Notification

×

Iklan

Iklan

Berdosakah Kakanda Almarhum Lafran Pane?

Kamis, 07 Februari 2019 | 22.20.00 WIB
Oleh : Syahrul Ramadhan Al Faruq

Saya bukan mengungkit atas dasar ide dan gagasan yang dituangkan dalam bentuk kongkrit oleh kakanda Almarhum Lafran Pane sebagai pendiri organisasi mahasiswa Islam tertua ini. Tapi setelah melihat perjalanan organisasi yang sudah tidak muda lagi, artinya umur 72 tahun bukan lagi umur untuk berjuang jika kita kaitkan dengan umur manusia.

Dengan umur yang semakin tua, seharusnya semakin bijak. Tapi saya rasa, organisasi ini makin kekanak-kanakan. Dalam Situasi politik nasional yang tidak mengenal kasihan, tidak mengenal kebaikan dan tidak berprikemanusiaan. Alangkah lebik baiknya organisasi Himpunan mahasiswa Islam (HMI) menjadi solusi atas permasalahan yang menimpa Bangsa ini. 

Bicara HMI tidak terlepas dari perjalanan bangsa Indonesia yang tidak jauh beda umurnya, yaitu sudah 73 tahun. Artinya selisih 1 tahun lebih kalau kita hitung dari hari lahirnya bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Dengan itu kita bisa mengatakan seperti adik-kakak yang selalu memberikan solusi dan atau saling mengingatkan ketika salah satunya menemukan masalah. Ketika perayaan Dies Natalis dikediaman Kakanda Akbar Tandjung tanggal 5 Februari 2019 di Jakarta, ada dua Ketum PB HMI dan satu lagi Ketum PB HMI MPO yang sudah lama berpisah.

Mereka bukan memikirkan bagaimana organisasi ini mempertahankan Independent-nya, tapi malah bersikap kepada salah satu calon Presiden. Saya rasa ini adalah sebuah kebodohan yang sengaja dirawat. 

Bangsa ini sudah diambang pintu kehancuran karena persaingan politik Internasional, disinilah HMI berperan penting untuk mengawal bangsa ini. Bukan malah menunjukan HMI tidak punya harga diri. Saya secara pribadi mengutuk siapapun yang menggadaikan organisasi ini untuk kepentingan yang sangat hina. 

Kalau kader HMI tidak merubah cara berorganisasinya, saya bisa memastikan Kakanda Almarhum Lafran Pane akan menangung dosa ratusan ribuan orang di Indonesia, termasuk dosa saya ketika berorganisasi. 

Saya sudah katakan ditulisan yang lalu, terlalu hina organisasi ini jika di pimpin oleh mereka yang tidak bermoral, tidak ber hati nurani dan tidak memiliki intelektual yang memadai. Saat ini organisasi Himpunan mahasiswa Islam sudah dipimpin oleh tiga Ketua Pengurus Besar Himpunan mahasasiswa Islam (PB HMI). 

HMI Dipo dipimpin oleh dua orang, yakni saudara Sadam Al Jihad, saudara Arya dan satu lagi HMI MPO dipimpin oleh saudara zuhad Adji F. Bangsa Indonesia dalam keadaan tidak baik-baik saja. Saat ini tugas kita yang memiliki hati nurani yang akan mengawal keduanya. 

Oh HMI ku, dihari perayaanmu kami tidak menyambut dengan bahagia, tapi kami menyambut dengan duka lara karena kelakuan mereka yang bermoral rendah.

Jakarta, 7 Januari 2019
×
Berita Terbaru Update