Notification

×

Iklan

Iklan

Metode Pembelajaran Kreatif: Wujud Tuntutan Dunia Pendidikan Abad 21

Selasa, 25 Juni 2019 | 08.22.00 WIB
Foto: Penulis
Di abad 21, proses belajar mengajar yang cenderung pasif sudah saatnya direkonstruksi. Pasalnya, masih banyak karakteristik pembelajaran saat ini yang tidak sesuai dengan tuntutan abad 21. Minimnya kontribusi siswa, baik dalam bertanya maupun mengungkapkan argumentasi misalnya, yang mengakibatkan proses pembelajaran seakan telah mengisolasi antusiasme siswa dalam berinovasi.

Problematika tersebut tentunya menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan yang harus segera menemukan jalan keluarnya.
Mengutip istilah dari Hermawan yang memaparkan bahwa, meningkatnya korelasi antar negara dan ketersediaan informasi tanpa batas, menjadi salah satu dari sekian bukti terintegrasinya abad 21 dalam kehidupan saat ini. Oleh karena itu, pendidikan sebagai tonggak peradaban bangsa, memerlukan perubahan yang sesuai dengan abad 21.

Salah satunya melalui penerapan metode kreatif dalam pembelajaran. Secara umum metode kreatif berperan sebagai alat untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran yang berkualitas, menyenangkan, dan memberikan pengalaman nyata kepada siswa.

Berkaitan dengan metode pembelajaran, pemerintah sebenarnya telah mengemukakan beberapa metode di dalam kurikulum 2013 di antaranya; Diskusi, yaitu metode yang menyajikan suatu permasalahan untuk diselesaikan berdasarkan pendapat para anggotanya. Dalam implikasinya, metode diskusi menuntut kreativitas siswa untuk berpikir kritis guna memecahkan masalah secara demokratis.

Selanjutnya, metode eksperimen yang mengasung keleluasaan siswa untuk mencoba, membuktikan, serta menguji keabsahan dari sebuah dugaan. Metode terakhir yaitu simulasi yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi selama proses pembelajaran. Selain itu, metode simulasi lebih menekankan aktivitas bermain peran dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Keseluruhan metode tersebut sejatinya telah mengusung empat karakteristik pendidikan abad 21 yang meliputi; pertama, Critical Thinking and Problem Solving yang menekankan pada kecakapan siswa dalam menganalisa dan menyelesaikan masalah menggunakan daya pikir kritis; kedua, Creativity and Innovation membutuhkan keterbukaan guru agar siswa mampu mengembangkan kreativitas tanpa batas; ketiga, Communication menuntut kecakapan siswa dalam berkomunikasi, sehingga mampu mengutarakan buah pikirnya secara efektif dan; keempat, Collaboration yaitu unjuk kemampuan siswa dalam bekerjasama melalui kelompok. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, ketiga metode tersebut secara tidak langsung telah disiapkan pemerintah sebagai antisipasi terhadap kegamangan masyarakat terhadap problematika pendidikan di abad 21.

Ketiga metode tersebut memang cukup familiar dalam dunia pendidikan. Hanya saja, jika pendidik mampu menelisik lebih lanjut, terdapat beragam metode kreatif lain yang dapat diterapkan dalam pembelajaran meliputi pertama, Example Non Example yang memanfaatkan media gambar dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Metode ini memang tidak sementereng metode yang ditawarkan pemerintah. Namun daya kritis siswa dituntut agar mampu memecahkan sebuah permasalahan sesuai gambar yang dipaparkan.

Dilain sisi, pengaplikasian media gambar dalam sebuah metode pembelajaran dikatakan cukup kreatif karena mampu menstimulasi siswa untuk terlibat dalam proses penemuan (Discovery). Kedua, metode Picture and Picture memiliki kesamaan dari segi penggunaan media dengan metode Example non Example.

Hanya saja perbedaan terletak pada konsep yang ditawarkan berupa penyusunan gambar menjadi sebuah urutan logis. Metode ini sangat selaras jika diterapkan dalam kelompok diskusi/kooperatif untuk mengetahui tingkat capaian kognitif setiap anggota kelompoknya. Selain itu, Picture and Picture dapat dikategorikan sebagai metode aktif, kreatif, dan menyenangkan karena mampu mengembangkan cara belajar siswa menjadi lebih baik. Ketiga, metode Mind Maping atau peta pemikiran yang dalam penerapannya sangat bergantung imajinasi dan daya kreasi siswa, sehingga metode ini menjadi pilihan yang efektif untuk mengasosiasikan kinerja otak kanan dan kiri.

Pendidikan di era milenial sejatinya menuntut guru agar mampu berkreasi dalam menggunakan pendekatan, pemilihan sumber belajar, dan menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan.

Dengan adanya beragam metode pembelajaran yang ditawarkan oleh pemerintah maupun pihak lainnya, tidak menutup kemungkinan untuk menciptakan metode kreatif sebagai upaya mewujudkan kegiatan belajar yang efektif, efisien, dan penuh pengalaman. Selain itu, dalam penerapannya guru harus memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya menyelaraskan pembelajaran dengan tuntutan pendidikan di abad 21.

Penulis: Galuh Farah Rahma Yunita
×
Berita Terbaru Update