Notification

×

Iklan

Iklan

Polemik Pengisian Calon Anggota BPD, Kades Dumu: Saya Tetap Junjung Tinggi Aturan

Minggu, 29 September 2019 | 22.36.00 WIB
Foto: Tarmizi Kepala Desa Dumu (akun Facebook @Ompu Dumu)
Indikatorntb.com - Pasca penyegelan Kantor Pemerintah Desa Dumu beberapa waktu yang lalu, Polemik sistem pengisian calon Anggota BPD masih menjadi topik hangat ditengah masyarakat. Menanggapi polemik tersebut, Tarmizi selaku Kepala Desa Dumu mengaku akan tetap pada pendiriannya untuk memegang teguh aturan yang berlaku, Minggu (29/09/19).

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Masyarakat dari Dusun Rore, Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima menyegel kantor Desa menggunakan kayu. Hal itu dilakukan karena masyarakat Dusun Rore kecewa dengan sistem pemilihan yang dilaksanakan oleh panitia pengisian calon anggota BPD desa Dumu.

"Panitia pelaksana menyelenggarakan pemilihan haya diwakilkan beberapa orang dari masing-masing dusun. Hal tersebut, memicu ketidakpuasan masyarakat Dusun Rore," Ungkap Niger salah satu pemuda dusun Rore kepada media ini, (21/09).

Panitia dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dinilai tidak berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku. Pasalnya, dalam proses pemilihan calon anggota BPD, panitia membuat ketentuan baru tentang jumlah pemilih yang boleh memilih, yaitu 20 orang setiap RT.

"Seharusnya pemilihan BPD dilakukan secara langsung oleh seluruh masyarakat Dusun Rore, bukan perwakilan 20 orang per RT sesuai keinginan panitia pelaksana atau pemerintah Desa Dumu," Terang Niger.

Selain menyegel kantor desa Dumu, Masyarakat juga meminta agar pemilihan calon anggota BPD Desa Dumu dilaksanakan ulang dengan sistem pemilihan secara langsung oleh seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih, bukan dengan sistem perwakilan 20 orang per RT.

Menanggapi polemik tersebut, Tarmizi kepala Desa Dumu menilai bahwa pelaksanaan pengisian calon anggota BPD dengan sistem pemilihan yang diwakilkan oleh 20 orang per RT sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku berdasarkan kesepakatan bersama panitia dan para calon anggota BPD. 

"Hasil rapat penentuan mekanisme disepakati cara yang kedua, yaitu musyawarah mufakat. dan sudah ada berita acara kesepakatan," Paparnya melalui Massanger.

"Lalu cara ini dirapatkan lagi tentang keterwakilan hasil forum rapat disepakati 20 orang per RT. Deal lengkap," Lanjutnya.

Tarmizi juga menjelaskan bahwa, pada saat pemilihan calon anggota BPD di dusun Rore telah terjadi pengerusakan fasiltas kantor desa yang dilakukan oleh oknum calon anggota BPD. Tarmizi menganggap bahwa, calon anggota BPD yang sempat membuat kerusuhan tersebut, sengaja ingin menggagalkan pengisian calon anggota BPD di dusun Rore.

"Pas hari pemilihan ada satu calon anggota BPD yang rusuh dan melakukan tindakan pengerusakan fasilitas kantor desa. Perlu diketahui, bahwa oknum calon ini memang sengaja menggagalkan pengisian BPD di dusun tersebut, dan mau merubah aturan yang telah disepakati bersama oleh para calon anggota BPD desa Dumu," Jelasnya.

Lebih lanjut, Tarmizi menegaskan bahwa, dirinya akan tetap memegang teguh aturan dan kesepakatan yang berlaku. Bahkan dirinya tidak terima ketika ada oknum tertentu yang membuat kerusuhan dan melakukan tindakan pengerusakan fasilitas kantor desa Dumu.

"Saya junjung tinggi aturan dan kesepakatan yang telah disepakati bersama apalagi ada berita acara resmi. Saya tidak sepakat jika ada oknum yang melakukan pengerusakan, apalagi fasilitas pelayanan," Tutupnya.






×
Berita Terbaru Update