Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Mengakibatkan Kerugian Negara, Realisasi APBDes 2019 Sangiang Dipertanyakan

Selasa, 10 November 2020 | 18.56.00 WIB

 

Foto: Ilustrasi

Indikatorntb.com - Tim Pencari Fakta (TPF) Desa Sangiang mulai mempertanyakan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Sangiang tahun 2019, Selasa (10/11/20).


Pengelolaan APBDes desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima tahun anggaran 2019 senilai 2,2 Miliar tersebut, dianggap tidak transparan atau terkesan ditutup-tutupi.


"Kami hanya bertanya tentang kebenaran laporan realisasi APBDes 2019, tapi tidak pernah ada jawaban," kata BagasKetua TPF desa Sangiang kepada media ini.


Bagas sapaan akrabnya mengungkapkan, bahwa selain tidak transparan, Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sangiang juga sangat tidak kooperatif, seolah kedua lembaga pemerintah itu bekerjasama untuk menutup-nutupi seputar informasi tentang pengelolaan keuangan desa.


"Kami dan beberapa pemuda lainnya bahkan mendatangi kantor pemerintah desa Sangiang, untuk meminta audiensi. Tapi sampai dengan saat ini tidak pernah ditanggapi," paparnya.


Lebih lanjut, Bagas mengatakan bahwa TPF sudah memegang dokument tentang Laporan Realisasi APBDes 2019. Setelah dianalisa dan dilakukan observasi lapangan hasilnya sangat mencengangkan. Diduga banyak program siluman alias tidak ada realisasinya.


"Data yang kami pegang sangat Falid, makanya kami minta audiensi. Tidak hanya itu kami juga sudah melakukan investigasi dan kami temukan beberapa hal yang aneh," bebernya.


Ketika ditanya soal temuan yang dianggap aneh, Bagas mengatakan bahwa timnya menemukan beberapa keanehan dan kejanggalan, sedikitnya 16 point, yang diduga merugikan keuangan negara, namun Bagas tidak mau membeberkan semuanya. 


"Diduga mengakibatkan kerugian negara, diantaranya program rehabilitasi fasilitas pariwisata dan perpustakaan desa. Dan masih banyak lagi," cetusnya.


Sebelumnya, Indikator ntb sudah melakukan konfirmasi kepada ketua BPD dan Sekertaris desa terkait adanya permohonan audiensi tentang Laporan realisasi APBDes 2019. Namun, baik ketua BPD maupun Sekertaris desa tidak bisa berbuat banyak selain menunggu perintah Kepala Desa.


"Kemarin saya sudah sampaikan langsung ke kades, bahwa ada Furkan dan teman-temannya yang ingin beraudiensi terkait anggaran 2019, kades bilang sampaikan ke Sekdes," kata Ashin ketua BPD Sangiang.


"Blum ada kades itu ngomong ke saya, memerintahkan mengagendaka itu juga nggak ada," cetus Nasrullah, S.Hut Sekertaris desa Sangiang.


Tim/Indikatorntb


×
Berita Terbaru Update