Notification

×

Iklan

Iklan

Urgensi Pendidikan, Mempertahankan Predikat Manusia Paling Mulia

Kamis, 20 Februari 2020 | 12.33.00 WIB
Foto: Penulis
Saya ingin sedikit bercerita tentang urgensi pendidkan menurut Salah satu tokoh bangsa KH. Hasyim Asy'ari. Beliau merupakan pendiri Nahdatul Ulama yang berasal dari keturunan Sultan Sunan Giri. KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhamadiyah merupakan sahabat akrab Kiyai Hasyim As Ari yang pada saat itu mereka sama sama berguru dengan Shekh Minangkabawi.

Biarpun antara ke dua tokoh ulama besar Indonesia ini memiliki organisasi yang berbeda tetapi visi serta gagasan yang sama dengan tujuan mewujudkan kemajuan negara Indonesia melalui lembaga yang sudah di didirikan.

Jika saya katakan, masa muda adalah masa semangat berapi api dalam merealisasikan ide dan gagasan maka, Kiai Hasyim As Ari menyatakan bahwa masa muda adalah masa untuk mencari ilmu pengetahuan. Memang, bagaimana tidak beliau katakan seperti itu, jika semua negara maju di dunia ini jika dilihat semua berkiblat pada ilmu pengetahuan. Anak muda dalam hal ini menjadi bagian garda terdepan untuk menjadi penentu maju maupun mundurnya suatu negara.

Islamic revitalisasion mulai dari Tukri, Pakistan semua dimulai terbentuk dari awal kesadaran akan ilmu pengetahuan dengan pendidikan. Pusatnya peradaban Yunani ketika berjaya dengan ilmunya tentu mulai dari pendidikan. Barat dengan aufklarung dan renaisance nya juga dengan pendidikan.

Dan negara Indonesia melalui semangat nasionalisme untuk berpartisipasi dalam membebaskan diri dari penjajahan berawal dari pendidikan. Kuncinya kekalahan Negara indonesia pada masa kolonial saat itu adalah kurangnya aspek pendidikan sehingga dengan mudah bangsa asing menjajah warga negara Indonesia kala itu.

Perjuangan pertama yang lakulan oleh para pejuang kemerdekaan indonesia pada saat itu yakni dengan mendidik sertamenanamkan semangat anti penjajahan maupun Nasionalisme.

Misalnya juga ada beberpa contoh Negara seperti Jepang, China, Singapura dan Negara Kota (Polis) pada awal masa kebangkitan Renaisance dan Aufklarung pada zaman yunani kuno juga berangkat dari ilmu pengetahuan.

Para filusuf yunani, Plato misalkan ataupun Marx memilki teori teori yang sampai dengan hari ini masih selalu berkaitan dan digunakan oleh para saintis, itu semua dibuktikan adanya wujud ilmu pengetahuan. Bahkan Nabi Muhammad SAW junjungan agung dengan segala risalah sunah nya kita jga harus belajar dengan menggunakan ilmu pengetahuan.

Pengetahuan tentu di didapatkan dari proses pendidikan itu sendiri, biarpun pendidikan tidak selamanya harus berada di ruang ruang formal tetapi jga non formal. KH Ahmad Dahlan menyatakan setiap orang adalah guru dan setiap dimanapun tempatnya adalah sekolah kita untuk mencari ilmu pengetahuan.

Kuliah bisa selesai 4-5 tahun dalam menyenyam pendidikan tetapi proses belajar adalah sepanjang hayat di kandung badan. Kalau dalam Strata pendidikan gelar Profesor merupakan yang paling tinggi akan tetapi proses beljar tentu tidak akan selesai sampai pada level itu saja.

Anak muda, waktunya berkarya. Belajar dan mencari ilmu pengetahuan. Kiyai Hasyim menyatakan musuh yang paling besar pada anak muda ketika mencari ilmu adalah yakni ada dua. Yang pertama harus mampu melawan diri sendiri dri rasa malas dan ke dua jangan selalu menunda nunda waktu serta selalu berhayal /mengandai (agan angan panjang). Oleh karena itu kunci utama anak muda menurt Ki Hasyim pada masa muda harus fokus pada ilmu.

Anak muda boleh bermimpi setinggi langit tetapi jika mimpi itu tidak pernah terbangun dari kesadaran melalui proses belajar maka sama halnya menyelam sambil minum air. Artinya tidak ada yang di dapatkan.

