Notification

×

Iklan

Iklan

Pembangunan Fisik Tak Seimbang dengan Persiapan SDM, Julhaidin : Itu Namanya Penjajahan Gaya Baru

Senin, 11 Februari 2019 | 23.22.00 WIB
Foto bersama Julhaidin/Rangga Babuju dengan sejumlah masyarakat Desa Sori Panihi, Kecamatan Tambora yang kesadaran literasinya hadir dari para leadernya
Editor : Subhan Al Karim

Indikatorntb.com – Julhaidin yang saat ini sebagai Koordinator Komunitas Babuju Bima terus melakukan gerakan peduli literasi hingga ke pelosok Desa di Kabupaten Bima.

Sabtu (9/2) siang hingga sore, Julhaidin menyisir kelompok baca di Desa Labuan Kananga, Sori Panihi, Rasa Bou dan Kawinda Toi. Ia terus mendorong semangat membaca bagi anak-anak Desa melalui Kelompok-kelompok literasi yang ada di Desa.

"Gerakan literasi yang dilakukan oleh Komunitas Babuju sudah sejak tahun 2009 yang lalu. Dan sudah tidak terhitung berbagi Literatur bacaan seperti ini yang kami lakukan diwilayah Bima dan Dompu," ungkap Julhaidin yang akrab disapa Rangga Babuju.

Lebih lanjut, menurutnya bahwa, tidak mungkin harapan percepatan pembangunan SDM berjalan efektif tanpa dukungan literatur. Kata Julhaidin, apa iya, pembangunan infrastruktur dan sarpras dilaksanakan di Tambora sementara SDM Generasinya tidak dipersiapakan.

"Itu namanya penjajahan gaya baru. Pembangunan fisik digenjot, warga masyarakatnya dibiarkan membengong karena tidak disiapkan terlebih dahulu. Untuk itu kami bergerak kesini dengan gerakan literasi ini," Tuturnya menegaskan.

Rangga menjelaskan, ketimpangan pembangunan itu bukan lantaran ketidakseimbangan pembangunan fisik, namun menurutnya, lebih pada tidak selarasnya pembangunan infrastruktur fisik dengan indeks masyarakatnya (Pencerdasan masyarakat melalui pendidikan non formal).

“Sebab diera ini, ukuran megahnya bangunan sekolah formal tidak bisa dijadikan ukuran serta merta dengan tingginya Indeks prestasi anak bangsa diwilayah tersebut,” ujar Rangga diketerangan tertulis yang diterima indikatorntb.com.
Foto bersama Rangga Babuju/Julhaidin dengan anak-anak kelompok literasi 'Teras Baca Tambora' Desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora usai penyerahan sejumlah judul Buku
Meminjam kalimat Franklin D Roosevelt, Presiden Amerika (1933 - 1945), "Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi bangsa, Tapi kita selalu dapat membangun generasi bangsa untuk masa depan".

Kalimat itu menjadi pemantik bagi Rangga Babuju yang bernama asli Julhaidin ini untuk terus bergerak dari Desa ke desa mendorong semangat membaca bagi anak-anak Desa.

Di Desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora, Rangga menyambangi Kelompok 'Teras Baca Tambora' yang dibangun dan digerakkan oleh Tristan dkk.

Diketahui, kelompok 'Teras Baca Tambora' yang dibangun dan digerakkan oleh Tristan, anak muda Labuan Kananga itu, memanfaatkan emperan rumah sederhananya untuk pustaka bagi anak-anak di Labuan Kananga.

Tristan mengatakan, "Saya siapkan alat mainan sederhana dihalaman rumah tapi sebelum bermain, mereka wajib membaca 15 menit. Jumlah mereka hingga hari ini ada 30an anak mulai umur kelas 1 hingga 5 SD".
Sejumlah anak-anak dan pemuda kelompok literasi yang digerakkan  pustaka keliling 'Akar Tambora', Briptu Andre, Bhabinkamtibmas Desa Rasabou Kecamatan Tambora
Di Desa Rasabou Kecamatan Tambora juga demikian, penggerak pustaka keliling 'Akar Tambora', Briptu Andre, Bhabinkamtibmas Rasabou yang didampingi oleh Kades Rasabou Tambora, Miskan S.Sos, menerima bantuan buku bacaan anak-anak dengan rasa haru dan bangga.

"Saya merasa terhormat menerima bantuan buku bacaan untuk adik-adik saya ini. Dan saya sangat terpanggil untuk gerak literasi bagi generasi Tambora khususnya Desa Rasabou dan sekitarnya dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dapat berkontribusi untuk pencerdasan generasi," Tutur Miskan S.Sos dengan bangga.

Setidaknya gerakan kali ini, Rangga membagi 285 judul buku bacaan yang diserahkan kepada para penggiat literasi di Kecamatan Tambora. Selain itu, 18 Al Qur'an, 50 Juz'ama, beberapa paket baju sekolah serta 40 lembar sarung sholat khusus anak-anak.
×
Berita Terbaru Update