![]() |
| Foto: Faisal Akbar |
Kepala desa Nangawera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Umar, SH diduga melakukan penyelewengan dalam pengalokasian Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan undang-undang yang berlaku.
"Oleh pemerintah Desa Nangawera di bagikan 3 (tiga) tahap pertahunnya, akan tetapi pada fakta lapangan tidak berjalan sebagaimana regulasi yang telah ditetapkan," kata Faisal Akbar kepada media ini.
Menurut Faisal seharusnya BLT DD dibagikan secara bertahap, yaitu tiga tahap dalam setahun. Namun, yang terjadi, pemerintah desa Nangawera baru membagikan BLT DD di penghujung tahun, itupun dilakukan pada malam hari.
"Ada kejanggalan dalam pembagian BLT DD tersebut, pembagian bantuan yang seharusnya dilakukan secara bertahap sebanyak 3 (tiga tahap) terhitung sejak awal sampai akhir tahun 2022. Di penghujung tahun 2022 Pemerintah Desa Nanga Wera gembar-gembor membagikan BLT DD tersebut seakan-akan sedang dikejar hantu," terangnya.
Lebih lanjut, Faisal menduga, bahwa pembagian BLT DD yang dilakukan pada malam hari tersebut, karena kehadiran BPKP yang melakukan audit reguler. Sehingga pemerintah desa Nangawera sangat tergesa-gesa membagikan BLT DD bahkan ada malam hari di penghujung tahun.
"Dalam waktu bersamaan terdapat tim dari pihak BPKP yang melaksanakan audit reguler di Desa Nanga Wera sampai pukul 23:00 Wita, saya menduga kehadiran BPKP inilah yang menyulut inisiatif Pemerintah Desa untuk membagikan BLT DD tersebut dengan tergesa-gesa," tuturnya.
Faisal mengatakan bahwa dirinya bersama kawan-kawannya yang lain akan melaporkan kepala desa Nangawera kepada Polda NTB yang diduga melakukan penyelewengan terhadap pengalokasian BLT DD Senin depan.
"Dengan melihat fenomena di atas, kami menduga telah terjadi penyelewengan pengalokasian BLT DD yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang. Dalam waktu dekat kami akan malaporkan oknum kades ke Polda NTB," tutupnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, pembagian BLT DD yang dilakukan oleh pemerintah desa Nangawera dari rumah ke rumah pada waktu malam hari menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Masyarakat merasa resah dan menaruh curiga kepada pemerintah desa Nangawera.
Tim/IN
