Notification

×

Iklan

Iklan

Pilkada Dompu Dalam Pusaran Oligarki

Jumat, 04 September 2020 | 16.23.00 WIB
Foto: Penulis
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dihelat lima tahun sekali diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas pada level lokal. Hal tersebut menjadi dambaan setiap masyarakat, namun justru harapan tersebut sering dihianati oleh para oligarki yang ingin memenuhi hasrat mereka.

Para kelompok oligarki yang ada di daerah menjelma sebagai diktaktor yang menghisap harapan masyrakat yang ingin hidup sejahtera. Pilkada menjadi cermin bagaimana para oligarki ingin melanggengkan kekuasaan mereka, mereka hadir dengan janji yang begitu manis demi meraih simpatisan masyrakat, namun ketika mereka menang janji itu dilupakan begitu saja.

Mereka sibuk dengan membagi proyek demi terus memperbanyak kekayaan, tidak sedikit masyarakat menjadi korban atas nama pembangunan.

Fenomena hadirnya oligarki dalam politik lokal nampaknya akan menghiasi Pilkada Dompu, suatu daerah yang sangat seksi untuk dibangun berbagai jenis perusahaan.

Kekayaan alam Dompu tidak bisa diragukan lagi untuk dijadikan lahan bisnis yang paling menguntungkan, mari kita lihat berbagai macam perusahaan yang telah berdiri kokoh di sebagian wilayah Dompu, ada PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kecamatan Hu’u dimana total deposit mineral yang terdiri dari tembaga, emas, logam dan lainnya mencapai 1,7 miliar ton.

Perusahan tersebut, digadang-gadang akan menjadi produsen tembaga terkemuka di Indonesia, PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Kecamatan Pekat, perusahan yang memproduksi gula di wilayah timur Indonesia serta beberapa perusahaan kecil lainnya yang ada di wilayah Dompu.

Para bakal calon yang akan berlaga pada pilkada nanti tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Dompu. Ada istri Bupati Umi Eri berpasangan dengan H. Ichtiar mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Dompu, Mantan Bupati Dompu periode 2005-2010 H. Saiful berpasangan dengan Ika Rizky yang dikenal sebagai pengusaha disektor perminyakan dan Abdul Kajer Jaelani (AKJ) pengusuha sukses Dompu berpasangan dengan H. Syahrul Parsan ST.MT.

Ketiga pasangan tersebut merupakan oligarki lokal yang menguasai berbagai sektor dunia bisnis dalam maupun luar Dompu, Umi Eri dan suaminya yang saat ini sedang menjabat sebagai Bupati memiliki perusahaan di Kalimantan, Ika Rizky atau yang biasa disapa Chika merupakan pemilik beberapa Pom bensin dan diler motor yang ada di Dompu, sedangkan AKJ merupakan pemilik suatu pusat perbelanjaan di Dompu (Bolly).

Dari profil tersebut tentu kita tidak meragukan lagi kemampuan mereka dalam kesiapan mereka sebagai calon kepala daerah.

Ada suatu kekhawatiran mengenai kehadiran oligarki lokal dalam Pilkada Dompu, dengan melihat latar belakang mereka penulis menaru kecurigaan bahwa yang mereka rebutkan bukan semata-mata kepentingan masyarakat melainkan untuk melanggengkan kekuasaan mereka didunia bisnis.

Dalam konteks politik Indonesia saat ini, modal ekonomi menjadi salah satu indikator yang harus dimiliki para calon dalam mengikuti rangkaian pemilihan tidak terkecuali Pilkada. Namun modal intektual dan sosial juga harus dimiliki oleh para calon yang akan berlaga dalam pilkada nanti.

Masyrakat Dompu sedang menunggu lahirnya pemimpin yang mampu merubah Dompu menjadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan, jangan sampai hadirnya oligarki dalam Pilkada Dompu hanya sekedar melahirkan pemimpin yang minim gagasan dan haus akan kekuasaan serta melanggengkan kepentingan mereka, jangan sampai masyrakat terus dijadikan tumbal demi memenuhi hasrat pribadi mereka.

Saat masyarakat Dompu menjadi pemilih yang cerdas demi melahirkan pemimpin bumi “ Nggahi Rawi Pahu” yang berkualitas, sedih rasanya jika Dompu memiliki pemimpin yang minim gagasan, sudah saatnya Dompu dipimpin orang-orang yang cerdas.

Penulis: Ardi Firdiansyah
×
Berita Terbaru Update