat Bicara: Dia Menghina Orang Tua Saya

Sabtu, 21 November 2020 | 22.27.00 WIB

 

Foto: Sufhy Sufiyan

Indikatorntb.com - Dilapolisikan oleh Kepala Desanya sendiri lantaran dianggap menghina dan mengancam, Sufhy Sufiyan angkat bicara. Pemuda ini membantah seluruh tuduhan Kepala Desa yang dialamatkan kepada dirinya dan 6 orang lainnya, Sabtu (21/11/20).


Sufhy Sufiyan pemuda asal dusun Nari, RT19/RW10, desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima salah satu terlapor merasa kecewa dan tak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan oleh kepala desanya.


"Adanya laporan dia, saya siap kooperatif demi harga diri orang tua dan keluarga saya yang dihina," bebernya kepada media ini.


Sufhy Sufiyan bersama 6 orang lainnya dilaporkan oleh Umar, SH kepala desa Nanga Wera ke SKPT Mapolres Bima Kota karena dianggap telah menghina dan mengancam sang kades di media sosial Facebook.


"Saya tidak pernah merasa menghina dan mengancam kades hadirnya status saya karena merasa dihinakan olehnya," Tegasnya.


Justru menurut Sufhy, sang kades-lah yang menghina orang tuanya di depan umum dengan kata-kata kasar yang menurutnya tidak pantas keluar dari mulut seorang pemimpin. Katanya, peristiwa itu terjadi di aula kantor desa Nangawera dan disaksikan oleh banyak orang termasuk aparatur desa.


"Saya anak kandung dari orang yang dia hina, hinaan itu dilontarkan bahkan di depan mata saya dan keluarga saya," bebernya.


Lebih lanjut, Sufhy menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga sempat ingin melaporkan dugaan tindak pidana penghinaan yang dilakukan oleh kepala desa Nanga Wera itu, namun niat itu diurung lantaran sang kades punya itikad baik untuk meminta maaf. 


"Awalnya Kami mau melaporkannya, hanya karena kami mendengar beberapa nasehat keluarga untuk cari jalan damainya, dengan bukti tante saya menelepon beliau lagi-lagi untuk klarifikasi, hasilnya Dia itu mau temui kami sekeluarga untuk minta maaf akan hal yang ada," paparnya.


Namun, bukannya datang dan menemu orang tua dan keluarganya, Sufhy malah dikagetkan bahwa dirinya bersama 6 orang lainnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. 


"Ia, kita akan lapor balik mengenai penghinaan itu," tutupnya.


Seperti yang Dilansir dari media online Bimakini.com, Umar, SH melaporkan 7 orang warganya sendiri kepada Mapolres Bima Kota. Umar, SH merasa dihina dan diancam secara langsung bahkan melalui media sosial Facebook. 


"Tidak hanya ancaman langsung yang saya dapatkan, di Facebook, saya dikata-katain dengan bahasa yang kasar serta tuduhan yang tidak berdasar. Makanya saya laporkan saja mereka," tukasnya diruang SPKT sebagaimana dilansir dari media online Bimakin.com.


Hal itu terpaksa ia lakukan agar menjadi pelajaran bagi warganya kedepan untuk tidak seenaknya menghina dan mengancam pemerintah.


"Tidak serta-merta mereka dengan seenaknya menghina serta mengancam dan lainnya ke pemerintah itu. Ini juga saya lakukan agar menjadi pelajaran kita semua," katanya.



Furkan/Indikatorntb

×
Berita Terbaru Update