Notification

×

Iklan

Iklan

Aku Mencintaimu Seperti Aku Mencintai Senja, Seserdehana Itu

Minggu, 07 Juli 2019 | 11.11.00 WIB
Foto: Penulis
Bagiku, jatuh cinta padanya seperti mengagumi senja. Ya, senja. Aku sangat tergila-gila dengan yang namanya senja. Karena mencintaimu seperti aku mencintai senja. Katakanlah dirimu itu senja. kehadiranmu disetiap sore yang menjelang malam selalu dinantikan oleh seorang diriku.

Aku selalu takut bila ada awan hitam yang akan membawa serta hujan untuk mencegah aku dan kehadiranmu. karena kamu selalu mengirimkan sebuah cahaya keemasan untuk memanggil dirimu dan sebuah cahaya yang selalu menyelusup di antara ronga-ronga yang menembus kaca-kaca jendela yang menjulang tinggi seakan kamu menelusuri seluruh kota
Ya, aku jatuh cinta padanya seperti aku mengagumi sebuah senja.

Ia yang datang tiba-tiba entah dari mana, dan aku pun suka. Dia itu beda, lain daripada yang pernah singgah lalu pergi tanpa permisi. Mata indahnya yang kuibaratkan seperti langit senja, dimana setiap dirku melihatnya tak pernah bosan untuk kupandangi. Dia, yang kini sedang berada di suatu tempat yang tinggi di dalam hatiku.

Senyumannya yang selalu melambai-lambai di kepalaku, layaknya aku mengingat jelas bagaimana angin yang menyapa pohon kelapa ditepi pantai. Dimana ia selalu tersenyum, tersenyum dan selalu tersenyum. Aku suka dengan senyumannya dan aku jatuh cinta dengan senyuman manismu itu.
Dia itu hebat.

Dia mampu mebuat diriku jatuh cinta seperti aku jatuh cinta pada senja. Entah apa yang telah ia lakukan pada sistem pengendalian hati yang sudah lama tak merasakan jatuh hati ini. Ya, dia sangat hebat sekali karena hanya dengan sebuah senyumannya dan tatapan matanya saja aku serasa berada di tengah-tengah lautan yang terombang ambing yang tak menentu. Ia tersenyum dan aku ingin sekali rasanya menyimpan senyuman itu, hanya untukku sendiri.

Lalu ia mengeluarkan sebatang pembunuh beracun dan meletakkannya di sela jari telunjuk dan jari tengah lalu menyalakannya, dan mengeluarkan sebuah kumpulan asap dari mulut dan hidung yang membuat aku jatuh cinta.

Senja itu ibaratkan sebuah hari, membuat sesuatu yang telah terjadi menjadi sebuah puzzle yang harus kita rangkai agar dapat terbentuk dan tersusun dengan rapi agar dapat dikenali.

Senja yang setelahnya tentu sang malam akan tiba, sang langit tak peduli lagi pada sebuah mentari yang telah pergi, sebab ia hanya peduli pada perjumpaannya dengan sang rembulan dan akan selalu menunggu senja-senja yang indah untuk datang dan mendengkapkan kita di sebuah pertemuan yang sempurna.

Saat ini aku mengerti mengapa engkau bisa mencintai sebuah senja yang begitu dalam.seperti yang telah kau katakan, senja adalah sebuah pertemuan yang tak mungkin kau ingkari kehadirannya.

Senja adalah cinta dan sejarah yang memulai semua catatan yang serdehana kepunyaanmu dan kau pernah berujar serdehana pada catatan itu yang berisi tentang cintamu pada sebuah senja atau tentang rasa syukurmu pada sebaris nikmat yang digariskannya di ujung perjalananmu.

Aku tak bisa menafsirkan atau sekedar menerjemahkan sosok serdehana itu. Sosok yang cinta pada senja dan sosok yang selalu merindukan akan kehadiran seseorang yang dia rindukan. Sosok seorang yang selalu setia menunggu sebuah pelangi hadir selepas hujan di senja yang tua itu.

Dan aku mengerti, bahwa senjalah yang menghadirkan satu cinta untuk menuju sebuah alamatnya yang indah setelah melewati gundukan pasir hitam dan hamparan laut selatan yang membentangi di depan mataku karena senja seakan-akan menyampaikan sebuah pesan. Yang dimana wujud senja senja tidak akan ada habisnya, selalu bisa menarik perhatianku dan mempunyai magis tersendiri.

Bagiku, senja adalah sebuah waktu yang paling indah dan romantis untuk sekedar bercengkrama dan berbagai cerita yang semua terjadi. Ditemani suara ombak yang bergemuruh dan bergulung sambil menari, dan menjemput pasir-pasir putih yang menungguinya di tepi pantai.

Sementara burung-burung yang dengan indah berterbangan di atas air, yang bersenandung merdu menghibur ikan-ikan di laut. Senja telah mengajarkanku bahwa jika ingin menggapai sesuatu yang indah dibutuhkan sebuah kesabarann dan keikhlasan hati.

Penulis: Dhyan
×
Berita Terbaru Update