Notification

×

Iklan

Iklan

Bandit Negara

Kamis, 19 April 2018 | 14.56.00 WIB
Foto : Penulis
Indikatorntb.com - Sejak berdirinya kembali sistem demokrasi indonesia pada tahun 1998 Indonesia semakin makmur dan sejahtera. Sistem demokrasi ini memberi kelebihan dalam negara yang menganutnya, karena dari sistem demokrasi itulah rakyat bisa bebas memilih pemimpinnya dengan mengambil andil dalam pemilu, bebas beraspirasi, dan masih banyak lagi yang bersifat membebaskan setiap hak manusia untuk menentukan sesuatu. Semua itu demi mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara yang dijalankan pemerintahan tersebut. 

Seiring berjalannya waktu, dari sistem demokrasi ini saya sendiri merasa ada yang tidak beres, yaitu pada sistem demokrasi yang diterpakan di negar kita. Masih banyak masyarakat yang merasakan ketidakadilan dan juga masih banyak pula masyarakat yang terpuruk dengan kemiskinan. Setelah saya telusuri dari beberapa literasi yang isinya mengambil dari realitas. saya menyimpukan bahwa negara kita dalam masalah yang serius. Karena itu saya suguhkan pada tulisan kali adalah Sistem demokrasi yang bejat karena perekonomian pasar bebas, dan dari sinilah saya ingin kuak masalah-masalah yang sedang menimpa masyarakat di tanah air kita ini.

Di negara yang penuh dengan sumber daya yang melimpah dengan massyarakat multikultural. Negara kita lagi tidak baik-baik saja, banyak diantara masyarakat pribumi yang hidupnya tidak layak, tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, penganguran dimana-mana, kriminalitas merajalela, dan masih banyak lagi. Padahal di negara yang beribu-ribu pulau ini sudah menerapkan sistem demokrasi untuk kedaulatan rakyat. Apakah yang salah dalam sistem ini? Apakah negara kita sudah siap menjalankan sistem ini?
Sebenernya negara kita sudah siap untuk menerapkan sistem demokrasi ini, apalagi sistem ini sesuai dengan nilai-nilai ideologi negara kita yaitu pancasila, hanya saja dibalik itu ada sesuatu yang menjangal yaitu salah satunya dengan perkonomian pasar di negara kita.

Di era globalisasi ini tanah air kita ikut andil dalam sistem ekonomi pasar bebas, dalam arti pasar bebas, perdagangan bebas yang menimbulkan semacam eksklusivisme, yaitu bahwa hanya segelintir orang yang bisa memanfaatkannya. Salah satunya orang-orang cina (Tionghoa), mereka sangat bisa memanfaat kondisi ini di negara mereka dan menjarahnya. Mereka bisa disebut bandit-bandit negara yang sukses menjalan roda kehidupan di negara kita ini.

Dari sinilah alasan kenapa rakyat Indonesia masih melarat. Melihat mereka-mereka yang berinvestasi di negara kita, salah satunya kelompok orang tionghoa yang diberi istilah market-dominant minoritisel, yaitu kelompok minoritas yang kaya raya berkat ekonomi sistem pasar.

Disisi lain banyak yang mengatakan bawasanya sistem ekonomi pasar bebas tidak bisa berjalan di negara yang menerapkan sistem demokrasi karena, akan tetapi pernyataan itu di bantah oleh kenyataan di hari ini bawasanya sistem ekonomi pasar bisa menundukkan sistem demokrasi, karena mereka yang menjalankan sistem demokrasi dan sistem ekonomi pasar saling bergandengan demi keuntungan mereka.

Walaupun mereka hanya mendominasi beberapa persen dari sentral dalam perekonomian
Berbicara soal kelompok minoritas (tionghoa) ini lebih kaya raya dari pada kelompok mayoritas (pribumi). Walaupun kelompok mayoritas bisa menang melawan kelompok minoritas dengan sistem demokrasi dinegara ini. Akan tetapi kelompok minoritas yang menguasa perekonomian ini bisa berdiri tegak di negeri ini selain itu juga meraka bisa menundukan para penguasa, politisi dan para orang yang menjalankan roda pemerintahan. Sehingga yang jadi korban tidak lain tidak bukan kelompok mayoritas atau bisa disebut pribumi yang terpuruk sepi dengan kehidupan yang merasa tertindas, terampas, dan keterasingan dalam negeri sendiri.

Kalau negara seperti ini terus, membuat saya bertanya-tanya. Apakah demokrasi saat ini merupakan pilihan yang masuk akal dan rasional? Apakah demokrasi penyelamat atas segala kebobrokan di Indonesia.
Meski mengumumkan demokrasi, bukan demokrasi yang bertahta disana, tetapi para bandit. Ini berkaitan dengan sistem demokrasi yang mengizinkan pergantian pemimpin maupun legislator (anggota DPR). Karena tahu mereka akan dijatuhkan dalam pemilu, peminpin dan legislator yang di pilih secara demokratis berkelakuan seperti roving bandits. Mumpung masih berkuasa, menguras kekayaan negara sampai habis, tanpa menyisakan.

Penulis : Fahmi Ahmad Fauzan (mahasiswa jurusan sosiologi universitas muhammadiyah malang).
×
Berita Terbaru Update