Notification

×

Iklan

Iklan

Kontriversi Wajib Dan Tidaknya Hijab Bagi Wanita Muslimah

Minggu, 26 Januari 2020 | 10.05.00 WIB

Beberapa hari lalu terdapat berita yang sangat kontriversi di berbagai media sosial. Banyak yang merespon pernyataan yang di sampaikan dalam cuplikan video tersebut, akibat pernyataan yang sampaikan cukup mengudang perhatian dari berbagai pihak. Bagaimana tidak pernyataan tersebut di ungkapkan oleh istri Gus Dur tentang Tidak Wajibnya Menggunakan Hijab bagi Wanita Muslimah, pada video yang di unggah dalam kanal youtube Deddy Corbuzier hari Rabu 15 Januari 2020.

Seperti yang liput oleh media online okzone.com pada kamis 16 Januari 2020, istri Gus Dur yang di temani oleh anak bungsunya menyampaikan pernyataannya dalam dialognya bersama Deddy Corbuzier bahwa "Istilah jilbab dengan hijab itu beda sekali pengertiannya.

Kalau jilbab itu untuk menutup kepala, hijab itu pembatas. Karena hijab itu pembatas, maka bahannya dari bahan keras seperti kayu dan sebagainya. Kalau jilbab itu barang-barang yang tipis seperti kain dan sebagainya.

Itu saja sudah kesalahan," kata Sinta, istri Gus Dur. "Apakah semua orang Islam itu harus memakai jilbab? Tidak juga. Kalau kita mengartikan ayat dalam Alquran itu secara benar," kata Sinta. "Kok berani ibu mengatakan seperti itu?" tanya Deddy. "Berani, karena Alquran saya artikan kontekstual.

Orang menerjemahkan ayat-ayat [Alquran] itu harus memenuhi beberapa persyaratan. Harus menguasai alat-alatnya, dari segi budayanya gimana, semuanya harus ada. Kalau tidak memenuhi persyaratan, ya enggak bener mengartikannya," jawab Sinta.

Hal ini sontak menuai banyak respon dari berbagai pihak yang tidak sepakat dengan pernyataan yang di sampaikan oleh istri yang semasa hidupnya seorang yang di anggap ulama besar di indonesia, Gus Dur. Pernyataan tersebut mengundang banyak respon dan pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat, atas pernyataan yang di anggap melenceng dan menyesatkan pemahaman.

Kejadian ini membuktikan lemahnya pemahaman masyarakat terkait bagaimana pentingnya menutup aurat dan kewajiban muslimah untuk menutup aurat seperti yang di contohkan oleh Rasulullah SAW dan yang di perintahkan Allah SWT.

Tidak menjamin menjadi seorang istri ulama besar atau menjadi seorang anaknya kita terhindar dari pemahaman yang keliru. Hukum menutup aurat dan menggunakan hijab bagi muslimah adalah wajib, dan hal ini tidak ada pertentangan yang terjadi pada Imam yang empat.

Dalam tulisan Ustad Shiddiq Al Jawi, aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Lehernya adalah aurat, rambutnya juga aurat bagi orang yang bukan mahram, meskipun cuma selembar.

Seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan adalah aurat yang wajib ditutup. Hal ini berlandaskan firman Allah SWT: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Qs. an-Nuur [24]: 31). Yang dimaksud “wa laa yubdiina ziinatahunna” (janganlah mereka menampakkan perhiasannya), adalah “wa laa yubdiina mahalla ziinatahinna” (janganlah mereka menampakkan tempat-tempat (anggota tubuh) yang di situ dikenakan perhiasan) (Lihat Abu Bakar Al-Jashshash, Ahkamul Qur’an, juz III, hal. 316).

Selanjutnya, “illa maa zhahara minha” (kecuali yang (biasa) nampak dari padanya). Jadi ada anggota tubuh yang boleh ditampakkan. Anggota tubuh tersebut, adalah wajah dan dua telapak tangan. Demikianlah pendapat sebagian shahabat, seperti ‘Aisyah, Ibnu Abbas, dan Ibnu Umar (Al-Albani, 2001: 66).

Ibnu Jarir Ath-Thabari (w. 310 H) berkata dalam kitab tafsirnya Jami’ Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an, juz XVIII, hal. 84, mengenai apa yang dimaksud dengan “kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (illaa maa zhahara minha): “Pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah yang mengatakan, ‘Yang dimaksudkan adalah wajah dan dua telapak tangan’.” Pendapat yang sama juga dinyatakan Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, juz XII, hal. 229 (Al-Albani, 2001 : 50 & 57).

Jadi, yang dimaksud dengan apa yang nampak dari padanya adalah wajah dan dua telapak tangan. Sebab kedua anggota tubuh inilah yang biasa nampak dari kalangan muslimah di hadapan Nabi Saw sedangkan beliau mendiamkannya.

Kedua anggota tubuh ini pula yang nampak dalam ibadah-ibadah seperti haji dan shalat. Kedua anggota tubuh ini biasa terlihat di masa Rasulullah Saw, yaitu di masa masih turunnya ayat al-Qur’an (An-Nabhani, 1990 : 45).

Di samping itu terdapat alasan lain yang menunjukkan bahwasanya seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan dua telapak tangan karena sabda Rasulullah Saw kepada Asma’ binti Abu Bakar: “Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidl) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR. Abu Dawud]. Penjelasan dalil-dalil inilah yang menunjukkan dengan jelas bahwasanya seluruh tubuh wanita itu adalah aurat, kecuali wajah dan dua telapak tangannya.

Maka diwajibkan atas wanita untuk menutupi auratnya, yaitu menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya.

Seharusnya pemerintah mengambil sikap atas kontroversinya pernyataan yang di sampaikan istri Gus Dur dalam video yang di unggah dalam chanel youtube Deddy Corbuzier tersebut.

Karena pernyataan yang di sampaikan memicu terjadinya pro dan kontra yang begitu masif terjadi di berbagai media sosial. Salah satunya ulama kondang yang merespon adalah Ustad Abdul Somad. Beliau merespon dalam sebuah majelis taklim, bahwa pernyataan yang di lontarkan keliru sembari menjelaskan bagaimana hukum wajibnya wanita muslimah menutup aurat.

Selain itu peryataan yang di sampaikan dapat menyesatkan umat. Harusnya pemerintah mengambil perhatian lebih dalam merespon hal ini. Meluruskan pemahamman yang salah dan wajib mendorong masyarakat agar dapat memiliki pemahaman yang murni untuk senantiasa dapat menjalankan syariat dengan benar. Tidak mudah mempercayai statement yang dapat menciderai aqidah, atas pengaruh kehidupan sekuler yang juga mempengaruhi cara pandang kaum muslim.



Penulis: Siti Nurazizah Apriathun
(Aktivis Mahasiswa UMM / Aktivis Orda Bima)
×
Berita Terbaru Update