Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia dan warga dunia pada umumnya masih berlangsung sampai saat ini, kondisi yang demikian membuat masyarakat dilematis satu sisi kita mengalami krisis kesehatan di sisi lain juga kita mengalami trauma untuk melakukan Interaksi seperti biasanya.
Pada kondisi yang demikian sangat berefek pada pendapatan masyarakat pada umumnya, Salah satunya adalah terhambat dunia Usaha. Salah satu UMKM yang nyaris fakum diakibatkan oleh pandemi adalah "UMKM Omah Creatif", Milik Abdul Aziz yang beralamat di perumahan Bumi Madinah Blok D No.68 Desa landungsari, Kec.Dau, Kab. Malang. Adapun usahanya adalah Lampu hiasan (Lampu lampion) yang berbahan dasar Pipa paralon dengan berbagai ukiran yang sangat unik sehingga mempunyai daya tawar yang kuat di tengah masyarakat lokal maupun mancanegara.
Setelah dikemudian hari UMKM "Omah Creatif" milik Abdul Aziz mengalami ujian pertama saat pemerintah memberlakukan Lock Down sampai pada PPKM berjilid-jilid oleh karena maraknya Virus yang terpapar (Covid19) yang berimbas pada kekurangan tenaga kerja dan melemahnya Stok Produk ditengah kuatnya daya tawar masyarakat dengan Produk Lampu lampion tersebut.
Dengan adanya Fenomena di atas dan disaat yang bersamaan saya Atas nama Amirudin selaku mahasiswa Program magister manajemen, Universitas Negeri Malang (UM) melakukan survey tempat pengabdian dan pendampingan Masyarakat, Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program kerja kegiatan pengabdian masyarakat Pusat Sumber Daya Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PWSKKN LP2M) Universitas Negeri Malang (UM), yang berlangsung selama 1 semester sejak 29 September 2021 lalu, Pengabdian tersebut juga mendapat apresiasi dari Agung Winarno dan Agus Hermawan, dosen FEB UM, yang menjadi penanggung jawab program pengabdian sekaligus pengampu mata kuliah Pengembangan Wawasan Manajerial.
“Kami mengirimkan mahasiswa ke desa untuk turut berkontribusi dalam mengatasi permasalahan di lapangan. Sehingga teori-teori yang dipelajari di kampus, bisa efektif di praktikkan di masyarakat. Dan kami lihat perkembangannya cukup baik,” kata Agung Winarno.
Dalam kegiatan pendampingan tersebut setidaknya saya menemukan 3 Point tambahan dalam mengatasi keberlangsungan UMKM tersebut yaitu SDM, Produksi dan Distribusi, Pemasaran.
Pada aspek SDM/Karyawan, harus ada materi dan training yang berjenjang agar mereka semakin termotivasi dan rasa tanggungjawab serta berloyalitas tinggi terhadap lingkungan kerjanya, Selanjutnya soal Produksi dan Distribusi adalah Inovasi yang bervarian selain dengan kemasan yang sudah ada, Sebab rasa puas pelanggan yang sudah ada tidak menutup kemungkinan dgn adanya kemasan baru akan membeli lagi, sisi Distribusi ialah memperpanjang rantai distribusi baik pasar tradisional maupun pasar Modern, juga di beberapa Instansi swasta maupun negeri, Sementara pada Point Pemasaran adalah selain masifikasi komunikasi melalui Media sosial juga dipertahankan melalui interaksi langsung karyawan dengan masyarakat melalui promosi manual supaya tidak kalah saing dengan Kompetitor lain.
Adapun masukan adalah upaya pemugaran kembali UMKM yang sudah di maksimal pada awal berdiri sampai pada tahap Produksi dan pemasarannya Peningkatan Produksi dan Pemasaran UMKM Omah Creatif, di Landungsari, Kec. Dau, Kab. Malang.
Sementara Abdul Aziz Owner UMKM Omah Creatif sangat mengapreasi atas kedatangan Program Pengabdian Mahasiswa Pascasarjana di UMKM Omah Creatif yang memberikan warna dalam Usaha kami.