Notification

×

Iklan

Iklan

Pilkada Bima 2020, Pendukung Jangan Menjebak Rakyat

Kamis, 20 Februari 2020 | 12.48.00 WIB
Foto: Penulis
Moment Pilkada Bima Tahun 2020 sudah semakin dekat, tak urung bahwa kicauan antar pendukung bakal calon Bupati dan calon wakil Bupati di ruang publik ikut menambah gairah dan suhu politik kekinian. Masing-masing pendukung kandidat mulai pasang kuda-kuda dengan beragam jargon keberpihakan. Polarisasi gerakan tampak mulai terbelah menjadi dua bagian; antara yang pro DILAN dan yang mengusung arus baru perubahan.

Dalam pilkada kali ini sebenarnya wajah kompetitor pun tidak banyak berubah; masih didominasi oleh wajah lama yang di daur ulang. Katakanlah pasangan “DILAN” yang diprediksi akan berlabuh kembali dengan perahu yang sama; sementara di pihak lain ada “ SYAFAAD” merupakan kombinasi pasang jangkar silang berpadu. Ada pula gerakan arus baru bernada “IMAN” diyakini memiliki pukulan dahsyat yang mampu memecah konsentrasi dua kutub yang berseberangan.

Kini, laman media sosial mulai ramai oleh status yang terpolarisasi oleh gerakan mendukung dan men-counter isu yang dilancarkan oleh para pengagum setia para kandidat bakal calon Bupati dan cakon Wakil Bupati. Beragam akun pun muncul dan penuh dengan intrik kepentingan kandidat; baik akun original maupun siluman.

Perihal hal ini, sejatinya harus ditertibkan oleh lembaga penyelenggara pemilu di tingkat daerah untuk menjaga kesejukan berdemokrasi. Ada Hastag yang mendorong jargon lanjut 2 periode, sebaliknya ada yang mengusung tema perubahan.

Meneropong euphoria para pendukung kompetitor Pilkada Bima sebagai “alarm code” bagi penyelenggara Pemilu; terutama BAWASLU Kabupaten Bima untuk siaga dalam mengantisipasi kemungkinan adanya tahapan Pilkada yang diciderai oleh pelanggaran Pidana maupun Administratif; baik oleh bakal calon maupun pendukungnya.

Terlebih lagi dengan fenomena keterlibatan ASN dalam gelanggang politik keberpihakan secara terang-terangan dengan seragam pegawai maupun indikasi gerakan terselubung.

Siapapun Calon Bupati dan calon wakil Bupati Bima Periode 2020-2025 jangan hanya sekedar mengumbar janji politik yang tidak realistis; tapi hadirkan gagasan pembangunan yang lebih substantif sesuai kebutuhan daerah.

Menjadi pekerjaan penting bagi para kompetitor dan pendukung Pilkada Bima agar menjadi barisan yang cerdas dalam gagasan dan lebih substantif dalam membedah kebutuhan pembangunan daerah di berbagai sektor saat ini.

Bagi masing-masing pendukung/tim Cyber/tim kampaye maupun pribadi kandidat bakal calon agar lebih membumi dengan rakyat, hindari trik politik yang menjebak rakyat dengan menabur biduk politik yang cenderung memancing suasana “sensitive climate” dan harus ada upaya mengambil “strategic Choice” yang tepat dalam membaca kebutuhan rakyat sesuai kulturnya; dan yang terpenting adalah penekanan pada pentingnya strategi pendidikan politik rakyat dalam dimensi gagasan pembangunan yang substansial; bukan sekedar pencitraan yang syarat pepesan kosong; sekedar janji pengantar tidur tanpa realisasi.

Bagi pengusung Jargon “Lanjutkan” hendaknya mampu menjelaskan dengan gamblang mengenai capaian kinerja pembangunan pada berbagai sektor sesuai visi-misi dan janji politik yang sudah diusung.

Sebaliknya bagi para pengusung jargon “perubahan” hendaknya mampu meyakinkan pemilih dengan menunjukkan tawaran perubahan agenda pembangunan yang realistis.

Tawaran perubahan tersebut harus diawali dengan kajian mendalam mengenai formula dan desain program pembagunan yang komprehensif yang menitikberatkan SWOT Analysis (strenght, weaknesses, opportunity, and threath) yang akurat; sehingga menghasilkan dokumen protofolio visi, misi, program, target dan sasaran pembangunan daerah yang rasional; baik mencakup “short-term planning” maupun “long-term planning” dan dapat dipastikan bahwa mimpi-mimpi cerdas tentang program pembangunan yang digaungkan mampu diimplementasikan dengan baik melalui “strategic implementation” yang akuntabel dan transparan.

Data bandingnya adalah visi, misi dan capaian program pembangunan saat ini yang menjelaskan sisi keunggulan dan kelemahan yang terurai secara jujur dan tidak bias data.

Hal ini dimaksudkan agar data yang disuguhkan tersebut dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya termasuk menghindari munculnya pola kampanye hitam (black compaign) yang memainkan isu SARA, pembunuhan karakter (character assasination) yang menyerang ruang privat masing-masing kandidat bakal calon Bupati dan calon Wakil Bupati.

Arus utama orientasi pencerahan demokrasi oleh masing-masing pendukung tersebut outputnya mengarah pada terwujudnya demokrasi sadar rakyat semesta yang melahirkan keputusan pilihan berdasarkan nurani yang sehat dan tanpa paksaan yang melihat sisi maslahat dari para kandidat yang berkontestasi.

Pemilih hendaknya diarahkan untuk memaknai basis data secara valid sebagai instrumen untuk menguji layak dan tidaknya seorang kandidat untuk mendapatkan mandat rakyat 5 tahun kedepan serta dalam kacamata sederhana bahwa jangan buru-buru mengatakan lanjutkan atau salam perubahan sebelum menguji Track record calon pemimpin; jangan berpihak secara irrasional; apalagi hanya sekedar memperturutkan sahwat material sesaat; yang berakibat mengorbankan cita-cita substansial pembangunan jangka panjang. Jadilah pemilih yang bermartabat dan berkemajuan.

Pemimpin adalah amanah, maka sebagai warga pemilih yang memiliki kearifan lokal kuat dengan sandaran religiusitas setidaknya kembali melihat esensi kepemimpinan yang digambarkan oleh Q.S. Al-Hajj: 41 mengenai ciri pemimpin yang baik; yakni ketika mereka yang diteguhkan kedudukan (Baca: pemimpin); maka mereka akan senantiasa menjadi orang yang menegakkan sholat, menunaikan zakat, menegakkan amar ma’ruf dan mencegah kemungkaran.

Penulis: Dr. Salahuddin
×
Berita Terbaru Update