Notification

×

Iklan

Iklan

Desa Pujon Kidul, "Patron Client" Pengembangan Wisata Desa di Madapangga

Minggu, 23 Juni 2019 | 22.14.00 WIB
Foto: Kegiatan Traveling anggota IKAMADAMA di Desa Pujon Kidul
Himpunan Mahasiswa Madapangga Malang (IKAMADAMA), dalam kegiatan “Traveling IKAMADAMA”, telah melakukan observasi dan peninjauan langsung terhadap salah satu desa wisata mandiri kreatif yang berdomisili di wilayah Kabupaten Malang. Desa Pujon Kidul namanya, yang berada lumayan cukup jauh dari pusat Kota Malang.

Dalam pengamatan kami, desa ini merupakan salah satu desa yang sangat unik dengan pemandangannya (viuw) yang indah, karena terletak di wilayah perbukitan yang di tata sedemikiaan rupa, dengan memanfaatkan lahan-lahan produktif milik warga, untuk di tanami berbagai jenis tanaman hultikultura seperti aneka buah dan sayuran seperti (strowberry, tomat, broccoli, cabe, dan sejenisnya).

Sejatinya eksistensi desa hanya sekedar untuk memberikan program dan menunjang anggaran untuk masyarakat dalam kaitannya menanggulangi problem angkan pengangguran yang kian akut di Negeri ini. Dalam proses pengelolaan hasil potensi desa seperti, perkebunan, dan pertaniannya. Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat saling bergangdengan tangan dan saling menyokong satu sama lain, memberikan edukasi terhadap kita bahwasannya kita yang memiliki wilayah iklim agragaris yang baik memungkinkan untuk bisa mengambil pelajaran yang berharga untuk menggali potensi wilayah masing-masing khususnya di wilayah kecamatan Madapangga.


Tentu saja, untuk menjadikan desa-desa lain supaya ingin seperti desa Pujon Kidul bukanlah suatu prahara mudah, apalagi yang ingin di kembangkan seperti desa-desa yang ada di wilayah kecamatan Madapangga misalnya. Yang paling pokok menurut kami, harus dimulai dengan kesadaran dari pemerintah Desa, dalam melihat potensi desa, Kepala Desa bersama dengan jajarannya harus melakukan peninjauan dan evaluasibesar-besaran dari berbagai segi manapun sehingga bisa menemukan potensi-potensi yang bisa di kembangkan tentu saja pengelolaan itu melalui anggaran dana desa sebagaimana amanat undang-undang desa yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Berbagai langkah bisa kita tempuh, kita bisa mengambil satu atau dua desa yang dijadikan sampel misalnya desa woro dengan lahan pertanian yang luas dan air yang berlimpah rua dengan memanfaatkan bendungan woro dan desa bolo sebagai ikon wisata dengan memperhatikan kawasan lintas propinsi sehingga memungkinkan masyarakat luas bisa melihat pesona alam wisata baik itu alamiah maupun buatan lagi-lagi tergantung pada keadalaman analisis potensi desa. Untuk membangun desa wisata tidak hanya sebatas pada pemaksimalan potensi alam bisa juga pemaksimalan berbagai kekayaan budaya sehingga menjadi wisata budaya hal ini sangat berpotensi sekali di Desa-Desa Se-Kecamatan madapangga.

Wisata Desa Pujon Kidul kebupaten malang hanya sebagai referensi pengelolaan saja sebagai basis analisis awal bagi Ikatan Mahasiswa Madapangga Malang (IKAMADAMA) dalam melakukan peninjauan keluar yakni dengan tujuan agar supaya desa kita yang berada di wilayah madapangga minimal punya referensi dalam hal membangun aspek ekonomi sosial sehingga bisa meminimalisir adanya pengangguran dan mengelola anggaran sesuai dengan unsur pemanfaatan masyarakat.

Tujuan pembangunan suatu desa memang tidak terlepas dari campur tangan dari unsur pemerintah yang punya inisiatif baik dan punya gagasan cerdas dalam hal pengembangan potensi daerah, mulai dari pemerintah Pusat, Daerah, sampai kepada Pemerintah Desa, namun jauh panggang dari api, melihat realitas yang terjadi di wilayah Kec.

Madapangga tidaklah sesuai dengan keinginan sekelompok kami sebagai mahasiwa, kami menilai, kurangnya keharmonisan antara masyarakat dengan pemerintah desa adalah penghambat pembangunan Desa, terutama untuk menjadikan desa sebagai desa wisata kreatif mandiri seperti Pujon Kidul. Keinginan memajukan desa harus ditunjangi dengan adanya dukungan dan kesadaran masyarakat setempat untuk menjemput program pemerintah dalam tahap demi tahap untuk pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Dari hasil pengamatan Tim Observasi IKAMADAMA dengan adanya Wisata Pujon Kidul sangat membantu perekonomian masyarakat bagaimana tidak, seluruh pekerja mulai dari pengelola sampai dengan tukang parkir semuanya dari masyarakat desa dengan gaji rata-rata Rp 60.000,-per hari sehingga mengurangi angka pengangguran.

Kemudian dari segi pengelolaan lahan disamping hasil pertanian dan perkebunan lahan di gunakan untuk ikon foto-foto serta peternakan masyarakat dapat menfaatkan pengelolaan peternakan sapi khususnya pengelolaan susu sapi yang akan di distribusikan di berbagai warung kopi di sekitar wisata dalam kawasan desa pujon kidul. tentu sebagai orang baru sangat takjub dengan kawasan ini, bagaimana tidak desa dengan skala pemeritahan yang kecil dapat mengelola perekomian dengan baik dengan sumber kebutuhan masyarakat bisa tercukupi melalui pengelolaan dari masyarakat sendiri tanpa harus import dari luar.

Hal yang luar biasa lagi adalah desa pujon kidul menjadi salah satu desa yang dijadikan contoh desa mandiri sebagaimana tujuan dari lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Undang-Undang tersebut bertujuan agar desa sebagai struktur pemerintah paling kecil dengan jumlah desa sekitar 74.754 dapat menopang perekonomian nasional dari bawah (grassroot) melalui desa mandiri sehingga angka kemiskinan dan pengangguran serta kesenjangan dapat teratasi mulai dari bawah dari tujuan itulah pemerintah mengalokasikan anggaran dana Desa Mulai dari Rp 1 Milyat sampai dengan 1,4 Milyar pertahun.

Penulis: Anas Patikalo dan Daus
×
Berita Terbaru Update