![]() |
| Foto: Papan Informasi kegiatan (Sumber: Media Dinamika Global). |
Indikatorntb.com - Pengerjaan Jalan di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima dinilai asal-asalan, amburadul dan tidak sesuai dengan spesifikasi bahkan pelaksana dalam hal ini PT. Lancar Sejati dituding hanya mencari untung, Senin (26/09/22).
"Kegiatan rehabilitasi jalan di Sanggar asal-asalan, sehingga diduga kuat pihak pelaksana mencari keuntungan untuk mempertebal isi kantung," ujar warga Sanggar, Imran, Rabu (21/9/2022), Dilansir dari media dinamika global.
Selain Imran, warga lain juga menuding bahwa pengawasan terhadap pengerjaan jalan tersebut tidak serius, sehingga pelaksananya tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.
"Kalau diawasi secara serius, tidak mungkin pelaksana kerja asal - asalan. Artinya Dinas PUPR dan pihak terkait tidak bekerja sesuai mekanisme," tuding Yoga.
Menanggapi hal itu, Humas sekaligus kuasa hukum PT. Lancar Sejati, Abdullah, SH.,MH membatah tudingan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan mekanisme yang ada.
"Kami PT. Lancar Sejati tidak pernah mengerjakan proyek secara asal-asalan. Pekerjaan tersebut dikerjakan sebagaimana mestinya dan di awasi secara langsung oleh Konsultan pengawas," paparnya.
Lebih lanjut, Abdul menegaskan bahwa PT. Lancar Sejati merupakan perusahaan yang sudah cukup berpengalaman di bidang Konstruksi Jembatan dan Jalan.
"Kami adalah perusahaan yang punya pengalaman panjang di bidang Konstruksi jalan dan jembatan, dengan pengamatan tersebut, kami pasti mengerjakan setiap proyek sesuai dengan standar-standar yang di tetapkan oleh Pemerintah," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Proyek pengerjaan Jembatan dan Jalan yang dikerjakan oleh PT. Lancar Sejati merupakan program dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai kontrak sebesar Rp. 31.685.541.000.
Tim/IN
