Notification

×

Iklan

Iklan

Tumbangnya Petahana

Minggu, 22 September 2019 | 07.23.00 WIB
Foto: Penulis
Dalam demokrasi ada istilah yang sering kita dengar jika sudah memasuki masa-masa akhir periode kepemimpinan seseorang yang sedang memimpin. Istilah yang akan kita dengar adalah petahana, petahana merupakan seseorang yang mendaftarkan kembali dirinya dalam kontestasi politik untuk melanjutkan periode kepemimpinan.

Petahana selalu menjadi hal yang spesial. Sebab, dia sudah diberikan oleh rakyat kesempatan untuk membuktikan diri dalam memimpin dan mengayomi rakyatnya. Pada periode kepemimpinan pasti banyak gebrakan- gebrakan yang sudah dilakukan oleh pemimpin tersebut untuk menjadikan masyarakatnya sejahterah. Terlepas apakah gebrakan atau program tersebut memberikan efek positif kepada rakyatnya.

Rakyat pada umumnya selalu menginginkan pemimpin yang ideal untuk memimpin wilayahnya. Pemimpin yang ideal adalah seseorang yang mampu menyelesaikan permasalah yang selalu menyelimuti kehidupan masyarakatnya. Untuk menyelesaikan permasalah pemimpin harus bisa bergandengan dengan masyarakat bukan menempatkan masyarakat sebagai musuh. Kupasan singkat di atas merupakan hal ideal yang dilakukan oleh pemimpin pada umumnya.


Fenomena saat ini banyak kita jumpai setelah seseorang memimpin dia lupa akan tanggung jawabnya, terlepas itu pemimpin tingkat Desa, Kabupaten, bahkan Provinsi. Ingat tanggung jawab utamanya adalah mensejahterahkan rakyat dengan program-program yang sesuai dengan visi dan misi.

Keberhasilan pempimpin bisa di ukur dengan melihat beberapa indikator, seperti:

1. Tindakan kriminalitas menurun (pencurian, perkelahian, pembunuhan, narkoba, dan lain-lain)
2. Masyarakat hidup harmonis
3. SDM (pemuda) kreatif
4. Ekonomi rakyat yang membaik.
5. Penataan wilayah.

Lima indikator di atas bisa mewakili keberhasilan pemimpin, tetapi jika indikator di atas tidak dapat dicapai pada saat seseorang tersebut memimpin maka jangan lagi diberikan kesempatan, karena itu menunjukan rendahnya kualitas orang tersebut.

Pada saat Ini Masyarakat sudah memahami bagaimana melihat dan menilai kinerja pemimpinnya, sehingga bukan hal yang mudah bagi petahana untuk mempertahankan kekuasaan jika kinerja pada saat berkuasa tidak memberikan dampak yang signifikan. Jadi, bagi para petahana jangan pernah merasa di atas angin karena sudah sempat berkuasa.

Tumbangnya petahana dalam kontestasi politik dipengaruhi oleh elektabilitas penguasa yang menurun, menurunnya elektabilitas bisa dipengaruhi beberapa hal seperti:

1. Tidak mau menerima kritik dari masyarakat.
2. Program yang dijalankan salah sasaran.
3. Penyalahgunaan anggaran
4. Masyarakat melek politik
5. Munculnya figur yang berjiwa sosial.

Dalam demokrasi petahana bukanlah orang yang mustahil dikalahkan, sebab yang akan memberikan pilihan adalah rakyat. Periode pertama masyarakat akan memberikan kesempatan, jika kepemimpinan periode pertama amburadul maka bersiaplah dengan kekalahan. Ibarat kata merebut kekuasaan lebih mudah dari pada mempertahankan kekuasaan.

Dari penjabaran di atas saya mengajak masyarakat bersikap secara objektif dalam memilih pemimpin, bukan karena rasa tidak enak atau lain hal.

Penulis: Khairil Ar Rahman
×
Berita Terbaru Update