Kiayi Hasyim dengan kehidupan pesantren dan dengan segala modelnya tentu juga berangkat dari Ayah yang merupakan kiyai besar kala itu beserta keluarga besarnya. Sehingga tidak heran jika beliau mendirikan Nahdatul Ulama dengan konsep Pendidikan islam dengan pasantren tradisionalnya. KH Hasyim terkenal dengan mental tekun dan cerdas.

Pendidikan Pesantren yang jika di pahami serta notabenya menghafal tentu sangat penting, dan hari ini jika kita bandingan dengan pendidikan modern yang mungkin sering memgkritik model menghafal yang katanya cara lama akan tetapi penting juga pendidikan tradisional dengan metode menghafal ala pesantren tradisional Kiyai Hasyim diterapkan agar tidak semata mata mengandalkan google.

Inovasi di bidang pendidikan Kiayi Hasyim Asy Ari yang sampai hari ini terus berkembang dengan model madrasah pesantantren serta pembelajaran yang semakin modern yang akhirnya juga memberikan warna baru dalam proses penerapan pendidikan pesantren tradisional Ki Hasyim saat ini. Perkembangn kemajuan peradaban akhir akhir iini menuntut kita untuk berakselerasi dan berinovasi serta berpikir terbuka dengan cara mau menerima kemajuan jika memberikan manfaat.

Adapun urgensi pendidikan yakni, mempertahankan predikat manusia yang paling mulia. Karena manusia dilihat dari ilmu yang di dapatkan bukan akalnya. Tuhan memberikan akal yang sama akan tetapi pertanyaannya sejauh mana manusia menggunakan akal yang telah di berikan oleh Allah Swt untuk mencari dan memperdlaam ilmu.pengetahuan.

Manusia dilihat dari ketinggian martabat bukan karna hartanya, ataupun jabatannya akan tetapi karena ilmunya dan manusia merupakan mahkluk ciptaan Allah yang paling mulia yang dibekali akal serta Pikiran.

Kita pernh mendengar kisah ketika Allah menciptakan nabi Adam yang kemudian Allah membekali dengan di berikan ilmu pengethuan sehingga derajat Manusia lebih tinggi dari Malaikat yang allah ciptakan dari cahaya.

Jelas untuk mendapatkan Ilmu tentu melalui jalur pendidikan. Di situlah manusia mempertahankan level kemanusiananya dengan pendidikan serta tingkat ilmu pengetahuan.

Pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia. Dengan pendidikan lahirnya peradaban masyarkat yang beradab dan beretika karena ilmu pengetahuan yang di dapatkan dapat meningkatkan kwalitas diri yang melahirkan masyarakat yang beradab dan beretika. Bahkan salah satu hadist menyatakan llmu itu penting lebih utama dari ibadah ibadah yang sunah karna sunah itu hanya di lihat dari kebermanfaatn individu kalau ilmu manfaatnya untuk masyarkat luas.

Pendidikan tentu dilihat dari semua aspek bukan hanya di bangku kuliah. Jadilah manusia dengan derajat yang paling utama dengan menggapai ilmu agar hidup memberikan keberkahan.

Pendidikan memberikan manfaat bukan saja ke dalam melainkan ke luar. Ilmu merupakan jembatan unruk mendaptkan ridhonya allah sehingga setiap detik kita hidup selalu di niatkan dengan mencari ilmu. Hasil dari pendidikan akan mengembangkan potensi ilmu serta melahirkan manusia yang bermanfaat baik di dunia dan akhirat.

Awal kebingungan seseorang adalah jika tidak ada ilmunya. Orang bodoh awal mulanya karena malas. Ilmu tentu menjadi kunci dalam membuka jalan hidup. Dengan ilmu bangsa dan negara akan bermartabat karena negara yang menguasai ilmu tentu akan mandiri dan maju.

Menimba ilmu yang bermanfaat baik di dunia maupun akhirat merupakan yang paling utama sehingga keridhoan Allah bisa kita raih. Ilmu pengetahuan membuat kita agar tidak lupa dengan Allah sehingga jika kurangnya ilmu semua pintu pasti akan terkunci.

