Notification

×

Iklan

Iklan

Sejumlah Fakta Mencengangkan Dalam Kasus Video Mesum di RSUD Dompu

Sabtu, 23 Januari 2021 | 19.30.00 WIB

 

Foto: Kapolres Dompu Saat Menggelar Konferensi Pers, Jum'at 22 Januari 2021 (Foto diambil dari akun Instagram @Polres.Dompu.Ntb)

Indikatorntb.com - Penyebaran video mesum berdurasi 1 menit 30 detik yang memperlihatkan adegan "panas" diatas ranjang di salah satu ruangan isolasi pasien Covid-19 RSUD Dompu mulai menemukan titik terang, Sabtu (23/01/21).


Sejumlah saksi sudah diperiksa, dua orang tersangka dan beberapa barang bukti sudah di amankan oleh penyidik Polres Dompu.


Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH.,S.I.K., yang memimpin konferensi pers yang di gelar kemarin Jum'at 22 Januari 2021 membeberkan beberapa fakta penyidikan.


"Kapolres AKBP Syarif Hidayat, SH.,S.I.K pimpin pelaksanaan konferensi pers Polres Dompu didampingi oleh Kasat Resrim Polres Dompu, IPTU Ivan Roland Cristovel, S.T.K dengan mengungkap penyebaran video Syur," Tulis akun instagram @Polres.dompu.ntb dalam postingannya, Jum'at 22 Januari 2021 kemarin.


Fakta penyidikan yang diungkap dalam konferensi pers itu terbilang cukup mencengangkan. Berikut fakta-fakta yang berhasil dirangkum oleh indikator dari berbagai sumber dan berdasarkan hasil konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Dompu.


Pelaku Kasus Penyebaran Video Mesum


Dalam kasus ini, penyidik Polres Dompu hanya menetapkan dua orang pegawai RSUD Dompu sebagai tersangka penyebaran video mesum. Meskin selanjutnya penyidikan akan terus dikembangkan. 


"Mereka adalah inisial A honorer dan AM merupakan PNS Rumah Sakit,” ungkap Kapolres Dompu, AKBP Syaruf Hidayat, SH, SIK dalam press rilis yang digelar di Mapolres Dompu, Jumat (22/01) dilansir dari media Bimakini.com. 


Pegawai RSUD Dompu inisial A merupakan pelaku yang pertama kali merekam video itu melalui layar monitor CCTV RSUD yang ada di ruangan petugas. Sementara HM merupakan pelaku yang pertama kali menyebarluaskan video mesum tersebut.


Waktu dan Tempat Mesum


Diketahui perbuatan mesum itu terjadi pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 14.20 WITA di kamar nomor 6 ruang isolasi Covid-19 RSUD Dompu. Namun, baru tersebar luas di kayar kaca publik sekitar tanggal 20 Januari 2021. Artinya video itu viral beberapa hari setelah kejadian mesum. 


Tentunya, sebelum di sebar ke media sosial, para pelaku memiliki waktu dan kesempatan untuk berfikir bahkan berhari-hari. Hingga akhirnya memutuskan untuk menyebarkan video tersebut.


Sumber dan Pemilik Video


Diketahui, tersangka inisial A hanya merekam video mesum tersebut melalui layar monitor CCTV milik RSUD Dompu, sementara tersangka AM hanya pelaku yang pertama kali menyebarkan video mesum tersebut.


Artinya sumber dan pemilik video mesum tersebut bukanlah berasal atau milik para tersangka, mereka hanya merekam dan menyebarkan saja. Dari hasil konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Dompu, dapat disimpulkan bahwa sumber video berasal dari rekaman CCTV milik RSUD Dompu.


Antara Kelalaian dan Disengaja 


Para tersangka diketahui dengan sengaja dan tanpa hak merekam, menyimpan bahkan menyebarkan video mesum menggunakan Smartphone miliknya. Di lain pihak, diduga pihak RSUD Dompu selaku pemilik yang menyimpan video Mesum tersebut mengalami kelalaian.


Buktinya, ruang petugas CCTV milik RSUD Dompu disalahgunakan untuk melakukan tindak pidana penyebaran video mesum oleh para tersangka.


