Notification

×

Iklan

Iklan

Corona Obrak Abrik Perekonomian Global0

Minggu, 22 Maret 2020 | 17.53.00 WIB
Foto: Ilustrasi
Dewasa ini dunia di hebohkan dengan satu wabah virus baru yang ada di dunia yakni, virus corona atau Covid-19. Virus yang menjadikan kota Wuhan Negeri Tirai Bambu ini bagaikan kota mati.

Keadaan ini dapat di lihat paska pengisolasian daerah tersebut oleh pemerintah Tiongkok. Meninjau dari sektor ekonomi, tidak bisa di pungkiri bahwasanya China adalah salah satu pemain masif dalam sektor perekonomi global.

Bayangkan saja, PDB Per Kapita Tiongkok dilaporkan sebesar US$ 10,263.741 pada 2019 yang di laporkan oleh CEIC Data. Namun, lagi lagi khalayak umum di kagetkan oleh wabah covid-19 yang memiliki dampak multidimensi dan efek berantai bagi global.

Bukan hanya dari sektor kesehatan saja yang dilumpuhkan namun sektor lainnya pun terkena imbas atas wabah ini. Sebut saja ekonomi, pariwisata, pendiidikan, pemerintahan dan lain sebagainya.

Memulai dampak dari prekonomian global paska terjadinya covid-19 sangat terasa di mana tiongkok adalah bagian dari penyumbang sepertiga dari perekonomian global dan di sisi lain sebagai sumber wabah Covid-19. Dan tentu imbas dari wabah ini tidak hanya di rasakan oleh pemerintah tiongkok saja.

Secara umum dampak terhadap ekonomi global adalah -0,4 dan jika di nominalkan US$ 347 M. Dan juga perekonomian Negara Negara tetangga yang memiliki impack yang cukup besar paska adanya wabah ini. sebut saja dari grafik databoks prekonomian hongkong di perkirakan paling berdampak atas wabah ini, dengan potensi penurunan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 sekitar 1,74%. Dan imbas ini juga di rasakan oleh negara negara tetangga lainnya.

Seperti Korea Selatan yang di prediksi terdampak sekitar 0,41 %. kemudian Brasil sekitar 3,2 %. Australia 0,29% hingga Indonesia sekitar 0,26 %. Dan seusai melihat dari dampak global kita masuk ke arah prekonomian pemerintahan Tiongkok. Selaku tuan rumah atas wabah ini.

Pemerintah Tiongkok mengalami kemunduran dari aspek prekonomian sekitar minus 1,7 % atau setara denganUS$ 237 M. Jumlah yang tidak sedikit jika di liat dalam kurun waktu yang cukup singkat ini dengan nominal yang tinggi.

Belakangan ini, perkembangan wabah ini berdampak ke prekonomian Negara Negara Asean berekembang seperti Thailand yang terkena dampak cukup tinggi hingga mencapai -1,11. kemudian ada singapura dengan capaian 0,54. Malaysia -0,23 dan indonesia dengan 0,22 dari data yang di keluarkan oleh ADB (Agent Development Bank).

Efek berantai yang juga dapat di lihat dari berbagi sektor di antaranya bisnis, perdagangan dan pelayanan publik mengalami kerugian sekitar US$ 94 M.

Kemudian manufaktur dan kontruksi senilai US$ 74 M. Agrikulture dan pertambangan senilai US$ 32 M. Kemudian dari aspek restoran dan perhootelan sekitar US$ 19 M.

Kemudian dampak dampak yang dirasakan oleh indonesia saja salah satunya dari aspek pariwisata yang di mana warga china menyumbang wisatawan wisatawan sebesar 2.000.000 orang pertahunnya. Sekarang mengalami menutuupan akses guna menghindari wabah.

Belum lagi berbicara expor dan import dan kerja sama lainnya yag di terapkan oleh kedua belah negara. Kemudian sedikit melirik ke aspek kesehatan di mana telah terjangkitnya wabah ini kepada beberapa WNI. Oleh karena itu pemerintah memberikan jalan keluar dari pada masalah ini dan menanganinya dengan sangat profesionalitas yang tinggi.

Penulis: Haziz H. Mahasiswa Fak. Agama Islam UMM.
×
Berita Terbaru Update