| Foto: Suasana aksi demonstrasi HMI Cabang Mataram |
Indikatorntb.com - Dalam rangka mengevaluasi 2 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (21/10/21).
"Setelah genap dua tahun memimpin di periode kedua, kinerja Jokowi Ma'ruf Amin kian merosot," tulis pengurus HMI Cabang Mataram dalam Press Rilisnya.
Menurut pengurus HMI Cabang Mataram, kegagalan Jokowi-Ma'ruf dapat dibuktikan dengan kondisi sosial serta bukti-bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Sejumlah kajian ilmiah, survey, fakta dan kondisi empiris menjadi bukti yang terlampau cukup untuk menentukan keyakinan bahwa Jokowi-Ma'ruf telah gagal menahkodai Republik Indonesia," tulisnya.
Lebih lanjut, pengurus HMI Cabang Mataram menegaskan, bahwa kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf terkesan munafik. Lain diucapkan, lain yang dikerjakan.
"Jokowi-Ma'ruf menampakan kemunafikan dengan mengobral keberpihakan dalam lisan, namun menyuguhkan penghianatan dalam tindakan," tulisnya lagi.
Hal itu dapat dilihat dari pernyataan Presiden yang tidak kunjung menerbitkan beberapa Perppu padahal pernah berjanji.
"Pernyataan Presiden yang menjanjikan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) lebih nampak seperti omong kosong, hanya sebagai pereda demonstrasi penolakan," kata Pengurus HMI Cabang Mataram.
Oleh karenanya HMI Cabang Mataram menuntut presiden untuk melakukan perbaikan-perbaikan sebagaimana yang tercantum didalam pernyataan sikapnya, sebagai berikut:
1. Mendesak Presiden Untuk Segera Menerbitkan PERPPU Atas Pengesahan UU Cipta Kerja
2. Mendesak Presiden Untuk Segera Menerbitkan PERPPU Atas Pengesahan UU KPK
3. Mendesak Presiden Untuk Mengevaluasi Kinerja POLRI dan TNI Terkait Dengan Maraknya Represifitas Terhadap Kebebasan Sipil
4. Meminta Presiden Untuk Segera Membentuk Tim Investigasi atas Seluruh Pelanggaran yang dilakukan Negara Terhadap Rakyat
5. Menuntut Presiden Untuk Menegakkan Demokratisasi Institusi Pendidikan
6. Mendesak Presiden Untuk Menindak Dengan Tegas Kelompok Oligarki yang diduga Melakukan Deforestasi dan Perusakan Lingkungan.
Furkan/IN