Notification

×

Iklan

Iklan

Ketika Teknologi dan Internet Mengubah Kebiasaan

Rabu, 27 November 2019 | 07.11.00 WIB
Foto: Penulis
Teknologi secara umum merupakan sebuah aset atau sarana kebutuhan manusia memiliki ragam bentuk dan sangat instan seperti mesin dan Internet.

Sedangkan menurut ahli ilmu filsafat teknologi merupakan alat untuk memecahkan masalah manusia. Berkembangnya teknologi memang banyak membantu masyarakat untuk mempermudah sesuatunya seperti gadget

Gadged adalah salah satu teknologi yang 99,9% masyarakat Indonesia memilikinya. Gadget dapat sangat mudah diakses oleh siapa saja dan dimana saja. Perkembangan teknologi tentu saja membuat masyarakat candu akan hal-hal instan.

Negara lain contohnya seperti yang dilansir di liputa.com Korea Utara merupakan negara yang membatasi penggunaan Internet terhadap penduduknya, penggunaan Internet disana hanya untuk pihak-pihak tertentu. Bisa diartikan ini sangat berbanding terbaik dengan negara indonesia yang dimana pengaksesan Internet yang sangat bebas dan dapat dilakukan oleh orang dewasa bahkan anak-anak.

Pemerintah maupun masyarakat seharusnya dapat dengan bijak mengatasi ini, karena Gadget sangat memicu gangguan kesehatan terutama gangguan terhadap fungsi otak akibat radiasi HP.

Banyak juga orang didunia ini yang terrenggut nyawanya oleh kekecerobohan menggunakan teknologi, seperti kecelakaan saat terlalu sibuk terhadap HP dan lain-lain. Lalu bagaimana cara kita untuk mengatasi ini? Sangat mudah dengan memulai dari hal yang kecil seperti menumbuhkan kesadaran terhadap diri sendiri agar tidak terpaku akan teknologi. Karena pada jaman sekarang penggunaan teknologi juga menelan banyak waktu.

Perubahan masyarakat sendiri terpampang dengan jelas karena adanya teknologi ini, seperti Indonesia yang dulunya sangat interaksi, musyawarah, gotong royong dan saling peduli satu sama lain kini mulai pudar karena adanya teknologi yang membuat masyarakat kecanduan.

Bahkan ini akan sangat memicu akan kurangnya jati diri bangsa yang cerdas kedepannya. Pada era sekarang bukan hanya orang dewasa yang melupakan tradisi dan kebiasaaan budaya. Anak kecilpun merasa asing bahkan tidak mengenali permainan tradisional karena pesatnya teknologi.

Kita tentu saja tidak ingin kehilangan citra asri Indonesia sebagai bangsa yang memiliki ciri khas adat dan budaya yang sangat kental. Terutama lagi generasi setelah generasi milineal sekarang.

Ditambah dengan kecanduan serta pembaharuan robot yang lebih canggih memungkinkan indonesia akan menjadi negara yang dibudaki oleh robot. Hal ini dibuktikan oleh mesin2 serta teknologi canggih lainnya yang telah menggantikan tenaga kerja manusia dari tenaga kerja berat hingga ringan. Bahkan tidak menutup kemungkinan robot juga akan menjadi pemerintah karena mengingat kepintaran robot jaman sekarang sangat tinggi.

Hal ini perlu dibatasi menginggat koodrat manusia sebagai makhluk sosial dan saling membutuhkan satu sama lain. Mengingat hal ini kita harus memikirkan bagaimana nasib Indonesia selanjutnya? Apakah indonesia akan menjadi negara yang dikuasai robot? Akankah SDM diindonesia akan diganti dengan SD(R)?
Sebaiknya orang tua, masyarakat serta pemerintah dapat mempertimbangkan dan sadar diri akan dampak teknologi ini lebih jauh lagi, agar kehidupan dimasa depan dapat seimbang, agar SDM lebih meningkat dan tidak digantikan oleh robot.

Penulis: Mahasiswi prodi bahasa inggris Universitas Muhammadiyah Malang
×
Berita Terbaru Update