![]() |
| Foto: Suasana keluarga pasien saat di Puskemas Dompu Barat (dok.istimewa) |
Indikatorntb.com - Keluarga pasien merasa sangat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Dompu Barat yang tidak memberikan rujukan kepada pasien hanya karena tidak adanya konfirmasi dari Dokter yang bertugas di RSUD Dompu, Sabtu (04/02/23).
Keluarga pasien menilai, bahwa pihak puskesmas Dompu Barat bersama RSUD Dompu terlalu berbelit-belit dan terkesan mempersulit pasien untuk menggunakan fasilitas kesehatan BPJS.
"Kami dipersulit di wilayah prosedur, seolah pihak puskesmas dan RSUD Dompu tidak peduli dengan kondisi pasien," kata Al Faris kepada media ini.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 21.00 WIB pada Jum'at (03/02) kemarin, ketika pasien atas nama H. Wahid yang dalam keadaan sakit (setengah sadarkan diri) asal desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu dibawa oleh pihak keluarga ke Puskesmas Dompu Barat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sesampainya di Puskesmas Dompu Barat, perawat yang sedang bertugas menyambut baik kedatangan pasien yang diantar oleh keluarganya, bahkan perawat tersebut, langsung mengambil tindakan medis yaitu memasang infus untuk pasien. Sembari perawat lainnya melakukan pendataan dan memeriksa kelengkapan identitas pasien mulai dari KK, KTP dan Kartu BPJS.
"Ada dua orang perawat pada saat itu, mereka memberikan penanganan medis, pada saat yang sama mereka juga sibuk melakukan verifikasi administrasi," jelas Al Faris.
Meski sudah dilakukan penanganan medis sesuai dengan prosedur, kondisi pasien tidak juga membaik, sehingga pihak keluarga meminta agar pasien dirujuk ke RSUD Dompu.
Namun, kata Faris Pihak Puskesmas Dompu Barat tidak bisa serta merta memberikan rujukan sebelum keluarga pasien melengkapi persyaratan administrasi. Pihak Puskesmas Dompu Barat pada saat itu meminta KTP, KK dan Kartu BPJS untuk keperluan pendataan pasien dan pembuatan surat rujukan.
"Tidak kunjung membaik, nah kita minta agar segera di rujuk," terangnya.
Pada saat yang sama, kata Al Faris keluarga pasien hanya bisa menunjukan identitas pasien berupa KTP dan KK, sementara kartu BPJS pasien masih dalam proses pencarian dirumahnya.
"KTP dan KK itu ada, hanya saja kartu BPJS pasien masih di cari di rumah," bebernya.
Pihak keluarga pun meminta kelonggaran kepada pihak Puskesmas Dompu Barat untuk membawa kartu BPJS esok harinya. Dan pihak Puskesmas pun memberikan kelonggaran dengan cara pihak keluarga harus memberikan sebuah jaminan.
Saat itu juga, Pihak Puskesmas Dompu Barat segera membuatkan surat rujukan untuk pasien dan melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Dompu untuk melaporkan adanya pasien yang akan segera dirujuk menggunakan fasilitas BPJS. Setelah sekian lama menunggu, pihak Puskesmas Dompu Barat tidak kunjung mendapatkan konfirmasi dari pihak RSUD Dompu tanpa alasan yang jelas.
"Jadi, ceritanya pasien ini tidak bisa dirujuk menggunakan fasilitas BPJS sebelum ada Konfirmasi dari RSUD Dompu," papar Al Faris.
Akibatnya, pihak Puskesmas Dompu Barat tidak dapat memberikan rujukan kepada pasien sebelum adanya konfirmasi dari RSUD Dompu. Meski keadaan pasien semakin memburuk.
Mendengar itu, pihak keluarga pun geram dengan lambannya koordinasi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas dengan RSUD Dompu. Pihak keluarga pun meminta kepada perawat Puskesmas untuk menanyakan kepada RSUD Dompu, kenapa hanya untuk mengkonfirmasi rujukan pasien membutuhkan waktu yang lama dan tanpa kejelasan.
"Kita sempat emosi, kondisi pasien tidak membaik, tapi pada saat yang sama Puskesmas tidak kunjung mendapatkan konfirmasi dari RSUD Dompu, apakah pasien sudah bisa dirujuk atau tidak," ucap Al Faris.
Namun, perawat yang sedang bertugas mengaku tidak bisa menghubungi RSUD Dompu untuk dimintai informasi bisa atau tidaknya pasien dirujuk, yang bisa dilakukan oleh perawat yang sedang bertugas hanyalah menunggu konfirmasi dari RSUD Dompu.
"Masa kami harus menunggu konfirmasi dari RSUD Dompu yang tidak jelas sampai kapan," kata Al Faris.
Akhirnya, pihak Puskesmas Dompu Barat menyarankan agar pasien dirujuk secara mandiri oleh pihak keluarga dan meminta pihak keluarga untuk menandatangani surat pernyataan penolakan tindakan medis. Puskesmas Dompu Barat juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bertanggungjawab dengan pasien yang melakukan rujuk secara mandiri.
Hal itu semakin membuat pihak keluarga geram dan dengan tegas menolak menandatangani surat tersebut. Dan saat itu juga keluarga terpaksa merujuk pasien ke RSUD Dompu secara mandiri tanpa surat rujukan dari Puskesmas Dompu Barat.
"Kami diminta untuk membawa pasien secara mandiri, dan diminta menandatangani surat penolakan tindakan medis. Padahal kami tidak pernah menolak tindakan medis, yang kami minta hanya pasien segera dirujuk," papar Al Faris.
Lebih lanjut, Al Faris menyatakan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan pelayanan pihak Puskesmas Dompu Barat dan RSUD Dompu. Sebab, menurutnya pihak Puskesmas dan RSUD Dompu terlalu kaku menerapkan prosedur dan mengenyampingkan kepentingan pasien yang membutuhkan penangan medis secara intensif.
"Kami sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD Dompu," tutupnya.
Hingga berita ini ditulis, media ini masih melakukan upaya konfirmasi dengan pihak RSUD Dompu dan Puskesmas Dompu Barat untuk mendapatkan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Tim/IN
