Notification

×

Iklan

Iklan

Wanita Sholehah itu Sedikit

Rabu, 12 September 2018 | 14.15.00 WIB
Foto : Penulis
Indikatorntb.com - Datang seorang dari suku terasing di sebuah kota. Ketika waktu makan siang tiba, ia disuguhi hidangan yang sangat lezat, yaitu masakan padang. Apa yang terjadi? ia menolak mentah-mentah dengan mengatakan masakan itu tidak enak!

Saudariku! Ketahuilah bahwa analogi seperti itu bisa saja terjadi saat membaca tulisan ini. Mungkin ada diantara engkau merasa berat ketika membaca tulisan ini (mudah-mudahan tidak ada) untuk menerima sebagian isi dari tulisan ini, bukan ayat dan haditsnya yang berat, hanya saja kita sudah terbiasa dengan bimbingan pendidikan dan pembiasaan yang bukan berasal dari Allahu Subhana Wata’ala dan Rosul-Nya itulah yang membuat hati dan pikiran terasa berat untuk menerimanya.

Menutup Aurat

Saudariku! Jika engkau ingin masuk ke dalam golongan wanita yang sholihah yang selalu dirindukan oleh sang khaliq, maka, engkau harus memperhatikan dan merubah cara berpakaian. Pakailah pakain menurut kententuan Allah dan Rosul-Nya. Yaitu pakaian yang sudah panjang lebar dijelaskan di dalam kalamnya. “Hai Nabi, katakanlah kepada istreri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang yang beriman hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. (Q.S. Al-Ahzab ayat 59).

Batasan dari anggota tubuh yang boleh kelihatan adalah wajah dan telapak tangan. Sebagaimana dijelaskan juga dalam hadits Rasulullahi Sholallahu alaihi wassalam. “Hai Asma, sesungguhnya anak wanita kalau sudah sampai datang bulan, tidak pantas terlihat tubuhnya, kecuali ini dan ini. beliau berkata demikianlah sambil belaiu menunjuk kepada muka dan telapak tangan. (HR. Abu Dawud).

Kain penutup kepala wanita muslimah boleh dilepas hanya dihadapan beberapa golongan tertentu sebagaimana Allahu subhana wata’ala berfirman. “dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan perhiasan yang mereka sembunyika. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S: An-Nur : 31).

Semua wanita muslimah

Sebenarnya sudah paham dalam soal menutup aurat. Pakaian wanita yang semestinya dipakai adalah pakaian yang bisa menutup aurat sebagaimana pakaian dalam mengerjakan sholat. Yang kelihatan hanyalah wajah dan telapak tangan, pakaian saat mendirikan sholat seharusnya dibawah dalam kehidupan sehari-hari, yang berbeda hanyalah model dan jenis pakaiannya saja. Sebab wanita muslimah memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap dirinya dibandingkan dengan laki-laki, ada kemuliaan dan keistimewaan yang ada pada diri seorang wanita yang harus ia tutupi, apakah mungkin wanita muslimah yang tidak menutup aurat berfikir begini, “saat sholat aku berpakaian sesuai dengan tuntunan dan petunjuk Al-Qur’an dan As -Sunah karena saat itu aku sedang beribadah dan berkomunikasi dengan Allahu Subhana Wata’ala sebagaimana kebanyakan dan umumnya pakaian wanita lain pada saat mendirinkan sholat”, sedangkan diluar sholat boleh aku tinggalkan pakaian yang menutup aurat.

Ketahuailah wahai Saudariku! Jika demikian yang ada dalam pikiranmu maka ibadah sholatmu akan sia-sia tidak akan ada manfaatnya sebab amalah ibadah yang engkau kerjakan akan terhapus dengan uraian rambutmu dan bentuk tubuhmu yang kelihatan dan terus tampak setiap hari, bayangkan dalam satu hari saja berapa kali engkau menampakkan auratmu dihadapan lelaki yang bukan mahrom mu.

Wahai Saudariku!. Mungkin engkau tidak sadar, bahwa wanita yang tidak menutup aurat adalah wanita yang tidak konsistensi dengan janjinya disaat engkau bersaksi dalam rahim ibumu, engkau berjanji bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allahu Subhana Wata’ala, atas janjimu itulah yang disetujui oleh sang khaliq sehingga engkau bisa menikmati indahnya dunia ini, engkau telah menyalahi janjimu sendiri, bagaimana tidak! Bukankah saat sholat engkau selalu membaca do’a iftitah yang didalamnya berisi ikrar dan dan janji. “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk untuk Allah tuhan semesta alam”.

Wahai saudariku! Asal engkau tahu, bahwa wanita muslimah yang berpakaian yang tidak sesuai dengan petunjuk Allah dan Rosul-Nya, sesungguhnya ia selalau bermaksiat dan menjadikan mata lelaki juga selalu bermaksiat, maka sadarilah bahwa berpakaian yang menutup aurat itu lebih indah dan dicintai Allah dan Rosul-Nya, ketika engkau berpakaian yang menutup aurat maka engkau sudah menyelamatkan dirimu, keluarga dari api neraka, bantulah kaum lelaki agar dapat menjangga pandangannya disetiap melihat engkau yang selalu menampakkan perhiasanmu, supaya terhindar dari azab dan api neraka sebagai mana engkau membantu dan menjangga dirimu dan keluargamu.

Wahai Saudariku! Apakah engkau tidak khawatir, kelak dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang sangat rugi. Yaitu golongan yang tidak akan bisa masuk surga. Bahkan sekedar mencium bau surga saja tidak tidak bisa.