Disadari atau tidak, disengaja atau karena kelalaian pihak RSUD Dompu telah membuat dan menyimpan video mesum itu sejak tanggal 11 Januari 2021 sebelum akhirnya hardisk tempat disimpannya video mesum itu disita oleh Polres Dompu. 


Barang Bukti yang di Sita


Selain telah mengamankan para tersangka, penyelidik Polres Dompu juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya dua unit handphone yang dugunakan oleh para tersangka untuk menyebarluaskan video tersebut. Selain itu juga telah mengamankan sim card dan hardisck CCTV.


Pelaku Mesum adalah Pasien Covid-19 dan Pengunjung


Pelaku mesum yang terekam oleh CCTV milik RSUD Dompu diketahui dilakukan oknum polisi yang bertugas Polres Dompu bersama seorang wanita asal Bima yang bukan istrinya.


Diketahui, wanita tersebut adalah pengunjung yang berhasil masuk dan duduga telah melanggar protokol kesehatan Covid-19 dan SOP pengunjung RSUD Dompu.


Oknum polisi yang berpangkat BRIPTU tersebut merupakan pasien Covid-19 yang sedang dirawat di ruangan isolasi nomor 6 RSUD Dompu, sedangkan wanita lawan mainnya bukanlah pasien Covid-19 melainkan pengusaha di bidang salon kecantikan.


“Terduga pelaku asusila yang merupakan oknum anggota polisi tersebut akan ditindak tegas karena dinilai telah melanggar kode etik profesi Polri,” tegas Kapolres Dompu saat konferensi pers di Mapolres Dompu, Jum’at (22/01).


Selain dianggap telah mencemarkan nama baik institusi kepolisian dan melanggar kode etik profesi Polri, oknum polisi bersama lawan mainya akan dijerat dengan UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan penyebaran wabah penyakit Covid-19.


UU yang Digunakan Untuk Menjerat Para Pelaku


Penyidik Polres Dompu akan menggunakan UU Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan penyebaran wabah penyakit Covid-19 untuk menjerat para pelaku mesum.


Khusus oknum polisi pelaku mesum juga akan dikenakan sanksi kode etik profesi Polri.


Sedangkan untuk menjerat para pelaku penyebar video mesum, penyidik Polres Dompu menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU tentang Pornografi.


Kasus yang Berbeda


Antara dugaan tindak pidana penyebara video mesum dan perilaku atau perbuatan mesum adalah satu kesatuan peristiwa pidana yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, namun keduanya dijerat dengan ketentuan hukum yang berbeda-beda sebagaimana tersebut di penjelasan sebelumnya.


Pelaku penyebar video mesum dijerat dengan ketentuan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU tentang Pornografi. Sedangkan pelaku mesum yang terekam CCTV milik RSUD Dompu akan dijerat dengan UU tentang kekarantinaan kesehatan dan penyebaran wabah penyakit Covid-19 dan sanksi Kode Etik Profesi Polri.


Pertanyaannya, apakah kasus dugaan tindak pidana penyebaran video mesum dan perilaku asusila yang terekam CCTV hanya melibatkan pelaku inisial A yang pertama kali merekam video mesum, pelaku inisial HM yang pertama kali menyebarluaskan video mesum, pelaku mesum oknum polisi dan perempuan lawan mainnya saja yang dijerat?


Bagimana dengan pihak RSUD Dompu yang secara terang-terangan diduga telah membuat, menyimpan dan memiliki video mesum melalui rekeman CCTV kemudian secara otomatis tersimpan di dalam hardisk miliknya? Apakah lepas begitu saja dari jeratan hukum? 


Selain itu, pihak RSUD Dompu juga patut diduga telah lalai dalam menerapkan protokol Covid-19 sehingga menyebabkan pengunjung dengan mudahnya masuk bahkan berhubungan badan dengan pasien Covid-19 yang sedang di isolasi. Justru hal itu akan mempermudah penyebaran wabah Covid-19.


Nah, untuk menjawab hal itu, mari kita tunggu hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dari pihak penyidik Polres Dompu.


Furkan/Indikatorntb




×
Berita Terbaru Update