Notification

×

Iklan

Iklan

Polemik 'Guru Korban Pilkada' Mendadak Viral, Kepala UPT dan Guru-Guru yang Diberhentikan Angkat Bicara

Rabu, 20 Januari 2021 | 14.53.00 WIB

 

Foto: Kepala UPT Penunjang Dinas Pendidikan Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.


Indikatorntb.com - Polemik pemberhentian 4 orang guru di SMPN 3 Wera dan 2 orang guru di SDN Inpres Sangiang di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, lantaran beda pilihan politik pada Pilkada Kabupaten Bima 2020 lalu. Diklarifikasi langsung oleh Kepala UPT Penunjang Dinas Pendidikan Kecamatan Wera dan guru-guru yang diberhentikan mulai angkat bicara, Rabu (20/01/21).


Informasi pemberhentian guru-guru tersebut akhir-akhir ini menjadi viral di media sosial Facebook. Beberapa postingan warganet mengatakan bahwa, guru-guru yang diberhentikan tersebut adalah korban politik dan korban keserakahan kekuasaan.


"Iya kami diberhentikan sementara untuk waktu yang tidak ditentukan," beber salah satu guru SDN Inpres Sangiang yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini.


Salah satu guru di SMPN 3 Wera yang tidak mau disebutkan namanya juga menyampaikan hal senada saat di konfirmasi oleh media ini melalui sambunga telepon. Menurutnya, keputusan kepala sekolah yang memberhentikan dirinya bukan tanpa alasan, hanya saja ia tidak habis pikir akibatnya sampai sejauh ini.


"Biar nanti kita tidak simpang siur, bahwa kita ini di non-aktifkan karena politik. Cuman ya gak usah bikin gaduhlah, walaupun mungkin ada unsurnya, tapi biarkan tuhan yang menilai kinerja kami," ungkapnya kepada media ini.


"Bukannya saya mau melindungi kepala sekolah saya. Tapi kalau menurut saya pribadi beliau itu (kepala sekolah) oranya disiplin dalam suatu aturan. Saya hanya gak habis pikir kok sejauh ini," lanjutnya.


Menanggapi hal itu, saat ditemui oleh media ini, Mawardin, S.Pdi kepala UPT Penunjang Dinas Pendidikan Kecamatan Wera mengaku telah menggelar rapat dan memanggil seluruh kepala sekolah untuk dimintai klarifikasi.


"Begitu saya dapat informasi langsung saya panggil kepala sekolahnya," katanya.


Mawardin menjelaskan, berdasarkan informasi dan klarifikasi dari kepala sekolah yang melakukan pemberhentian, bahwa pemberhentian guru-guru tersebut bukan karena kepentingan politik, melainkan murni karena kelalain pelaksanaan tugas dan kewajiban guru yang bersangkutan.


"Saya tegas, bukan karena pilkada. Alasan kepala sekolah itu, berdasarkan data yang saya lihat juga, guru yang bersangkutan hampir tidak melaksanakan tugas, sehingga timbul protes dari siswa dan guru-guru yang lain, bahkan wali siswa," Ujarnya.


Lebih lanjut, Mawardin menegaskan bahwa keputusan pemberhentian yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru-guru di SMPN 3 Wera dan SDN Inpres Sangiang hanya sementara, bukan selama-lamanya.


"Sementara, satu semester bukan selama-lamanya," tutupnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ini, meski telah diberhentikan sementara, namun guru-guru tersebut, masih punya kesempatan untuk mengajar kembali dengan catatan selama masa pemberhentian, para guru secara intens melaporkan diri kepada pihak sekolah.


Furkan/Indikatorntb


×
Berita Terbaru Update