Notification

×

Iklan

Iklan

Surat Audiensi Tak Dihiraukan, TPF Kecewa Dengan Sikap Apatis Kades Sangiang

Senin, 22 Juni 2020 | 08.34.00 WIB
Foto: Tim Pencari Fakta (TPF) Pemuda dan mahasiswa Sangiang.
Indikatorntb.com - Pemuda dan mahasiswa desa Sangiang yang tergabung dalam Tim Pencari Fakta (TPF) kecewa dengan sikap apatis kepala desa Sangiang, Senin (22/06/20).

Kepala desa Sangiang dianggap tidak peduli dengan niat baik pemuda dan mahasiswa desa Sangiang yang ingin berdiskusi dengan Pemerintah Desa Sangiang.

Pasalnya, sudah hampir 2 minggu surat permohonan audiensi dilayangkan. Namun, hingga saat ini belum juga ada tanggap dari Pemerintah Desa Sangiang.

"Kami sangat kecewa dengan sikap pemdes yang tidak merespon dengan baik surat audiensi yang sudah kami masukkan, dan selain itu pengabaian ini semakin memperkuat dugaan kami bahwa dibeberapa kasus yang ingin kami audiensikan ada keterlibatan pihak pemdes itu sendiri" Tutur Bagas selaku ketua Tim Pencari Fakta (TPF) Pemuda dan mahasiswa desa Sangiang.

Selain itu Bagas, mengaku heran dengan sikap kepala desa yang enggan menanggapi baik saran, masukan dan kritikan pemuda dan mahasiswa baik itu melalui media sosial Facebook maupun di berbagai forum ilmiah.

Jika mahasiswa melayangkan saran, masukan dan kritikan di media sosial Facebook, maka pemerintah setempat menghimbau agar pemuda dan mahasiswa tidak banyak bicara di Facebook, melainkan langsung mendatangi kantor Desa. Giliran diatangi di kantor desa malah kepala desa tidak ada di tempat.

"Kami tidak mengerti, ketika kami kritik di Facebook disalahkan, kami datang ke kantor tidak dihargai," Pungkasnya.

Kepala desa Sangiang juga dinilai tidak punya jiwa pemimpin yang berani menerima saran, masukan dan kritikan dari masyarakat. Pasalnya, Kepala desa Sangiang ketika diundang di dalam forum ilmiah untuk berdiskusi juga tidak mau hadir.

Salah satunya, ketika diundang sebagai narasumber dalam acara Indikator Sangiang Club (ISC) yang bertajuk "Polemik Bansos di Tengah Covid-19, Pemdes Dijadikan Kambing Hitam" yang digelar oleh Komunitas Indikator Bima.

"Diundang ke forum resmi juga tidak mau hadir, kami heran pak kades ini maunya apa," Cetus Bagas.

Menanggapi hal itu, Kades Sangiang A. Rasid, SE menjelaskan bahwa dirinya belum bisa memberikan penjelasan, karena kesehatannya belum pulih pasca kecelakaan yang menimpanya beberapa waktu lalu

"Mohon maaf, saya belum sehat karena kecelakaan kemarin. Saya juga belum bisa ngantor, konsultasi ke sekdes saja," Ungkapnya kepada media ini melalui pesan WhatsApp.

Adapun isi surat permohonan audinesi yang dilayangkan oleh Tim Pencari Fakta pemuda dan mahasiswa desa Sangiang yaitu:
1. Meminta klarifikasi terkait proses penyaluran bantuan Bantuan Sosial Tunai Kementerian Sosial RI (BST-Kemensos).
2. Meminta Pemdes Sangiang untuk menfasilitasi klarifikasi terkait bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
3. Meminta Klarifikasi terkait dugaan pungutan liar dalam proses pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Program Nasional Agraria (PRONA) dan Program pembagian Listrik Gratis.
4. Meminta klarifikasi terkait masalah pengelolaan air bersih dan kejelasan terkait pengelolaan anggatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Al-Ikhlas Desa Sangiang Tahun anggaran 2017-2020.

Tim/Indikatorntb
×
Berita Terbaru Update