Notification

×

Iklan

Iklan

Indonesia Satu Langkah Lebih Lambat Mengahadapi Covid-19

Sabtu, 21 Maret 2020 | 15.39.00 WIB
Ilustrasi: Okezone
Januari 2020 media masa di ramaikan dengan salah satu berita yang menarik perhatian public, berita tersebut di kabarkan datang dari negara China, berawal dari tumbangnya warga kota wuhan secara masal, lebih kurang 132 jiwa kehilangan nyawa. dan lebih dari 6.000 jiwa terdeteksi penyakit tersebut. 28/2/2020 virus tersebut tercatat mencapai 78.824, dengan total kematian mencapai 2.788 dan sebanyak 36.268 masyarakat China berhasil sembuh dari virus corona.

Penyakit luar biasa tersebut di kenal dengan nama “Corona” salah satu virus yang sangat berbahaya dan cepat menyebar ketubuh manusia baik melalui sentuhan langsung maupun sentuhan tidak langsung, sesama manusia atau antara manusia dan benda.

Semakin hari virus tersebut ternyata tidak saja mendiami kota wuhan melainkan virus tersebut menyebar dan merembet ke beberapa negara lain seperti, korea selatan, italia, filiphina, maylaysiya dan beberapa negara lainyaa termasuk indonesia.

Menanggapi hal tersebut beberapa negara telah melakukan upaya pencegahan agar virus tersebut tidak masuk dan menjalar di negaranya, melalui berbagai macam kebijakan beberapa pimpinan negara mengeluarkan himbauan dan tindakan secara langsung untuk melindungi warga negaranya dari ancaman virus ‘Covid-19” tersebut. Termasuk indonesia sendiri sudah mengambil tindakan preventif dalam rangka menanggapi penyebarluasan virus tersebut.

Di kutip dari informasi yang di sampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto pada 18/3/2020 memgumumkan total kasus positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah menjadi 227 orang, dengan jumlah sebanyak 19 jiwa meninggal dunia. Pasien tersebut tersebar di beberapa daerah di antaranya bali, bantem jawa barat, jawa tengah sumatra dan beberapa daerah lainya.

Himbauan langsung keluar dari mulut presiden dan kepala daerah yang kemdian di tindak lanjuti oleh beberapa elemen yang ada di bawahnya untuk di sebarluaskan ke masyarakat. Beberapa tindakan pencegahan dan bersifat antisipatif, selama 14 hari di anjurkan mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat daerah keluarnya beberpa surat edaran yan menghimbau kepada seluruh masyarakat indoesia untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, mengurangi beberapa kegiatan yang bersentian secara langsung baik sesama manuisa ata antara benda dan manusia, menerapkan pola hidup sehat dengan rutin membersihkan tangan dan badan, menjaga stamina tubuh serta menghindari tempat keraaian.

Pemerintah Indonesia pun menerapkan pola bekerja dan belajar secara online utuk menghindari sentuhan secara langsung antara satu sama lain, dan bahkan pemerintah sudah menyediankan beberapa rumah sakit rujukan untuk masyarakat yang terdeteksi covid-19.

Upaya untuk tidak mendatangi tempat-tempat umum/keramean serta meliburkan seleruh kegiatan belajar mengajar di sekolah secara langsung dan bahkan pemerinah menerapkan sistem kerja di rumah di niatkan agar masyarakat tetap waspada dan mengisolasi diri dalam rumah/tempat tinggal.

Beberapa kota besar seperti jakarta telah menerapkan hal tersebut dengan memperkecil angka operasional laju kendaraan umum melalui penerapan beberapa stasiun kereta dan halte busway tidak di ijinkan untuk beroperasional. social distance yang memberi jarak antarindividu sejauh 1 hingga 2 meter dalam ruang transportasi public, namun fakta yang terjadi Antrean panjang terjadi di hampir seluruh halte Transjakarta an stasiun kereta yang beroperasi.

Warga berdempetan baik di halte maupun dan stasiun bahkan di dalam bus dan kereta, sehingga Kondisi ini di nilai kontraproduktif dan justru rentan penyebaran virus corona. Di kutip dari kompas.com per tanggal 16/3/2020 pantai anyer dan pantai carita ramai di kunjungi baik dati turis asing maupun warga lokal.

Hal tersebut juga membuktika bahwa upaya locdown yang di lakukan oleh pemerintah hanya bersifat setengah hal tersebut berbanding terbalik dengan upaya lockdown yang di lakukan oleh Filiphina, Australia dan Italia yang benar-benar melarang secara total terhadap operasional transportasi umum baik yang keluar dan masuk ke negara-negaranya negara-negara tersebut juga mewajibkan seluruh sekolah dan kegiatan perkantoran di lakukan secara online di mana pemerintah menempatkan beberapa pengawan secara ketat untuk menegur rakyatnya yang melanggar himbauan tersebut.

Masyarakat yang ingin keluar rumah di anjurkan untuk menggunakan kendaraan pribadi dan keluar rumah dalam keaadan yang urgent saja. upaya pencegahan Covid-19 di indonesia menjadi suatu kebijakan yang terlihat anomali dan menimbulkan ciutan skeptis dari beberapa kalangan, himbauan tersebut di nilai kurang efektif dalam penerapanya.

Edaran tersebut menjadi suatu tinta dan suara nyaraing yang hanya sekedar di baca dan di dengar secara singkat oleh masyarakat dengan kata lain tidak ada keseriusan secara faktual antara pemberi instruksi dan penerima instruksi untuk memposisikan hal tersebut sebagai hal prioritas.

Beberapa hal yang menjadi bukti anomali tersebut muncul sebagai pemilaian masyarakat bahwa kurang efektifnya pemerintah menghadapi virus berbahaya tersebut seakan upaya yang di lakukan hanya sebatas tatanan formalitas yang berjalan di atas dilematisnya negara untuk melindungi seluruh rakyat indonesia.

Dalam ragka menanggapi peningkatan penyebaran covid-19 di indonesia pemerintah di harapkan untuk lebih solutif dan lebih maksimal dalam mengeluarkan edaran dan kebijakan yang serius untuk sementara melakukan lockdown terhadap laju transportasi umum khusnya kluar masuknya pesawat antar negara, kemudian meningkatkan fasilitas medis dan non medis untuk mencegah dan melindungi masyarakat indonesia dari virut berbahaya tersebut.

Penulis: Zul Amirul Haq
×
Berita Terbaru Update