Notification

×

Iklan

Iklan

Suku Donggo di Mata Fahri Hamzah: Dianggap Keras dan Berkarakter Kuat

Sabtu, 21 Desember 2019 | 17.31.00 WIB
Foto: Fahri Hamzah saat menyampaikan sosialisasi empat pilar (sumber: Akun Twitter @Fahrihamzah).
Indikatorntb.com - Setelah menerima anugrah gelar kehormatan dari pemimpin masyarakat Donggo Arifin J Anat berupa kain tenun khas Donggo, mantan wakil ketua DPR RI periode 2014-2019, Fahri Hamzah memberikan komentar terhadap masyarakat suku Donggo, Sabtu (21/12/19).

Bagi Fahri Hamzah, masyarakat suku Donggo merupakan sekelompok masyarakat yang beroposisi bahkan sebelum berdirinya republik maupun sesudah proklamasi. Suku Donggo dikenal keras dan berkarakter kuat.

"Donggo adalah monumen masyarakat dari dulu karena dahulu dianggap keras dan karakternya kuat hingga mereka beroposisi sejak sebelum berdirinya republik bahkan setelah proklamasi," kata Fahri Hamzah seusai acara penganugerahan di Donggo, dilansir dari Antaranews, Selasa (24/07/18).

Menurut Fahri Hamzah, Suku Donggo adalah oposisi yang berani mengkritik penguasa di kala itu. Bahkan katanya, kritik sudah menjadi tradisi masyarakat suku Donggo jauh sebelum kesultanan dan kerajaan terbentuk.

"Mereka punya tradisi kritik," Tegasnya.

Melihat karakter dan tradisi kritik masyarakat suku Donggo itu, Fahri Hamzah bahkan mengusulkan agar pemerintah membangun monumen oposisi di daerah itu. Dengan monumen itu, Fahri Hamzah berharap anak-anak muda gemar melakukan  "amar maruf nahi munkar.

"Artinya beroposisi yang positif," Terangnya.

Dalam sejarahnya, Masyrakat suku Donggo pernah menuntut keadilan kepada pemerintah Kabupaten Bima yang dipimpin oleh Letkol Soharmaji hingga memaksa aparat TNI turun tangan. Peristiwa huru hara besar itu berlangsung pada tahun 1972 atau semasa rezim Orde Baru.

"Pada 1969 dan 1908 juga masyarakat pernah melakukan aksi serupa," kata pimpinan masyarakat Adat Donggo, Arifin J Anat.

Dilansir dari media Antaranews, pemberian anugrah gelar kehormatan yang diterima oleh Fahri Hamzah pada tahun 2018 lalu, merupakan bentuk kekaguman masyarakat suku Donggo terhadap sosok Fahri Hamzah yang saat itu sedang melaksanakan program sosialisasi empat pilar.

Furkan/Indikatorntb

×
Berita Terbaru Update