Notification

×

Iklan

Iklan

Persoalan Daerah: Idealisme Atau Pragmatisme?

Minggu, 08 Maret 2020 | 17.44.00 WIB
Foto:dd Penulis
Setiap hari masyarakat selalu diberikan kabar melalui berbagai macam media terkait dengan banyaknya persoalan daerah yang tak ada habisnya. Mulai dari soal keluh kesah masyarakat yang belum merasakan keadilan, kinerja pemerintah yang buruk, hingga pada persoalan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme yang semakin menjalar kesegala lini, seakan selalu menjadi konsumsi publik diberbagai halaman utama media, baik cetak maupun online.

Menariknya, persoalan-persoalan yang terjadi itu selalu silih berganti, tanpa menunggu kepastian akan solusi yang diberikan, ia datang dan pergi seperti wayang yang dimainkan oleh dalangnya, kehadirannya selalu mampu memberikan rasa penasaran, namun ia malah hilang tanpa ada jelasnya.

Akhirnya Sebagai masyarakat biasa yang dipaksa untuk selalu menkonsumsi informasi yang beredar diberbagai media terkait persoalan-persoalan daerah ini, saya pun mulai bertanya-tanya, Mengapa hal itu bisa terjadi, apakah benar persoalan itu ada, atau hanya rekayasa, atau mungkin semua persoalan itu memang telah berakhir dengan solusinya, atau sengaja di adakan untuk kepentingan yang lain.?. Entahlah, yang jelas begitulah yang terjadi, banyak kasus yang terus terungkap, namun banyak juga kebungkaman yang semakin berkarat.

Dibalik itu semua, tentu semua pihak tidak menginginkan keadaan daerah kita yang telah buruk ini, semakin diperburuk oleh tingkah laku para oknum yang hanya memanfaatkan situasi, kita semua berharap agar apa yang memang telah nyata menjadi persoalan bisa tetap diperjuangkan tanpa ada intervensi lain yang justru dapat memperburuk keadaan. Jangan sampai ada oknum yang hanya memunculkan masalah bukan untuk dicarikan solusi, namun hanya mencari fee, sehingga setiap perjuangan yang dilakukan memang benar-benar atas dasar idelasime bukan pragmatisme semata.

Ada banyak persoalan daerah khususnya di Lombok barat ini yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Sebut saja seperti Persoalan PDAM yang katanya akan diperjuangkan harga mati, kasus LCC yang telah lama mati, dana pariwisata yang di korupsi, hutang daerah yang dianggap tak sesuai, pembangunan yang mangkrak diberbagai lini, hingga soal aset daerah yang kini masih belum pasti, dan masih banyak lagi yang lain yang perlahan hilang cerita.

Entah siapa yang akan bisa memperjuangkan terungkapnya semua persoalan tersebut, saat dimana para pejabat semakin kebal dengan kritikan, saat itu pula semakin banyak aktivis yang mati tertindas oleh kepentingan sesaat. Tapi hingga saat ini semua masyarakat pastinya masih berharap agar semua pihak bisa terus berjuang memperbaiki persoalan daerah kita saat ini, kita berharap agar pemerintah semakin baik kinerjanya, para aktivis semakin tajam kritikan dengan idealismenya, dan semua media juga tidak mudah bungkam hanya karena kurang bayarannya.

Semoga semua para pemangku kepentingan didaerah ini mulai dari pemerintah, pengusaha, NGO, LSM, OKP, Media dan masyarakat luas tetap berpegang teguh pada tanggung jawabnya untuk bersama-sama mewujudkan tatanan hidup bersama yang lebih baik.


Penulis: Mukhsin
×
Berita Terbaru Update