Notification

×

Iklan

Iklan

Penelitian Mahasiswa ini Ungkap Pemdes Sangiang Stres dan Sering Konflik Dalam Bekerja

Kamis, 07 November 2019 | 20.55.00 WIB
Foto: Igon Nusuki usai sidang ujian hasil penelitian
Indikatorntb.com - Igon Nusuki (24) tahun mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Malang asal Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, berhasil mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Sangiang mengalami konflik dan stres kerja yang cukup memprihatinkan melalui penelitian akademis, Kamis (07/11/19).

Hasil penelitian yang tertuang dalam jurnal atau tugas akhir dengan judul "Pengarung Konflik Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pemerintah Desa Sangiang Kabupaten Bima" tersebut dilaksanakan pada bulan Juli 2019 lalu.

Igon Nusuki dalam penelitiannya menggunakan metodologi dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Adapun Variabel penelitian yaitu, Variabel Kinerja pegawai, Konflik Kerja dan Stres kerja.

Hasilnya, cukup menggegerkan masyarakat, ternyata pegawai atau aparatur Pemerintah Desa Sangiang memiliki masalah internal yang cukup serius, mulai dari tumpang tindih pekerhaan, jauh dari kata profesional, pengetahuan yang tidak memadai, pola pikir yang masih stagnan, tidak bisa bekerjasama dengan baik, bahkan kepribadian pemimpin masih tradisional.

Foto: Igon Nusuki (berambut gondrong) saat melakukan penelitian.
Berikut hasil penitian dan pembahasan Igon Nusuki yang terdiri dari tujuh poin:

Pegawai pemerintah desa Sangiang berjumlah 16 orang termasuk tenaga pembantu, terdiri dari 3 pegawai perempuan 13 lainnya adalah pegawai laki-laki, dengan kisaran usia 25-75 tahun dengan masa jabatan berkisar 1-20 tahun, klasifikasi jenjang pendidikan sarjana 6 orang dari berbagai disiplin keilmuan berbeda dan sisanya 10 orang lulusan sekolah menengah atas (SMA).

1. Quantity of work, yaitu kuantitas pekerjaan yang dilakukankan oleh seorang individu ataupun pegawai, fakta lapangan jumlah kerja pegawai pemerintah desa Sangiang sedikit dan tumpang tindih jauh dari kata profesionalitas kerja.

2. Job knowledge, yaitu luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilan, fakta lapangan pengetahuan pegawai pemerintah desa Sangiang cukup sempit dan hamper tidak mampum menjabarkan atau menginterpretasikan tugas dan fungsinya yang telah di tetapkan.

3. Creativeness, yaitu keaslian gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul, fakta lapangan pada pegawai pemerintah desa Sangiang creativeness itu tidak ada dan cenderung cara berfikirnya stagnan di situ-situ saja.

4. Cooperation, yaitu kesiapan dan kesediaan untuk bekerjasama dengan pihak lain atau sesama pegawai, fakta lapangan pegawai pemerintah desa Sangiang kurang comperation.

5. Dependability, yaitu tingkat kesadaran seseorang untuk dapat dipercaya adalah penting apalagi dalam hal kehadiran dan penyelesaian pekerjaan, fakta lapangan pegawai pemerintah desa Sangiang punya kesadaran dalam hal kehadiran tetapi dalam hal penyelesain kerja cukup kurang.

6. Initiative, yaitu dorongan dan inisiatif dalam menjalankan pekerjaan baru dan dalam hal memperbesar tanggungjawabnya sebagai pegawai, fakta lapangan pegawai pemerintah desa Sangiang kurang semangat, inisiatif dalam melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawabnya.

7. Personal qualities, yaitu sesuatu yang berkaitan dengan keperibadian, kepemimpinan, dan integritas pribadi, fakta lapangan pegawai pemerintah desa Sangiang dalam kepribadian, kepemimpinan cenderung masih tradisional baik itu cara berpikir dan bertindak dalam proses kerja, kemudian sebagian besar memiliki integritas yang pasif.

Foto: Usai Ujian Igon Nusuki disambut teman-temannya.
Adapun data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian, tersebut yaitu, data primer dan data sekunder. Sementara teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Menurut pengakuan Igon Nusuki, dirinya membutuhkan waktu sedikitnya 1 bulan untuk menyelesaikan penelitian tersebut. Hampir semua aparatur desa yelah diwawancarai, baik Kepala Desa, Sekertaris Desa, maupun aparatur desa, bahkan hampir Semua Kepala Dusun. Ia juga mengungkapkan bahwa penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

"Kan sudah diuji di kampus, sudah selesai," Ungkap Igon.

Berkat penelitian terkait pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pemerintah desa Sangiang Kabupaten Bima tersebut, Igon Nusuki berhasil mendapatkan nilai A.

"Alhamdulillah dapat nilai A," terangnya.

"Memperbaikin manajemen pemerintahan desa Sangiang secara menyeluruh dan Melakukan langkah-langkah sesui rulle of games yang telah ditentukan," Saran Igon kepada Pemdes Sangiang.

Furkan/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update