Notification

×

Iklan

Iklan

Dituduh Menghina dan Akan Dipolisikan oleh Warganya Sendiri, Begini Penjelasan Kades Nanga Wera

Minggu, 22 November 2020 | 13.01.00 WIB

 

Foto: Kepala desa Nanga Wera, Umar, SH

Indikatorntb.com - Kepala desa Nanga Wera, Umar, SH membantah seluruh tuduhan warganya dan mengaku siap menjalani proses hukum jika dilaporkan oleh warganya ke Polisi, Minggu (22/11/20).


Sufhy Sufiyan salah satu warga desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima yang dilaporkan oleh Umar, SH ke Mapolres Bima Kota atas dugaan tindak pidana penghinaan dan pengancaman secara langsung bahkan melalui media sosial Facebook juga akan melaporkan Umar, SH kepada pihak kepolisian dengan delik yang sama.


"Ia, kita akan lapor balik, mengenai penghinaan itu," katanya kepada media ini, Sabtu (21/11/20) kemarin.


Menanggapi hal itu, Umar, SH mempersilahkan kepada warganya untuk menempuh jalur hukum dan dirinya mengaku siap untuk kooperatif menjalani semua proses hukum jika betul warganya membuat laporan polisi.


"Yang disampaikan oleh Sufhy itu memotong. Silahkan saja, nanti kita buktikan di pengadilan," Paparnya kepada kepada media ini melalui sambungan telepon.


Umar, SH membantah jika dirinya menghina orang tua Sufhy Sufiyan di depan umum. Justru sebaliknya, kata dia, orang tua dan keluarga Sufhy Sufiyanlah yang menghina dan mengancam dirinya di depan umum bahkan melalui media Sosial Facebook dengan kata-kata kasar.


"Saya tidak pernah menghina orang tua dia, saat itu saya sedang memarahi perangkat desa saya, tiba-tiba orang tuanya masuk lalu menuduh saya menghina mereka," terangnya.


Lebih lanjut, Umar, SH menjelaskan kronologis yang sebenarnya. Dugaan tindak pidana penghinaan dan pengancaman itu berawal dari proses mediasi yang dilakukan oleh pemerintah desa Nanga Wera terkait perkara rebutan hak atas dua ekor Sapi bertempat di aula kantor desa Nanga Wera pada hari Kamis 19 November 2020 lalu. Antara Harun, H. Sambe dan Haidar warga setempat.


Pihak-pihak yang di mediasi oleh pemerintah desa Nanga Wera dalam hal ini dipimpin langsung oleh Umar, SH tidak bisa membuktikan hak milik atas dua ekor Sapi yang sedang diperebutkan. 


Sehingga dalam proses itu, pemerintah desa Nanga Wera memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak untuk bermusyawarah dan membuat kesepakatan bersama. 


Namun, salah satu pihak dalam perkara itu tidak terima dan langsung mengeluarkan kata-kata kasar yang dialamatkan kepada dirinya selaku kepala desa bahkan kepada aparatur desanya.


Meski dihina dan dicaci maki di depan umum, Umar, SH beserta perangkat desa menganggap itu hal biasa. Dan tetap sabar. Namun, hinaan dan caci maki itu terus dilakukan, tidak hanya di kantor desa tapi juga merembet ke media sosial Facebook. Bahkan Umar, SH mengaku sempat akan dilempar kursi oleh Sufhy.


"Mereka teriak-teriak, semua orang dengar, bilang saya maling, terima uang dan lain-lain, bahkan si Sufhy sempat angkat kursi mau lempar saya," jelasnya.


Pada akhirnya, Umar, SH bersama perangkat desanya sepakat untuk membuat laporan polisi. Hal itu ia lakukan agar kedepan semua pihak bisa saling menghargai dan menghormati baik antar pemerintah desa selaku pelayan publik maupun masyarakat.


"Malam semua keluarga dan semua aparat desa berkumpul dan kita sepakat untuk melaporkan mereka," tukasnya.


Umar, SH menegaskan bahwa dirinya tidak main-main dan akan menuntaskan permasalahan dengan warganya sendiri sampai ke pengadilan. 


"Saya akan selesaikan sampai tuntas di pengadilan," tutupnya.


Sebelumnya, Umar, SH sudah melaporkan Sufhy dan 6 orang lainnya kepada Mapolres Bima Kota atas dugaan tindak pidana penghinaan dan pengancaman kepada Mapolres Bima kota kemarin, Sabtu 21 November 2020.



Furkan/Indikatorntb

×
Berita Terbaru Update