![]() |
| Foto: Ilustrasi (Huffingtonpost.com/ca) |
Indikatorntb.com - Tidak terima dengan perlakuan seorang guru yang memotong rambut anaknya, seorang ayah menggugat Sekolah Dasar (SD) Ganiard, Mount Pleasant, Charleston County, South Carolina tempat anaknya belajar sebesar USD 1 Juta atau Rp 14,2 Miliar.
Mengutip CBS News, Dalam ceritanya pada Maret 2021 lalu Jimmy Hoffmeyer warga Kota Michigan, Amerika Serikat mengaku sangat terkejut melihat putrinya bernama Jurnee pulang dari sekolah dengan kondisi rambutnya sudah terpotong.
Ia tidak terima, dan menganggap putri kesayangannya telah mendapatkan perlakuan diskriminasi atau Bullying.
Namun, menurut pengakuan putrinya. Yang melakukan hal tersebut adalah teman-temannya saat berada di dalam bus sekolah.
"Jurnee saat itu memiliki rambut keriting yang panjang sebelum dipotong oleh teman-temannya," ucap Jimmy seperti dikutip dari CBS.
Mendengar cerita anaknya, Jimmy mulai kesal dengan sekolah anaknya itu lantaran tidak ada satu guru pun yang melihat peristiwa yang menimpa putrinya itu.
Ia pun tidak melakukan protes ke sekolah, ia lebih memilih membawa putrinya ke salon untuk memperbaiki rambut yang telah dipotong itu.
Dua hari kemudian, Jimmy kembali mendapati bahwa rambut anaknya kembali dipotong. Dan yang melakukan hal itu adalah seorang guru tanpa se-izinnya. Jimmy sangat murka dan keberatan.
"Saya bertanya apa yang terjadi dan berkata, 'Saya sudah bilang tidak boleh ada orang memotong rambutmu. Dia (Junree) pun berkata, 'Tapi ayah, ini dipotong oleh guru. Guru memotong rambut untuk meratakannya'," ucap Jimmy saat menceritakan jawaban anaknya.
Jimmy pun menggugat sekolah itu ke Pengadilan Federal di Grand Rapids dengan gugatan bahwa pihak sekolah telah melakukan diskriminasi rasial, intimidasi etnis, penderitaan emosional yang disengaja, dan penyerangan.
Selain menggugat sekolah, Jimmy juga telah mengeluarkan putrinya dari sekolah itu. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk kekecewaan dan protes terhadap sekolah.
Furkan/IN
