Notification

×

Iklan

Iklan

Apa Kabar Engkau Mahasiswa? Negeri Ini Memanggil Dan Merindukan Aspirasimu

Rabu, 12 September 2018 | 14.18.00 WIB
Foto : Penulis
Indikatorntb.com- Kata-kata tanpa tindakan adalah pembunuh idealisme, ambil bagianmu turun kejalan sampaikan aspirasimu.

Sekarang Engkau harus hujat mati-matian nuranimu, karena dipergoki bungkamnya yang kau pelihara dengan manja.
Kau caci-maki habis nuranimu, karena tangkap basah culas yang engkau pelihara bagai anak emas.

Kali ini engkau harus bertatap muka dengan “Rasa Malu”. Rasa malu yang sebelumnya tidak pernah kami (Rakyat) kenal. Yaa...Engkau selama ini membusungkan dada atas nama "kemahasis yang mengaliri tubuhmu. Dahaga akan pujian atas prestasi yang memuaskan. Ketagihan decak kagum dan tepuk tangan atas berbagai kehebatan yang mengiringi perjalanan hidupmu di dalam akademik maupun organisasi. Rupanya ia sedang sekarat, terkapar dilembah hitam yang hina. Kini jiwa yang ada dalam diri mereka berontak dengan segala kekuatannya, pergi meninggalkan jiwanya dan nuraninya mungkin telah mati.

Orentasi mahasiswa masa kini tak tau arah dan esensi mereka jadi mahasiswa itu apa?
Gegap gempita gaduhnya negeri dalam rezim ini di depan mata melumpuhkan akal sehat rakyat di berbagai aspek politik, ekonomi, hukum dan hak kebebasan berdemokrasipun di cabut.
Di mana rasa kemanusiaan kepemimpinan ini...
Heyyyy.... Engkau yang katanya mahasiswa kenapa buta dan tuli.?

Drama politik, ekonomi & hukum muatan nilainya sangat menjijikkan lantaran mempertontonkan prilaku busuk dan degil para aktor politik kita yang menang kotor.
Rakyat merindukan kalian saudara-saudaraku...

Heboh kenaikan dolar Amerika Serikat pekan ini  yang terjadi dengan retorika yang mengacaukan logika berfikir orang normal, karena apabila rupiah menguat retorika yang dibangun selalu karena "Faktor Fundamental Internal", pemerintah.
Tapi engkau yang katanya "mahasiswa" hanya diam dan apatis.

Secara pribadi saya tidak mau berpolemik terhadap kenaikan dolar AS saat ini, tapi janji tuan presiden, serta para ekonom dan pendukung rezim yang pernah membual di seantero negeri ini dengan menyatakan; "Kalau Jokowi menjadi Presiden, maka dolar akan ada diangka sepuluh ribu rupiah"? Selain itu janji tuan presiden yang "Bilang Ekonomi Meroket"? Tapi kok malah nyungsep semua, jauh dari analisa dan statement tuan presiden yang terkesan membohongi publik, engkau yang mengaku "mahasiswa" terasa bermental iportunis pada rezim ini.

Terlihat jelas sejak awal kepemimpinan tuan presiden Jokowi dan para pembantunya telah kehilangan arah dalam membuat kebijakan "ekonomi nawacita", serta implementasinya yang kini telah berubah menjadi "konsep ekonomi duka cita", karena tuan presiden tidak begitu serius mengurus persoalan ekonomi negeri ini, karena lebih terfokus pada isu soal "Hastag, volume adzan, dan hal remeh temeh lainnya saja".
Engkau juga yang katanya "mahasiswa" masih bungkam juga.

Suasana politik akibat dari pelemahan nilai tukar rupiah saat ini akhirnya kembali gaduh serta menjadi semakin ramai dan bertambah liar, akibat adanya statement dari salah seorang menko yang menyebut "politisasi terhadap isu pelemahan rupiah sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara"?Pertanyaannya siapa yang mempolitisir isu tersebut? Karena melemahnya nilai tukar bukan sebab politis tapi fakta kegagalan tim ekonomi pemerintah saat ini.

Melemahnya rupiah saat ini, bisa saja terjadi sebagai akibat kerja yang tidak jelas dan tak terfokus tuan Presiden dan pembantunya disektor ekonomi, karena ditahun politik seperti saat ini, tuan Presiden sepertinya lebih sibuk dengan politik pencitraan ketimbang mengurus urusan negara yang substansial dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Sebaiknya para mahasiswa tidak berkuping tebal, masalah negeri ini adalah kerakusan dan keserakahan mereka yang sekarang justru menjual negeri? Tak cukupkah fakta-fakta di depan mata kita?
Berjuanglah demi keadilan, berjuanglah sebab Suara dan aspirasimu ditunggu oleh rakyat Indonesia saat ini.
Jangan merasa asing untuk kembali turun demonstrasi di jalan, Jadilah seorang aktivis yang tau harus bagaimana bukan hanya bagaimana harus tau semua hal tapi tak sadar disekelilingnya banyak yang perlu untuk dibenahi.

Maka dengan lebih mengedepankan komunikasi yang interaktif kepada publik sekaligus turun kejalan dalam menjelaskan menurunnya nilai tukar rupiah dan kegagalan dalam kepemimpinan rezim ini ketimbang berbicara seperti layaknya centeng di ruang publik karena masyarakat sudah tidak percaya dan muak dengan segala pencitraan rezim ini saudara-saudaraku.

Ngakunya dulu berjuang untuk rakyat dengan label agen perubahan, menuntut perubahan pada pemerintah, tapi kemana engkau hari ini mahasiswa???

Penulis: Adi Hariyanto
Kabid Keilmuan FKMB-Ciputat Raya

Ciputat, 12 September 2018.
×
Berita Terbaru Update