Notification

×

Iklan

Iklan

Dituding Bagikan BLT 'Siluman' Malam Hari, Begini Tanggapan Kades Nangawera

Rabu, 23 November 2022 | 07.17.00 WIB
Foto: Umar, SH kepala desa Nangawera


Indikatorntb.com - Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh Pemerintah Desa Nangawera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima pada malam hari dianggap meresahkan masyarakat, Rabu (23/11/22).


Mengingat pada saat yang bersamaan (pembagian BLT Malam-malam) pemerintah desa Nangawera juga sedang di periksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Masyarakatpun mempertanyakan mengapa pemerintah Desa Nangawera melakukan pembagian BLT di malam hari, pada saat BPK melakukan pemeriksaan. Ada apa dengan pemerintah desa Nangawera? 


Selain MR, tidak sedikit di media sosial Facebook yang mempertanyakan hal tersebut, bahkan ada yang menyematkan bahwa BLT yang dibagikan pada malam hari merupakan BLT 'Siluman'.


Untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan terkait persoalan itu, media ini berhasil melakukan konfirmasi dengan Kepala Desa Nangawera, Umar, SH melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.


Dalam perbincangan dengan media ini, kepala desa Nangawera Umar, SH membantah bahwa pembagian BLT senin malam itu tidak ada kaitannya dengan kedatangan BPK di kantornya.


Kata Umar, kehadiran BPK di kantornya dalam rangka melakukan pemeriksaan reguler sejak beberapa minggu yang lalu. Dan tidak hanya di Nangawera, BPK juga melakukan pemeriksaan di dua desa lainnya di Kecamatan Wera, yaitu di desa Pai dan Ntoke.


"Saya perlu luruskan bahwa yang melakukan audit bukan BPKP tapi BPK itupun audit reguler untuk mengecek tertib administrasi desa yg melaksanakan pembagian BLT dan tidak hanya Nanga Wera tapi juga  ada 60 desa di kabupaten Bima ini yang di audit," jelasnya.


Lebih lanjut Umar mengatakan bahwa, bahwa tata cara pembagian BLT sudah disepakati pada saat Musdes, yaitu pembagian langsung ke rumah-rumah penerima manfaat. Tujuannya, supaya pemerintah desa bisa langsung memastikan program BLT tepat sasaran dan penerima benar-benar layak untuk menerima bantuan.


"Apa yang aneh dari pembagian BLT malam hari? hasil musdes kami di sepakati pembagian BLT di lakukan dari rumah ke rumah hal ini kami lakukan untuk memastikan bahwa penerima BLT benar benar tidak mampu layak," ujarnya.


Terkait adanya keresahan yang dialami oleh sejumlah masyarakat, Umar mengatakan bahwa yang merasa resah hanyalah mereka yang salah paham dan tidak tahu menahu akar permasalahannya.


Pembagian BLT oleh perangkat desanya terpaksa dilakukan menjelang magrib, hal itu disebabkan oleh penerima manfaat yang seringkali tidak ada di rumahnya (sedang sibuk bertani) sehingga perangkat desa merasa sulit menemui penerima manfaat tersebut.


"Nah terkait dengan kejadian pembagian BLT habis magrib kemarin sore oleh salah satu perangkat desa kami, buka karena sembunyi-sembunyi atau karena ada audit BPK. tapi ini sesuai dengan jadwal kami. Ibu Aisah ini (penerima manfaat BLT) sudah tiga hari berturut turut didatangi di rumahnya, namun pada siang hari nggak ada di rumahnya...nah kebetulan saja waktu itu ibu itu kembali kerumahnya karena baru pulang dari kebun di malam hari habis magrib," jelasnya


Umar merasa sangat heran dengan masyarakat yang mengaku resah dengan adanya pembagian BLT tersebut, selain itu ia juga tidak habis pikir dengan kesalahpahaman yang sedang terjadi. Sebab menurutnya, pemerintah desa Nangawera tidak pernah melakukan Korupsi terhadap hak-hak penerima manfaat BLT.


"lalu apa yang mau di curigai dari kami. ini lucu, harusnya yang dipermasalahkan itu ketika ibu Aisah janda yatim ini tidak mendapatkan BLT, tapikan sudah dapat tiga kali. kalau nggak mau terima BLT ya sudah kembalikan saja. nggak usah di plintir kiri kanan," bebernya.


Tim/IN


×
Berita Terbaru Update