Notification

×

Iklan

Iklan

Pemuda Menilai Identitas Kependudukan Sekdes Tidak Jelas, ini Kata Kades dan Sekdes Ranggasolo

Senin, 13 Juli 2020 | 14.10.00 WIB
Foto: Edi Ery Iryanto salah satu pemida Desa Ranggasolo

Indikatorntb.com - Identitas kependudukan sekertaris desa Ranggasolo dipertanyakan pemuda setempat. Pemuda menilai, bahwa sekertaris desa Ranggasolo sudah tidak memenuhi syarat sebagai perangkat desa, Senin (13/07/20).

Edi Ery Iryanto salah satu pemuda desa Ranggasolo mengungkapkan bahwa, identitas kependudukan sekertaris desa Ranggasolo, Nur Alia, S.Pd tidak jelas adanya.

Pasalnya, status kependudukan Sekertaris desa Ranggasolo diduga masih tercatat sebagai anggota keluarga bersama orang tua dan belum memiliki Kartu Keluarga (KK) sendiri, padahal sudah menikah dan memiliki seorang anak. Menurut Edy, harusnya sekertaris desa Ranggasolo sudah memiliki KK sendiri bersama suami.

"Saya menilai ada unsur kesengajaan, bahwa Sekdes Ranggasolo tidak mau memperbaharui indentitas kependudukannya, padahal kan wajib," Papar Edy kepada media ini.

Edy menegaskan bahwa, status kependudukan sekertaris desa Ranggasolo harus diperjelas dengan cara membuat Kartu Keluarga baru bersama suami sehingga namanya tidak lagi tercantum dalam Kartu Keluarga orang tuanya sebagai salah satu anggota keluarga.

Sekertaris desa Ranggasolo sebagai perangkat desa diharapkan mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat tentang bagaimana taat dan tertib terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kasih contoh yang baiklah kepada masyarakat," terangnya.

Selain tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, Edy juga menilai bahwa sekertaris desa Ranggasolo sudah melanggar beberapa ketentuan hukum yang berlaku, diantaranya ketentuan UU No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Sekertaris desa Ranggasolo dinilai melalaikan kewajibannya sebagai warga negara yang baik, dan diduga sudah tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perangkat desa.

"Kalau belum punya KK baru, berarti identitas kependudukannya masih pakai KK yang lama dong, kalau memang benar demikian, apakah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Mari kita uji," tegas Edy.

Lebih lanjut, Edy meminta kepada Kepala Desa Ranggasolo untuk mengambil langkah tegas, dalam hal ini memperjelas identitas kependudukan perangkat desanya agar tertib dan taat admistrasi kependudukan. Hal itu menurutnya perlu dilakukan demi terselenggaranya pemerintahan yang baik dan benar.

"Jika tidak tertib dan terbukti melanggar, silahkan diberhentikan," Tegasnya.

Menindaklanjuti masalah ini, Edy bersama kawan-kawannya dalam waktu dekat akan mengajukan surat permohonan audiensi kepada pemerintah desa Ranggasolo.

"Insya Allah dalam waktu dekat kami akan bertamu, supaya semuanya jelas," tutupnya.

Menanggapi hal itu, Kepala desa Ranggasolo, Jamaludin membenarkan bahwa Sekertaris desa belum memiliki KK baru, bahkan dirinya sudah lama menghimbau agar sekertaris desa segera membuat KK baru agar tidak menjadi polemik di masyarakat.

"Memang orang sudah menikah itu wajib memiliki KK baru, di kantor saya sering bilang ke sekdes untuk segera membuat KK baru. Dia ini masih nempel dengan KK orang tuanya," Katanya kepada media ini melalui telepon.

Lebih lanjut, terkait masalah ini, Jamaludin menyarankan agar pemuda mengajukan pengaduan kepada dinas terkait agar segera diproses sebagaimana mestinya.

"Saya bilang sama Edy, kalau mau tanya sama kami di Desa, kami bingung kaitan dengan aturan kependudukan itu. Cuman harapan saya kepada sekdes agar segera membuat KK baru," harapnya.

"Saya bilang sama Edy, begini saja dek. Mungkin solusi jalan keluarnya pergi ke dinas mungkin ada solusi disana atau jawaban. Kalau ada instruksi dari dinas ya saya tinggal laksanakan. Terus terung kami disini minim pengetahuan tentang aturan itu," tutupnya.

Sementara itu, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sekdes Ranggasolo juga membenarkan tentang status dan identitas kependudukannya. Bahwa, dirinya belum terdaftar sebagai anggota keluarga dalam KK baru bersama suaminya, melainkan masih terdaftar sebagai masyarakat desa Ranggasolo di dalam KK orang tuanya.

"Iyah masih KK sama orang tua. Memang kenapa ta? Ada masalah terkait KK saya?" Katanya.

Menanggapi penilaian dan kritikan pemuda, Sekdes Ramggasolo mengaku heran dengan ketidakjelasan identitas kependudukan yang dimaksud oleh pemuda itu. Menurutnya, identitas kependudukan dirinya sudah benar dan jelas adanya.

"Saya santai saja, semasih saya merasa itu benar nggak apa-apa. Saya merespon dengan baik masyarakat yang menanyakan seperti itu," Bebernya.

Lebih lanjut, Sekdes Ranggasolo menyarankan agar pemuda tidak hanya mengkritik di tingkat desa atau Camat saja, melainkan juga mencari tahu kejelasan regulasi kepada dinas terkait.

"Saran saya, lebih baik menanyakan terkait dengan status saya di dinas pemdes. KTP sama KK saya jelas banget desa Ranggasolonya," tutupnya.

Furkan/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update