Ilmu pada hakikatnya baik akan tetapi tidak sedikit orang yang memanfaatkan ilmu ke arah yang tidak baik. Contoh Ilmu dlalam memahami ayat suci al quran yang sudah jelas tata uratan huruf nya akan tetapi banyak yang merubah isi ayat al quran untuk kepentingan Dunia misal Ilmu sihir.

Ilmu yang tercela tentu tidak ada gunanya di dunia maupun di akhirat maka carilah ilmu yang ada manfaatnya. Kita juga perlu memperhatikan ilmu yang di serap karna akan menentukan hidup kita seprti misal ketika kita makan tentu jangan makan makanan yang sampai over dosis (berlebihan) begitupun ilmu harus memahami porsinya.

Harus tau tempatnya agar ilmu tidak tercela. Mengamalkan ilmu jaga butuh ilmu apalagi jika tidak ada ilmu kita makin tertinggal dan merugi di dunia dan di akhirat.

Dalam meraih ilmu maka diperlukan metode. Jika di lihat métode pendidikan dalam pesantren, bagi semua ustaz harus memberikan ilmu dengan penjelasan yang fasih dan tidak membuat bingung santri. Sampaikan pelajaran dengan mudah. Ajarkan dengan metode yang mudah di pahami, Seprti halnya metode musyawarah yang di gunakan pada pesantren. Musyawarah bukan berdebat sehingga yang diinginkan bukan mencari kemenangan melainkan kebenaran.

Ada beberpa hal yang perlu di ketahui bagi Peserta didik jika niat untuk mencari ilmu yakni niatkn dalam menuntut ilmu karena allah , karena akhirat bukan karena dunia.


Pendidik calon guru harus perhatikan syarat syaratnya dan sejogjanya belajar untuk memiliki kwalitas tujuh karakter yakni, Sempurna keahlianya, sifat penyayang, berwibawa, menjaga diri dari yang merendahkan martabat, berkarya, pandai mengajar, serta berwawasan luas.

Adab pendidik yang harus dipahami yakni
1. Bereskan dulu dirimu dengan akhlak, batin, dan hatimu
2. jangan jadikan ilmumu untuk kemawahan dunia
3.memiliki tabggung jawab serta memberi contoh dan menjalankannya. Menjadi contoh yang baik teladan bagi siswa.
4. Memiliki Semangat belajar agar ilmu selalu bertambh.

Sedangkan Adab murid yakni
1.Kebersihan hati dalam mencari ilmu,
2. Ikhlaskan dirimu dalam mencari ilmu.
3. Hargai dan tawadhu.
4. Jika belajar perhatikan manfaat dan barokahnya ilmu.

Sedangkan adab mencari ilmu.
1. Memyucikan hati. Hilangkan dendam dan kedengkian diri.
2. Perbaiki niat.
3. Jangan menunda nunda belajar.
4. Jangan ambisius
5. perhatikan waktumu berapa porsen untuk melakukan hal hal yang penting.
6. Makan dan minum di jaga dan jangan keterlaluan serta di kurangi ambisiusmu agar menjaga diri.
7. Jangan terlalu banyak tidur. Tidurlah seala kadarnya.
8. Tidak tenggelam dengan lawan jenis. Yang menghabiskan waktumu dalam mencari ilmu. Carilah pergaulan yang menunjang ilmumu.
9. Cari ilmu untuk kebermafaatn dirimu jangan digunakan untuk membatah, berdebat, dan membodohi atau mempintari orang bodoh. Atau mencari popularitas saja, maka jika ini terjadi ilmu mu akan menjadi jalan menuju neraka.

Penulis mengajak kepada semua pembaca lebih lebih pribadi penulis agar meluruskan niat dalam mencari ilmu. Belajar mencari ilmu adalah berjihad dan jangan terpengaruh oleh tawaran dunia karena jika diniatkan dengan nawaitu lilah karena Allah dan untuk bekal akhirat maka dunia pasti akan mengikuti.

Halangan apapun jangan jadikan alasan untuk berhenti belajar karna kewajiban sebagai seorang muslim adalah belajar (Iqro/bacalah) dan yang paling penting pendidikan bukan untuk mencari kekayaan, kemewahan dunia, jabatan akan tetapi ilmu yang diutamakan sebagai bekal untuk di akhirat dan juga didunia.

Penulis: Taufiqurrahman
×
Berita Terbaru Update