Sebagai mana dijelaskan dalam hadits Rasulullahi Sholallahu Alaihi Wasallam, hadits ini sangat baik sebagai pengantar renungan. “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi (2) perempuan berpakaian tetapi telanjang, cenderung pada perbuatan maksiat dan mendorong orang lain untuk berbuat maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga, padahal bauh surga itu bisa dicium sejauh perjalan seribu tahun”. (H.R. Muslim).

Yang Sholihah itu Sedikit
Wanita sholihah itu, sifat dan kepribadiannya ditandai oleh dua hal. Pertama, berusaha selalu memenuhi kewajiban beribadah kepada Allahu Subhana Wata’ala dengan sebaik-baiknya, seperti sholat dan puasa. Kedua, berbakti dan patuh terhadap suaminya disaat dirinya bersama suaminya, dan selalu memelihara diri serta menjaga harta suaminya saat suaminya berada di luar rumah. Wanita-wanita seperti ini dijanjikan keberuntungan yang besar dihari akhir. Ia dipersilahkan masuk surga lewat pintu yang mana saja yang ia sukai.

Rasulullahi Sholallahu ‘alaihi wa salam mengabarkan hal itu kepada kita semua. “Apabila seorang wanita mengerjakan sholat lima waktu, menjalankan puasa dibulan Ramadhan, menjangga kemaluan dan mematuhi suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu sukai”. (H.R. Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya. Shahihul jami’, Hadits no 660).

Soal kewajiban kepada Allah, tentu semua wanita muslimah sudah paham dan banyak melaksanakannya, tetapi soal berbakti dan taat pada suami hanya sedikit yang kita temukan dikehidupan kita sehari-hari, apalagi beberapa tahun yang lalu lagi gentol-gentolnya perjuangan emansipasi dan persamaan gender. Apabila persoalan itu dibawa ke rumah tangga, apa jadinya. Pastilah akan melahirkan beberapa persoalan yang Melenceng dari syariat Islam dan perlakuan itu jauh dari contoh-contoh wanita terdahulu yang selalu hormat, taat dan tunduk pada suaminya.

Wahai Saudariku! Asal engkau tahu saja, wanita-wanita terdahulu dari zaman kaum salaf yang penghormatan kepada suaminya melebihi penghormatan rakyat kepada rajanya, tapi wanita sekarang sudah terlena dan tergoda dengan indah serta nikmatnya tipu daya dunia yang tidak ada ujungnya. Maka dari itu, ketahuilah! bahwa penghormatanmu terhadap suamimu adalah bentuk kencintaanmu terhadap Allahu Subhana Wata’ala, engkau tidak akan mendapatkan indah dan nikmatnya akhirat kelak yang telah dijanjikan-Nya sebelum engkau menyerahkan diri dengan sepenuh kepada-Nya dengan jalan mentaati dan berbakti terhadap suamimu.
Wahai saudariku! Sebelum ruhmu berpisah dengan ragamu, sebelum semuanya dikembalikan oleh-Nya seperti yang telah dijanjikan-Nya, ada baiknya kita mengukur diri, bagaimana hubungan diri kita dengan suami, hormatkah kita padanya atau tidak. masih adakah coretan-coretan hitam yang keluar dari lisan kita sehingga membuatnya sakit hati ? perhatikan sabda Rasulullahi sholallhu ‘alaihi wa salam “Lihatlah dimana posisimu darinya, dia adalah surga dan nerakamu.” (H.R. An-Nasa’i Ahmad dan Hakim. As-Silsilah Ash-Shahihah, Hadits no. 6212).
Wahai saudariku! Ini lho kabar yang paling tidak enak untuk para muslimah.

Ternyata sangat sedikit sekali wanita muslimah yang memilih jalan keselamatan, lebih banyak yang memilih jalan kesengsaraan, pertanyaan apa sebabnya ? mungkin itu yang keluar dari lisan kita, karena wanita muslimah sekarang banyak yang mengutamakan perhatiannya terhadap televisi, handpone dan media-media lain yang setiap hari dan saat selalu sibuk menghabiskan waktu untuk chaating dan telfonan tanpa merasa bahwa ada kewajiban suami yang harus ia laksanakan. Tidak hanya itu, gaya hidup yang berlebihan yang selalu mendorong mereka untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya sehingga hak dan kewajiban terhadap suaminya diterlantarkan begitu saja.

Wahai saudariku! Tahukah engkau bahwa di akhirat nanti penghuni neraka yang paling banyak adalah dari kalangan wanita. Azab yang pedih dirasakan olehnya karena tidak mau berbakti kepada Allahu Subhana Wata’ala,  tidak mau taat terhadap suami, dan selalu membuka auratnya dihadapan lelaki yang bukan mahrom. Tidakah engkau takut dengan siksaan api neraka yang tidak henti-hentinya akan membakar tubuh kita.

Pesan terakhirku dalam tulisan ini untuk para wanita, jika engkau tahu bahwa auratmu akan mencelakan dirimu, orangtua mu, dan keluargamu maka mulailah berfikir dan berusaha dengan pelan-pelan untuk mengenakkan pakainmu sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, sudah cukup orangtuamu susah payah membesarkan dan mendidikmu hingga engkau tumbuh besar seperti sekarang ini, jangan lagi engkau membebani dan menambah dosa mereka dengan menampakkan auratmu, sayangilah dirimu sebab engkau terlalu berharga untuk dijadikan tontonan bagi para lelaki yang berada diluar sana.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat meningkatkan ketaqwaan kita terhadap sang Khaliq serta menambah wawasan kita semua. Aamin ya rabbal Alaamiin...
Wassalamu’alaikum.
Wallahu A’lam Bishowaab.

Penulis : Abdul Gafur, S.Pd.i
(Guru SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo).
×
Berita Terbaru Update